MANAJEMEN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT: SEBUAH ANALISIS DARI PERSPEKTIF PENELITI
Peneliti Independen
Pusat Studi Inovasi Pendidikan, Jakarta, Indonesia.
E-mail: peneliti.independen@email.com
Abstrak
This study aims to critically analyze the multifaceted dimensions of ICT-based learning development management from a researcher’s perspective. It delves into the strategic planning, implementation, and evaluation frameworks necessary for effective technology integration in educational settings, particularly within Islamic education institutions. Drawing upon a comprehensive literature review, the research synthesizes existing theories and empirical findings to identify key drivers and challenges. The methodology involves a systematic review of contemporary academic discourse on educational technology, leadership, and organizational change. Preliminary findings suggest that successful ICT integration hinges on robust leadership, adaptive management strategies, and a deep understanding of technological and pedagogical interplay. The study provides a concise overview of best practices and highlights areas for future research to optimize ICT’s transformative potential in learning.
Keywords: ICT, Learning Management, Educational Technology, Leadership, Innovation
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dimensi multidimensi manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT dari perspektif seorang peneliti. Penelitian ini membahas perencanaan strategis, implementasi, dan kerangka evaluasi yang diperlukan untuk integrasi teknologi yang efektif dalam pengaturan pendidikan, khususnya di institusi pendidikan Islam. Berdasarkan tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini mensintesis teori-teori yang ada dan temuan empiris untuk mengidentifikasi pendorong dan tantangan utama. Metodologi melibatkan tinjauan sistematis terhadap diskursus akademik kontemporer tentang teknologi pendidikan, kepemimpinan, dan perubahan organisasi. Temuan awal menunjukkan bahwa integrasi ICT yang berhasil sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat, strategi manajemen adaptif, dan pemahaman mendalam tentang interaksi teknologi dan pedagogis. Studi ini memberikan gambaran singkat tentang praktik terbaik dan menyoroti area untuk penelitian masa depan guna mengoptimalkan potensi transformatif ICT dalam pembelajaran.
Keywords: ICT, Manajemen Pembelajaran, Teknologi Pendidikan, Kepemimpinan, Inovasi
Pendahuluan
Transformasi digital telah meresap ke dalam setiap aspek kehidupan kontemporer, tidak terkecuali sektor pendidikan. Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam proses pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan era global. Dari perspektif seorang peneliti, fenomena ini menghadirkan lanskap kompleks yang memerlukan analisis mendalam mengenai bagaimana ICT dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT melibatkan serangkaian keputusan strategis, alokasi sumber daya, implementasi pedagogis, dan evaluasi berkelanjutan yang membutuhkan pemahaman holistik tentang dinamika teknologi, manusia, dan organisasi.
Latar belakang masalah ini berakar pada kesadaran bahwa meskipun adopsi ICT di lembaga pendidikan telah meningkat pesat, efektivitas dan keberlanjutannya seringkali masih menjadi pertanyaan. Banyak inisiatif ICT gagal mencapai potensi penuhnya karena kurangnya perencanaan yang matang, implementasi yang tidak tepat, atau resistensi terhadap perubahan. Literatur yang ada menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memainkan peran krusial dalam memetakan hubungan antara kepemimpinan, kepercayaan, dan perilaku proaktif karyawan selama perubahan organisasi, yang sangat relevan dalam konteks adopsi teknologi pendidikan (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Lebih lanjut, dinamika perubahan ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor individu, seperti kesiapan fakultas untuk pengajaran daring di masa krisis, yang menyoroti pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kepuasan mengajar (Islam & Haque, 2022).
Tinjauan literatur yang memadai mengungkapkan bahwa meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi manfaat ICT dalam pendidikan, masih terdapat celah dalam pemahaman kita tentang manajemen komprehensif yang mendukung pengembangan pembelajaran berbasis ICT secara berkelanjutan. Penelitian sebelumnya seringkali berfokus pada aspek teknis atau pedagogis secara terpisah, mengabaikan interkoneksi kompleks antara keduanya dan peran sentral manajemen dalam menjembatani kesenjangan ini. Misalnya, studi tentang kepemimpinan dalam pendidikan tinggi menyoroti hambatan individu, sosiokultural, dan organisasi terhadap inklusi perempuan, yang secara analog dapat diterapkan pada tantangan dalam mengelola perubahan teknologi (Islam et al., 2023). Demikian pula, model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam menawarkan perspektif baru untuk teori kepemimpinan sekolah di masyarakat Muslim, menunjukkan pentingnya nilai-nilai budaya dan agama dalam strategi manajemen (Alazmi & Bush, 2024).
Novelty dari karya ini terletak pada upaya untuk menyajikan kerangka kerja manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT yang terintegrasi, dengan penekanan khusus pada peran kepemimpinan, strategi adaptif, dan nilai-nilai etis dalam konteks institusi pendidikan, termasuk yang berlandaskan Islam. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga mengusulkan pendekatan berbasis bukti untuk mengoptimalkan pemanfaatan ICT. Dengan memahami kekuatan pendorong dinamis yang memperkuat perilaku mendukung perubahan karyawan, lembaga pendidikan dapat lebih efektif dalam mengelola transisi menuju lingkungan pembelajaran yang lebih digital (Islam, Idris, & Furuoka, 2021).
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, rumusan masalah utama yang akan dijawab dalam artikel ini adalah: Bagaimana kerangka manajemen yang efektif dapat dikembangkan dan diimplementasikan untuk mendukung pengembangan pembelajaran berbasis ICT secara berkelanjutan di lembaga pendidikan, dengan mempertimbangkan dimensi kepemimpinan, teknologi, pedagogi, dan konteks organisasi? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen-komponen kunci dari manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT, mengeksplorasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi, serta mengidentifikasi implikasi bagi kebijakan dan praktik di masa depan. Koherensi antara isu-isu yang dibahas dalam pendahuluan dan keseluruhan isi manuskrip akan dijaga dengan secara konsisten merujuk pada integrasi ICT, peran manajemen, dan konteks pendidikan.
Metode
Bagian ini menyajikan pendekatan metodologis yang digunakan untuk menyusun artikel ini, yang pada dasarnya merupakan tinjauan literatur komprehensif dan sintesis konseptual dari berbagai penelitian yang relevan. Mengingat sifat eksploratif dan analitis dari topik "Manajemen Pengembangan Pembelajaran Berbasis ICT", pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tren, kesenjangan, dan praktik terbaik yang dilaporkan dalam literatur akademik. Meskipun bukan penelitian empiris primer, bagian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembaca tentang dasar-dasar konseptual dan bukti yang mendukung argumen yang disajikan.
Prosedur pengumpulan data melibatkan pencarian sistematis terhadap basis data akademik terkemuka menggunakan kata kunci yang relevan seperti "ICT in education management", "educational technology leadership", "digital learning development", "Islamic education technology", dan "organizational change in education". Sumber-sumber yang dipilih mencakup jurnal-jurnal peer-review yang berfokus pada manajemen, pendidikan, teknologi informasi, dan studi Islam. Penekanan diberikan pada artikel-artikel yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan relevansi dengan perkembangan teknologi dan pedagogi terkini.
Analisis data dilakukan melalui proses sintesis tematik. Setiap artikel yang relevan dibaca secara cermat untuk mengidentifikasi tema-tema utama, konsep-konsep kunci, model-model yang diusulkan, temuan empiris, serta tantangan dan peluang yang terkait dengan manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Data yang terkumpul kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan topik, seperti peran kepemimpinan, strategi implementasi, pengembangan kurikulum, dan evaluasi. Perbandingan dan kontras antara temuan dari berbagai studi dilakukan untuk mengidentifikasi konsensus dan perbedaan dalam literatur.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk membangun argumen yang kuat dan berbasis bukti mengenai manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Ini juga memfasilitasi identifikasi area di mana penelitian lebih lanjut diperlukan, serta implikasi praktis bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan. Dengan demikian, meskipun tidak melibatkan pengumpulan data primer, metodologi ini memberikan kerangka kerja yang sistematis dan rigorus untuk mengeksplorasi topik yang kompleks ini dari perspektif seorang peneliti.
Diskusi
Bagian ini merupakan inti dari artikel, menyajikan temuan, analisis, dan interpretasi data yang telah dikumpulkan dari tinjauan literatur. Diskusi ini akan disajikan secara jelas dan ringkas, merangkum temuan ilmiah daripada menyajikan data terperinci, dan merekomendasikan perbandingan hasil dengan publikasi sebelumnya untuk membangun argumen yang kokoh mengenai manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT.
Kepemimpinan Strategis dalam Integrasi ICT Pendidikan
Integrasi ICT dalam pendidikan bukanlah sekadar adopsi alat baru, melainkan sebuah transformasi fundamental yang memerlukan kepemimpinan strategis yang kuat. Kepemimpinan yang efektif adalah pilar utama dalam mengarahkan perubahan organisasi dan memastikan bahwa teknologi tidak hanya diimplementasikan tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk tujuan pembelajaran. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional telah terbukti memainkan peran penting dalam memetakan hubungan antara kepemimpinan, kepercayaan, dan perilaku proaktif karyawan selama perubahan organisasi (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Ini berarti bahwa pemimpin harus mampu menginspirasi dan memotivasi staf pengajar untuk merangkul teknologi baru, membangun kepercayaan, dan mendorong partisipasi aktif dalam proses transisi.
Lebih lanjut, kepemimpinan yang bertanggung jawab juga sangat esensial, terutama dalam menghadapi tantangan seperti pengajaran daring di masa krisis, yang memerlukan kesiapan fakultas dan kepuasan mengajar yang tinggi (Islam & Haque, 2022). Pemimpin harus memastikan bahwa fakultas memiliki dukungan yang memadai, pelatihan yang relevan, dan lingkungan kerja yang mendukung untuk beradaptasi dengan metode pengajaran berbasis ICT. Studi lain juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam pendidikan tinggi, di mana hambatan individu, sosiokultural, dan organisasi terhadap inklusi perempuan dapat diatasi melalui strategi kepemimpinan yang inklusif dan adaptif (Islam et al., 2023). Analogi ini dapat diperluas ke integrasi ICT, di mana resistensi atau kesenjangan digital di antara staf dapat diatasi dengan pendekatan kepemimpinan yang peka terhadap konteks dan kebutuhan individu.
Dalam institusi pendidikan Islam, model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam menawarkan kerangka kerja yang relevan untuk mengembangkan teori kepemimpinan sekolah yang baru (Alazmi & Bush, 2024). Model ini menekankan nilai-nilai etis, keadilan, dan kesejahteraan komunitas, yang dapat menjadi landasan kuat untuk manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT yang holistik. Kepemimpinan sekolah Islam juga harus mempertimbangkan aspek keadilan sosial dalam integrasi teknologi, sebagaimana diulas dalam literatur internasional (Ezzani et al., 2023). Ini berarti memastikan akses yang adil terhadap teknologi dan pelatihan, serta mencegah kesenjangan digital yang dapat memperburuk ketidaksetaraan pendidikan.
Kepemimpinan instruksional juga tidak kalah penting, terutama dalam konteks praktik kurikulum di universitas-universitas publik di Arab Saudi, yang menggabungkan ekonomi dan keuangan Islam (Ibrahim et al., 2023). Pemimpin harus terlibat aktif dalam mendesain kurikulum yang mengintegrasikan ICT secara efektif, memastikan bahwa teknologi mendukung tujuan pembelajaran dan nilai-nilai institusi. Transformasi kepemimpinan dalam institusi pendidikan Islam melalui keterlibatan media sosial juga menunjukkan bagaimana platform digital dapat digunakan untuk memperkuat visi dan misi organisasi, serta mendorong partisipasi komunitas (Asmendri et al., 2024). Ini menggarisbawahi perlunya pemimpin untuk tidak hanya memahami teknologi tetapi juga memanfaatkannya sebagai alat strategis untuk komunikasi dan keterlibatan.
Perencanaan dan Implementasi Infrastruktur ICT
Perencanaan infrastruktur ICT yang matang adalah fondasi bagi pengembangan pembelajaran berbasis ICT yang sukses. Ini mencakup tidak hanya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga pengembangan jaringan yang andal dan sistem keamanan yang kuat. Dari perspektif manajemen, ini adalah investasi besar yang memerlukan analisis biaya-manfaat yang cermat dan strategi keberlanjutan. Dalam konteks universitas, sistem pengamanan digital yang efektif adalah rencana model yang krusial untuk perpustakaan universitas, memastikan perlindungan data dan aksesibilitas informasi (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022). Hal ini menunjukkan bahwa aspek keamanan dan manajemen data tidak boleh diabaikan dalam perencanaan infrastruktur.
Adopsi teknologi baru seringkali menghadapi tantangan, termasuk turbulensi teknologi. Kesiapan manajemen senior untuk mengimplementasikan teknologi seperti blockchain di bank-bank Islam Yordania menunjukkan bahwa faktor-faktor internal organisasi dan persepsi terhadap teknologi sangat memengaruhi keberhasilan implementasi (Alnsour, 2024). Meskipun studi ini berfokus pada sektor perbankan, implikasinya relevan untuk pendidikan, di mana kesiapan pimpinan dan staf adalah kunci. Demikian pula, kemampuan analitik bisnis yang kuat dapat mendorong inovasi dan kualitas informasi, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja perusahaan, sebuah prinsip yang berlaku untuk lembaga pendidikan yang berinvestasi dalam analitik data pembelajaran (Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024).
Implementasi sistem informasi manajemen juga memerlukan pendekatan yang terstruktur. Sebagai contoh, implementasi sistem informasi manajemen pernikahan daring (SIMKAH) di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan (Aditya & Wardana, 2022). Meskipun ini adalah konteks yang berbeda, prinsip-prinsip manajemen proyek dan fokus pada peningkatan layanan melalui teknologi tetap relevan. Perencanaan harus mencakup pelatihan yang memadai bagi pengguna akhir, pemeliharaan sistem yang berkelanjutan, dan mekanisme umpan balik untuk perbaikan.
Dalam era di mana data menjadi aset berharga, manajemen data yang efektif adalah imperatif. Penelitian menunjukkan bahwa melalui lensa manajemen data, analisis dan evaluasi klasifikasi yang adil menjadi sangat penting, terutama dalam sistem yang menggunakan algoritma canggih (Islam, Fariha, Meliou, & Salimi, 2022). Ini menekankan perlunya lembaga pendidikan untuk mempertimbangkan etika dan keadilan dalam penggunaan data pembelajaran dan sistem berbasis AI. Selain itu, kerangka kerja untuk meningkatkan penjelasan AI dalam hasil deteksi intrusi menggunakan teknik pembersihan data menunjukkan pentingnya kualitas data dan transparansi dalam sistem berbasis AI, yang relevan untuk keamanan siber di lingkungan pendidikan (Liu, Zhong, Alnusair, & Islam, 2021).
Pengembangan Kurikulum dan Pedagogi Berbasis ICT
Integrasi ICT yang efektif dalam pembelajaran tidak hanya tentang memiliki teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar dan mencapai tujuan pedagogis. Pengembangan kurikulum harus secara aktif memasukkan ICT sebagai alat untuk memfasilitasi pembelajaran, bukan hanya sebagai tambahan. Penelitian tentang pembelajaran manajemen menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis yoga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana analogi tubuh dapat digunakan dalam proses belajar, yang mengisyaratkan perlunya pendekatan pedagogis yang inovatif dan holistik dalam desain pembelajaran berbasis ICT (Bigo & Islam, 2022).
Pengembangan konten digital dan sumber belajar terbuka adalah aspek krusial dari kurikulum berbasis ICT. Ini memungkinkan fleksibilitas dan aksesibilitas, serta mendorong pembelajaran mandiri. Namun, kualitas konten dan relevansinya dengan tujuan pembelajaran harus selalu menjadi prioritas. Selain itu, manajemen pembelajaran juga harus mempertimbangkan bagaimana intervensi manajerial dapat berkontribusi pada "ketenangan pikiran" dan pencarian kesadaran kolektif, yang dapat diinterpretasikan sebagai menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan mental siswa dan staf (Holm & Islam, 2024).
Pemanfaatan media sosial dalam institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia juga menunjukkan bagaimana platform digital dapat menjadi alat pemasaran yang efektif untuk menarik siswa dan membangun citra institusi (Juhaidi, 2024). Namun, di luar pemasaran, media sosial juga dapat digunakan sebagai alat pedagogis untuk kolaborasi, diskusi, dan penyebaran informasi akademik. Integrasi yang bijaksana memerlukan strategi yang jelas dan pemahaman tentang bagaimana platform ini memengaruhi interaksi belajar.
Aspek pedagogis juga harus mencakup pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang dapat difasilitasi oleh ICT. Kepemimpinan yang berorientasi pada kewirausahaan dapat mendorong kreativitas karyawan melalui berbagi pengetahuan dan efikasi diri kreatif (Islam & Asad, 2024). Dalam konteks pendidikan, ini berarti mendorong guru untuk menjadi inovator pedagogis dan siswa untuk menjadi pembelajar yang kreatif dan mandiri. Penelitian tentang self-management skills di universitas Islam di Indonesia menunjukkan pentingnya mengembangkan kemampuan siswa untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri, sebuah keterampilan yang sangat penting dalam lingkungan pembelajaran berbasis ICT (Muluk et al., 2021).
Manajemen Perubahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Manajemen perubahan adalah aspek yang tak terhindarkan dalam pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Adopsi teknologi baru seringkali memicu resistensi dari staf pengajar yang mungkin merasa tidak nyaman atau tidak siap. Oleh karena itu, strategi manajemen perubahan yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan transisi yang mulus dan penerimaan yang luas. Penelitian tentang kekuatan pendorong dinamis yang memperkuat perilaku mendukung perubahan karyawan menunjukkan bahwa kepemimpinan dan dukungan organisasi adalah kunci untuk mengatasi resistensi (Islam, Idris, & Furuoka, 2021).
Pengembangan sumber daya manusia, khususnya staf pengajar, adalah investasi krusial. Pelatihan yang berkelanjutan, dukungan teknis, dan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik adalah elemen penting. Kesiapan fakultas untuk pengajaran daring di masa krisis menyoroti perlunya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kepuasan mengajar di kalangan akademisi (Islam & Haque, 2022). Ini menunjukkan bahwa pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik fakultas dan harus disertai dengan pengakuan dan dukungan.
Dalam konteks manajemen sumber daya manusia, blockchain telah diidentifikasi sebagai teknologi yang berpotensi merevolusi praktik HR, sebagaimana ditunjukkan dalam tinjauan sistematis dan analisis bibliometrik (Mohammad Saif & Islam, 2024). Meskipun ini adalah aplikasi di luar pendidikan, konsep penggunaan teknologi canggih untuk mengelola sumber daya manusia dapat diterapkan pada pengembangan profesional guru, pelacakan kompetensi, dan manajemen kinerja dalam konteks pendidikan berbasis ICT.
Selain itu, penelitian mengenai dampak keragaman gender pada keterlibatan kerja karyawan dalam konteks perubahan organisasi di Bangladesh menunjukkan bahwa keragaman dapat memengaruhi bagaimana karyawan merespons perubahan (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Ini menyiratkan bahwa manajemen perubahan harus sensitif terhadap dinamika gender dan keragaman lainnya di antara staf pengajar, memastikan bahwa semua individu merasa didukung dan diberdayakan untuk berpartisipasi dalam transformasi digital.
Diskusi II
Evaluasi dan Penjaminan Mutu Pembelajaran Berbasis ICT
Evaluasi yang sistematis dan penjaminan mutu adalah komponen integral dari manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Tanpa mekanisme evaluasi yang kuat, sulit untuk mengukur efektivitas inisiatif ICT dan membuat perbaikan yang diperlukan. Evaluasi harus mencakup tidak hanya hasil belajar siswa, tetapi juga proses implementasi, kepuasan pengguna (siswa dan guru), serta dampak terhadap tujuan institusional.
Dalam konteks pendidikan Islam, penerapan Total Quality Management (TQM) di sekolah dasar Muhammadiyah menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip manajemen mutu dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023). Prinsip-prinsip TQM, seperti fokus pada pelanggan (siswa), peningkatan berkelanjutan, dan keterlibatan semua pihak, sangat relevan untuk penjaminan mutu pembelajaran berbasis ICT. Demikian pula, aplikasi manajemen penjaminan mutu di pesantren dengan implikasi pada hasil ujian akhir sekolah menunjukkan pentingnya sistematisasi proses untuk mencapai hasil yang diinginkan (Ayuhan, Shofiyah, & Karimah, 2022).
Penggunaan analitik data menjadi semakin penting dalam evaluasi pembelajaran berbasis ICT. Analitik bisnis dapat memengaruhi inovasi dan kualitas informasi, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja organisasi (Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024). Dalam pendidikan, analitik pembelajaran dapat memberikan wawasan tentang pola belajar siswa, efektivitas materi digital, dan area yang memerlukan intervensi. Namun, adopsi analitik data juga memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhinya, sebagaimana ditunjukkan dalam studi tentang adopsi analitik data oleh fungsi audit internal (Islam & Stafford, 2022).
Aspek penting lainnya adalah keadilan dalam sistem evaluasi dan penggunaan data. Penelitian tentang penggabungan keadilan dalam perencanaan evakuasi skala besar menyoroti perlunya memastikan bahwa algoritma dan sistem tidak menciptakan atau memperburuk ketidakadilan (Islam, Chen, Marathe, Mortveit, Swarup, & Vullikanti, 2022). Demikian pula, penelitian tentang agregasi peringkat dengan keadilan proporsional menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keadilan dalam pengambilan keputusan berbasis data (Wei, Islam, Schieber, & Basu Roy, 2022). Dalam konteks pembelajaran berbasis ICT, ini berarti memastikan bahwa evaluasi tidak bias dan bahwa data pembelajaran digunakan secara etis dan adil.
Kepemimpinan Etis dan Nilai-nilai Islam dalam Manajemen ICT
Dalam institusi pendidikan Islam, kepemimpinan etis dan integrasi nilai-nilai Islam sangat penting dalam manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Kepemimpinan ini tidak hanya berfokus pada efisiensi dan efektivitas, tetapi juga pada pembentukan karakter, keadilan, dan kesejahteraan. Model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam menawarkan kerangka kerja baru untuk kepemimpinan sekolah di masyarakat Muslim, menekankan nilai-nilai yang relevan dengan konteks ini (Alazmi & Bush, 2024).
Manajemen etis dalam organisasi, seperti yang dianalisis dari teori manajemen al-Ghazali, memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai moral dapat diintegrasikan ke dalam praktik manajemen (Mahadi et al., 2023). Dalam konteks ICT, ini berarti memastikan bahwa penggunaan teknologi sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti kebenaran, transparansi, dan menghindari hal-hal yang merugikan. Ini juga mencakup pertimbangan etika dalam penggunaan data siswa dan privasi.
Kualitas hidup kerja, nilai-nilai budaya, dan etika kerja Islam juga memengaruhi sistem pendidikan Arab di Israel (Haj Ali & Abu-Saad, 2024). Ini menunjukkan bahwa konteks budaya dan agama memiliki dampak signifikan pada bagaimana manajemen dan teknologi diterima dan diimplementasikan. Etika kerja Islam, khususnya, dapat memediasi hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan, yang relevan untuk memotivasi staf pengajar dalam mengadopsi dan memanfaatkan ICT (AL Smadi et al., 2023).
Selain itu, etika kerja Islam juga memainkan peran dalam kinerja dosen, memediasi kesesuaian individu-organisasi dan inovasi dalam kegiatan pembelajaran (Wulandari & Mubarak, 2021). Ini menunjukkan bahwa ketika nilai-nilai pribadi dosen selaras dengan etika kerja Islam dan tujuan organisasi, mereka lebih mungkin untuk berinovasi dan berkinerja baik dalam lingkungan pembelajaran berbasis ICT. Partisipasi pemimpin agama Islam dalam penanganan krisis, seperti pandemi COVID-19, melalui komunikasi integratif juga menunjukkan peran penting pemimpin spiritual dalam mengarahkan komunitas melalui tantangan, termasuk adaptasi teknologi (Saragih et al., 2023).
Tantangan dan Peluang di Era Digital
Pengembangan pembelajaran berbasis ICT menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan digital hingga masalah keamanan siber dan adaptasi terhadap teknologi yang berkembang pesat. Namun, di balik tantangan ini, terdapat banyak peluang untuk inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan.
Tantangan:
- Kesenjangan Digital: Akses yang tidak merata terhadap infrastruktur ICT dan keterampilan digital tetap menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan atau komunitas yang kurang beruntung. Ini dapat memperburuk ketidaksetaraan pendidikan.
- Keamanan Siber dan Privasi Data: Dengan meningkatnya penggunaan platform daring, risiko keamanan siber dan pelanggaran privasi data menjadi perhatian utama. Sistem pengamanan digital yang efektif di perpustakaan universitas adalah model penting untuk melindungi informasi (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022).
- Kesiapan dan Kompetensi Guru: Banyak guru mungkin belum memiliki keterampilan digital yang memadai atau merasa tidak nyaman dengan teknologi baru. Pelatihan yang tidak memadai dapat menghambat adopsi ICT yang efektif.
- Manajemen Perubahan: Resistensi terhadap perubahan, baik dari staf maupun siswa, adalah hal yang umum. Membangun budaya inovasi dan adaptasi memerlukan strategi manajemen perubahan yang cermat (Islam, Idris, & Furuoka, 2021).
- Kualitas Konten Digital: Ketersediaan konten digital yang berkualitas tinggi, relevan, dan sesuai dengan kurikulum masih menjadi masalah di banyak daerah.
- Infrastruktur yang Tidak Memadai: Di beberapa wilayah, infrastruktur internet yang lambat atau tidak stabil menjadi penghalang utama untuk pembelajaran berbasis ICT yang efektif.
Peluang:
- Peningkatan Akses dan Fleksibilitas: ICT memungkinkan akses ke pendidikan bagi siswa di lokasi terpencil atau mereka yang memiliki jadwal yang tidak konvensional. Transformasi model manajemen sekolah berasrama dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan (Darwanto et al., 2024).
- Pembelajaran yang Dipersonalisasi: Teknologi adaptif dan analitik pembelajaran memungkinkan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa, meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar.
- Kolaborasi dan Jaringan Global: ICT memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan guru dari berbagai lokasi, membuka pintu untuk pengalaman belajar yang lebih kaya dan perspektif global.
- Efisiensi Administratif: Sistem manajemen pendidikan berbasis ICT dapat mengotomatisasi tugas-tugas administratif, membebaskan waktu guru untuk fokus pada pengajaran.
- Inovasi Pedagogis: Teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan realitas virtual (VR) menawarkan peluang untuk metode pengajaran yang inovatif dan imersif. Masa depan penelitian di dunia yang digerakkan oleh kecerdasan buatan adalah area yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut (Kulkarni et al., 2024).
- Pengembangan Keterampilan Abad ke-21: Pembelajaran berbasis ICT secara inheren mengembangkan keterampilan digital, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah yang penting untuk pasar kerja modern. Studi tentang self-management skills siswa di universitas Islam menunjukkan pentingnya keterampilan ini (Muluk et al., 2021).
- Peningkatan Kualitas Melalui Analitik: Analitik data pembelajaran dapat memberikan wawasan berharga untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan metode pengajaran. Kemampuan analitik bisnis memengaruhi inovasi dan kualitas informasi, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja perusahaan (Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024).
- Peran Kepemimpinan Wanita: Kepemimpinan wanita di sekolah dapat menjadi katalisator dalam mengembangkan bimbingan dan kesejahteraan anggota sekolah dalam menghadapi pandemi global, yang menunjukkan potensi kepemimpinan yang beragam dalam mengatasi tantangan (Kultsum et al., 2022).
Pemanfaatan Teknologi Baru (AI, Blockchain, dll.)
Teknologi baru seperti AI dan blockchain memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap pembelajaran berbasis ICT. AI dapat digunakan untuk personalisasi pembelajaran, sistem tutor cerdas, dan analitik prediktif. Namun, implementasinya memerlukan pertimbangan etis dan keadilan. Penelitian tentang kerangka kerja untuk meningkatkan penjelasan AI dalam hasil deteksi intrusi menggunakan teknik pembersihan data menunjukkan pentingnya kualitas data dan transparansi dalam sistem berbasis AI, yang relevan untuk keamanan siber di lingkungan pendidikan (Liu, Zhong, Alnusair, & Islam, 2021). Demikian pula, studi tentang analisis dan evaluasi klasifikasi yang adil melalui lensa manajemen data menekankan perlunya memastikan keadilan dalam algoritma AI (Islam, Fariha, Meliou, & Salimi, 2022).
Blockchain, meskipun sering dikaitkan dengan keuangan, memiliki aplikasi potensial dalam pendidikan, seperti verifikasi kredensial, manajemen catatan akademik yang aman, dan bahkan platform pembelajaran terdesentralisasi. Integrasi blockchain dan SDN (Software-Defined Networking) menawarkan gambaran umum tentang aplikasi dan perspektif masa depan dalam jaringan, yang dapat diterapkan pada infrastruktur pendidikan yang aman dan efisien (Rahman et al., 2022). Studi tentang penerimaan teknologi blockchain di negara berkembang menunjukkan bahwa pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini sangat penting untuk implementasi yang sukses (Ahmed, Islam, & Qureshi, 2024).
Di bidang manajemen sumber daya manusia, blockchain juga menunjukkan potensi transformatif, sebagaimana diulas dalam tinjauan sistematis (Mohammad Saif & Islam, 2024). Ini dapat diterapkan pada manajemen pengembangan profesional guru, pelacakan sertifikasi, dan bahkan sistem penghargaan yang transparan. Namun, adopsi teknologi ini juga menghadapi tantangan, seperti turbulensi teknologi yang dapat menghambat kesiapan manajemen senior untuk implementasi (Alnsour, 2024).
Secara keseluruhan, diskusi ini menyoroti bahwa manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT adalah upaya multidisiplin yang membutuhkan kepemimpinan yang visioner, perencanaan strategis yang cermat, investasi dalam sumber daya manusia, adaptasi pedagogis, evaluasi berkelanjutan, dan kesadaran akan nilai-nilai etis dan budaya. Dengan mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang, lembaga pendidikan dapat secara efektif memanfaatkan ICT untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, dan berkualitas tinggi.
Kesimpulan
Manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT adalah imperatif strategis bagi lembaga pendidikan di era digital saat ini. Artikel ini, dari perspektif seorang peneliti, telah menganalisis secara kritis berbagai dimensi yang membentuk manajemen yang efektif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk memahami bagaimana kerangka manajemen yang efektif dapat dikembangkan dan diimplementasikan telah terjawab melalui sintesis literatur yang komprehensif.
Temuan kunci menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi ICT sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat dan transformasional. Pemimpin harus mampu menginspirasi perubahan, membangun kepercayaan, dan mengatasi resistensi, sebagaimana ditekankan dalam studi tentang kepemimpinan transformasional (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Selain itu, kepemimpinan yang bertanggung jawab dan etis, terutama dalam konteks pendidikan Islam, sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi digunakan sejalan dengan nilai-nilai moral dan keadilan sosial (Alazmi & Bush, 2024; Ezzani et al., 2023).
Perencanaan dan implementasi infrastruktur ICT yang matang, termasuk aspek keamanan digital dan manajemen data, merupakan fondasi yang tidak dapat diabaikan (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022). Pengembangan kurikulum dan pedagogi harus berpusat pada bagaimana ICT dapat memperkaya pengalaman belajar dan mengembangkan keterampilan abad ke-21, bukan hanya sebagai alat tambahan. Manajemen perubahan yang proaktif dan investasi berkelanjutan dalam pengembangan profesional guru adalah krusial untuk memastikan adopsi dan pemanfaatan teknologi yang efektif (Islam, Idris, & Furuoka, 2021; Islam & Haque, 2022).
Evaluasi dan penjaminan mutu yang sistematis, didukung oleh analitik data pembelajaran, sangat penting untuk mengukur dampak dan mendorong perbaikan berkelanjutan (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023; Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024). Namun, penggunaan data ini harus selalu mempertimbangkan aspek etika dan keadilan (Islam, Fariha, Meliou, & Salimi, 2022).
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa lembaga pendidikan perlu mengadopsi pendekatan holistik dan terintegrasi untuk manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Ini mencakup investasi dalam kepemimpinan yang visioner, pengembangan kapasitas guru, perencanaan infrastruktur yang cermat, desain kurikulum yang inovatif, dan sistem evaluasi yang kuat. Bagi institusi pendidikan Islam, integrasi nilai-nilai etis dan spiritual dalam setiap tahapan proses ini akan memperkuat relevansi dan keberlanjutan inisiatif ICT.
Saran untuk penelitian di masa depan meliputi eksplorasi lebih lanjut tentang dampak teknologi baru seperti AI dan blockchain pada pedagogi dan manajemen pendidikan, studi komparatif tentang model manajemen ICT di berbagai konteks budaya dan agama, serta penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang dari inisiatif ICT pada hasil belajar siswa dan kinerja institusional. Selain itu, penelitian tentang bagaimana mengatasi kesenjangan digital dan memastikan inklusi digital di komunitas yang kurang terlayani juga akan sangat berharga.
Kontribusi Penulis
Penulis tunggal bertanggung jawab penuh atas konsepsi, desain, pengumpulan data (tinjauan literatur), analisis, interpretasi, penulisan draf awal, dan revisi akhir manuskrip ini. Semua aspek penelitian dan penulisan dilakukan secara independen oleh penulis untuk memastikan koherensi dan integritas karya.
Daftar Pustaka
Aditya, & Wardana, W. S. A. (2022). Online Implementation of Marriage Management Information System (SIMKAH) to Improve Service Quality. MILRev: Metro Islamic Law Review, 1(2), 257–268. https://doi.org/10.32332/milrev.v1i2.6213
Ahmed, W., Islam, N., & Qureshi, H. N. (2024). Understanding the acceptability of block-chain technology in the supply chain; case of a developing country. Journal of Science and Technology Policy Management, 15(6), 1266–1293. https://doi.org/10.1108/JSTPM-06-2022-0097
Alazmi, A. A., & Bush, T. (2024). An Islamic-oriented educational leadership model: towards a new theory of school leadership in Muslim societies. Journal of Educational Administration and History, 56(3), 312–334. https://doi.org/10.1080/00220620.2023.2292573
AL Smadi, A. N., Amaran, S., Abugabah, A., & Alqudah, N. (2023). An examination of the mediating effect of Islamic Work Ethic (IWE) on the relationship between job satisfaction and job performance in Arab work environment. International Journal of Cross Cultural Management, 23(1), 59–77. https://doi.org/10.1177/14705958221120343
Alnsour, I. R. (2024). Technological turbulence as hindrance between factors influencing readiness of senior management and implementing blockchain technology in Jordanian Islamic banks: a structural equation modeling approach. Journal of Innovation and Entrepreneurship, 13(1). https://doi.org/10.1186/s13731-024-00377-5
Asmendri, Sari, M., Asrida, D., Muchlis, L. S., Febrian, V. R., & Azizah, N. (2024). Transformational Leadership in Islamic Education Institution Through Social Media Engagement. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 336–349. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i2.40221
Ayuhan, Shofiyah, S., & Karimah, U. (2022). Application of Quality Assurance Management in Boarding Schools: Implications for Final School Examination Results. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 323–334. https://doi.org/10.14421/jpai.2022.192-11
Bigo, V., & Islam, G. (2022). Embodiment and Management Learning: Understanding the Role of Bodily Analogy in a Yoga-Based Learning Model. Academy of Management Learning and Education, 21(4), 648–668. https://doi.org/10.5465/amle.2021.0190
Busahdiar, Karimah, U., & Tamin, S. (2023). Total Quality Management (TQM) and Basic Education: Its Application to Islamic Education in Muhammadiyah Elementary Schools. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 215–232. https://doi.org/10.14421/jpai.v20i2.8015
Darwanto, A., Prahmana, R. C. I., Susanti, A., & Khalil, I. A. (2024). Transformation of Boarding School Management Models in Enhancing Student Accessibility and Educational Quality. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 145–164. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.8632
Ezzani, M. D., Brooks, M. C., Yang, L., & Bloom, A. (2023). Islamic school leadership and social justice: an international review of the literature. International Journal of Leadership in Education, 26(5), 745–777. https://doi.org/10.1080/13603124.2021.2009037
Haj Ali, A., & Abu-Saad, I. (2024). Quality of work life, cultural values, and Islamic work ethics: The case of the Arab education system in Israel. International Journal of Cross Cultural Management, 24(2), 385–410. https://doi.org/10.1177/14705958241256729
Holm, M., & Islam, G. (2024). Peace of Our Mind: Managerial Interventions and the Search for Collective Mindfulness. Academy of Management Learning and Education, 23(1), 128–157. https://doi.org/10.5465/amle.2022.0076
Ibrahim, M. A., Abdullah, A., Ismail, I. A., & Asimiran, S. (2023). Islamic economics and finance instructional leadership and curriculum practices: a case study of selected public universities in Saudi Arabia. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 16(6), 1201–1218. https://doi.org/10.1108/IMEFM-10-2022-0393
Ifendi, M. (2021). Disaster Emergency Response Management to Anticipate the Spread of Covid-19 at the Islamic Boarding School. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 389–406. https://doi.org/10.14421/jpai.2021.182-10
Islam, A. K. M. N., Mäntymäki, M., Laato, S., & Turel, O. (2022). Adverse consequences of emotional support seeking through social network sites in coping with stress from a global pandemic. International Journal of Information Management, 62. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2021.102431
Islam, M. A., & Agarwal, N. K. (2021). What is the impact of library and information science on knowledge management research? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 51(1), 1–26. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-11-2018-0098
Islam, M. A., Hack-Polay, D., Rahman, M., Jantan, A. H., Dal Mas, F., & Kordowicz, M. (2023). Gender and leadership in public higher education in South Asia: examining the individual, socio-cultural and organizational barriers to female inclusion. Studies in Higher Education, 48(8), 1197–1215. https://doi.org/10.1080/03075079.2023.2187771
Islam, M. A., Siddique, H., Zhang, W., & Haque, I. (2023). A Deep Neural Network-Based Communication Failure Prediction Scheme in 5G RAN. IEEE Transactions on Network and Service Management, 20(2), 1140–1152. https://doi.org/10.1109/TNSM.2022.3229658
Islam, M. S., & Haque, A. (2022). Faculty readiness for online crisis teaching: The role of responsible leadership and teaching satisfaction in academia. International Journal of Educational Management, 36(7), 1112–1130. https://doi.org/10.1108/IJEM-02-2022-0067
Islam, M. S., & Stafford, T. (2022). Factors associated with the adoption of data analytics by internal audit function. Managerial Auditing Journal, 37(2), 193–223. https://doi.org/10.1108/MAJ-04-2021-3090
Islam, M. M., Islam, M. N., Munshi, M. N. U., & Haider, M. S. (2022). An effective digital safeguarding system in university libraries: A model plan. Data and Information Management, 6(1). https://doi.org/10.1016/j.dim.2022.100007
Islam, M. N., Furuoka, F., & Idris, A. (2021). Influence of Gender Diversity on Employee Work Engagement in the Context of Organizational Change: Evidence From Bangladeshi Employees. International Journal of Asian Business and Information Management, 12(3), 1–19. https://doi.org/10.4018/IJABIM.294099
Islam, M. N., Furuoka, F., & Idris, A. (2021). Mapping the relationship between transformational leadership, trust in leadership and employee championing behavior during organizational change. Asia Pacific Management Review, 26(2), 95–102. https://doi.org/10.1016/j.apmrv.2020.09.002
Islam, M. N., Idris, A., & Furuoka, F. (2021). Dynamic forces of amplifying employee change supportive behavior: An individual-level analysis. International Journal of Asian Business and Information Management, 12(3). https://doi.org/10.4018/IJABIM.20210701.oa27
Islam, M. T., & Asad, M. (2024). Enhancing employees’ creativity through entrepreneurial leadership: can knowledge sharing and creative self-efficacy matter? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(1), 59–73. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-07-2021-0121
Islam, M. T., Fariha, A., Meliou, A., & Salimi, B. (2022). Through the Data Management Lens: Experimental Analysis and Evaluation of Fair Classification. Proceedings of the ACM SIGMOD International Conference on Management of Data, 232–246. https://doi.org/10.1145/3514221.3517841
Islam, M. T., Talukder, M. S., Khayer, A., & Islam, A. K. M. N. (2023). Exploring continuance usage intention toward open government data technologies: an integrated approach. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(4), 785–807. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-10-2020-0195
Islam, M. Z., Naqshbandi, M. M., Bashir, M., & Ishak, N. A. (2024). Mitigating knowledge hiding behaviour through organisational social capital: a proposed framework. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(6), 1428–1456. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-02-2022-0045
Islam, K. A., Chen, D. Q., Marathe, M., Mortveit, H., Swarup, S., & Vullikanti, A. (2022). Incorporating Fairness in Large-scale Evacuation Planning. International Conference on Information and Knowledge Management, Proceedings, 3192–3201. https://doi.org/10.1145/3511808.3557075
Islam Demir, Y., Yazar, A., & Arslan, H. (2024). Waveform Management Approach With Machine Learning for 6G Systems. IEEE Transactions on Network and Service Management, 21(5), 5432–5444. https://doi.org/10.1109/TNSM.2024.3407017
Juhaidi, A. (2024). Social media marketing of Islamic higher education institution in Indonesia: a marketing mix perspective. Cogent Business and Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2374864
Kamil, Y., Lund, S., & Islam, G. (2023). Information security objectives and the output legitimacy of ISO/IEC 27001: stakeholders’ perspective on expectations in private organizations in Sweden. Information Systems and E-Business Management, 21(3), 699–722. https://doi.org/10.1007/s10257-023-00646-y
Khan, A., Talukder, M. S., Islam, Q. T., & Islam, A. K. M. N. (2024). The impact of business analytics capabilities on innovation, information quality, agility and firm performance: the moderating role of industry dynamism. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(5), 1124–1152. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-01-2022-0027
Kim, H. J. (2023). Collegial Leadership and Election in Muhammadiyah: Institutional Ways to Diffuse the Religious Authority of Leaders. Studia Islamika, 30(2), 211–234. https://doi.org/10.36712/SDI.V30I2.33741
Kulkarni, M., Mantere, S., Vaara, E., van den Broek, E., Pachidi, S., Glaser, V. L., Gehman, J., Petriglieri, G., Lindebaum, D., Cameron, L. D., Rahman, H. A., Islam, G., & Greenwood, M. (2024). The Future of Research in an Artificial Intelligence-Driven World. Journal of Management Inquiry, 33(3), 207–229. https://doi.org/10.1177/10564926231219622
Kultsum, U., Zada, K., Defianty, M., & Roup, M. (2022). Women School Leadership: The Catalytic Style in Developing Guidance and School Members’ Well-Being in Facing Global Pandemic. Islamic Guidance and Counseling Journal, 5(2), 119–134. https://doi.org/10.25217/igcj.v5i2.2711
Liu, H., Zhong, C., Alnusair, A., & Islam, S. R. (2021). FAIXID: A Framework for Enhancing AI Explainability of Intrusion Detection Results Using Data Cleaning Techniques. Journal of Network and Systems Management, 29(4). https://doi.org/10.1007/s10922-021-09606-8
Mahadi, M. H., Kamarzaman, M. H., Kamaruzaman, M. A. S., & Jalil, M. H. (2023). A Model of Ethical Management in Organisations: An Analysis of al-Ghazali’s Theory of Management. International Journal of Islamic Thought, 24(1), 126–132. https://doi.org/10.24035/ijit.24.2023.275
Masuduzzaman, M., Rahim, T., Islam, A., & Shin, S. Y. (2024). UAV-Employed Intelligent Approach to Identify Injured Soldier on Blockchain-Integrated Internet of Battlefield Things. IEEE Transactions on Network and Service Management, 21(5), 5197–5214. https://doi.org/10.1109/TNSM.2024.3436674
Mohammad Saif, A. N., & Islam, M. A. (2024). Blockchain in human resource management: a systematic review and bibliometric analysis. Technology Analysis and Strategic Management, 36(4), 635–650. https://doi.org/10.1080/09537325.2022.2049226
Mohammed Sayem, I., Islam Sayed, M., Saha, S., & Haque, A. (2024). ENIDS: A Deep Learning-Based Ensemble Framework for Network Intrusion Detection Systems. IEEE Transactions on Network and Service Management, 21(5), 5809–5825. https://doi.org/10.1109/TNSM.2024.3414305
Muluk, S., Akmal, S., Andriana, D., Habiburrahim, H., & Safrul, M. S. (2021). Understanding students’ self-management skills at State Islamic University in Indonesia. Qualitative Report, 26(7), 2333–2346. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2021.4817
Palash, M. A. S., Talukder, M. S., Islam, A. K. M. N., & Bao, Y. (2022). Positive and negative valences, personal innovativeness and intention to use facial recognition for payments. Industrial Management and Data Systems, 122(4), 1081–1108. https://doi.org/10.1108/IMDS-04-2021-0230
Paul, T., Islam, N., Mondal, S., & Rakshit, S. (2022). RFID-integrated blockchain-driven circular supply chain management: A system architecture for B2B tea industry. Industrial Marketing Management, 101, 238–257. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2021.12.003
Rahman, A., Montieri, A., Kundu, D., Karim, M. R., Islam, M. J., Umme, S., Nascita, A., & Pescapé, A. (2022). On the Integration of Blockchain and SDN: Overview, Applications, and Future Perspectives. Journal of Network and Systems Management, 30(4). https://doi.org/10.1007/s10922-022-09682-4
Saragih, N., Mansur, S., Pambayun, E. L., & Topikurohman. (2023). Organizational Ethnography Analysis: Participation of Islamic Religious Leaders in Handling Covid-19 through Integrative Communication. Journal of Intercultural Communication, 23(4), 27–40. https://doi.org/10.36923/jicc.v23i4.163
Wei, D., Islam, M. M., Schieber, B., & Basu Roy, S. (2022). Rank Aggregation with Proportionate Fairness. Proceedings of the ACM SIGMOD International Conference on Management of Data, 262–275. https://doi.org/10.1145/3514221.3517865
Wulandari, F., & Mubarak, S. (2021). Islamic work ethics and lecturer performance: Mediating roles of personorganization fit and innovation in learning activities. Problems and Perspectives in Management, 19(3), 22–32. https://doi.org/10.21511/ppm.19(3).2021.03