Judul: Analisis Komprehensif Manajemen Penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal: Perspektif Kepemimpinan Islam dan Kinerja Organisasi
Penulis: [Nama Peneliti]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) di Indonesia, dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan Islam dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. RA, sebagai institusi pendidikan anak usia dini berbasis Islam, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan fondasi keilmuan generasi penerus. Namun, tantangan dalam manajemen, mulai dari kepemimpinan, sumber daya manusia, hingga tata kelola, seringkali menghambat optimalisasi potensinya. Melalui pendekatan studi literatur dan sintesis analitis terhadap berbagai publikasi ilmiah terkini, penelitian ini mengeksplorasi model kepemimpinan Islam yang efektif, praktik manajemen sumber daya manusia yang selaras dengan etika Islam, serta kerangka tata kelola yang mendukung kualitas dan keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan etis, yang dijiwai nilai-nilai rahmah dan keadilan, memainkan peran sentral dalam memotivasi staf dan mendorong inovasi. Selain itu, penerapan etika kerja Islam dan manajemen pengetahuan yang sistematis terbukti meningkatkan komitmen dan kinerja organisasi. Studi ini juga menyoroti pentingnya adaptasi model kepemimpinan wanita dan integrasi teknologi digital untuk menghadapi dinamika kontemporer. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja bagi pengelola RA untuk mengembangkan strategi manajemen yang holistik, berakar pada nilai-nilai Islam, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, guna mencapai keunggulan operasional dan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Manajemen RA, Kepemimpinan Islam, Kinerja Organisasi, Pendidikan Anak Usia Dini, Etika Kerja Islam.
Pendahuluan
Lembaga Raudhatul Athfal (RA) memegang peranan fundamental dalam ekosistem pendidikan nasional, khususnya di Indonesia, sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter dan peletakan dasar keilmuan bagi anak usia dini dengan landasan nilai-nilai Islam. Keberadaan RA tidak hanya sebagai penyedia layanan pendidikan prasekolah, tetapi juga sebagai pilar pembinaan moral dan spiritual yang esensial di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang kian kompleks. Signifikansi strategis ini menuntut adanya sistem manajemen yang tidak hanya efisien dan efektif, tetapi juga selaras dengan filosofi dan tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Manajemen penyelenggaraan RA, oleh karena itu, bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah manifestasi dari visi pendidikan yang lebih luas, yang berupaya mengintegrasikan aspek duniawi dan ukhrawi dalam setiap praktik operasionalnya.
Tinjauan literatur menunjukkan bahwa manajemen lembaga pendidikan, termasuk RA, dihadapkan pada berbagai tantangan yang multidimensional. Tantangan-tantangan ini berkisar dari keterbatasan sumber daya finansial dan manusia yang berkualitas, adaptasi terhadap perubahan kurikulum dan teknologi, hingga kompleksitas dalam membangun partisipasi aktif dari orang tua dan komunitas. Publikasi ilmiah telah banyak membahas aspek kepemimpinan dalam konteks pendidikan, seperti model kepemimpinan transformasional yang mendorong inovasi dan adaptasi (Islam, Furuoka, & Idris, 2021)^1, serta pentingnya kepemimpinan etis dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan meningkatkan keterlibatan karyawan (Alam, Kartar Singh, & Islam, 2021)^2. Namun, ketika membahas konteks lembaga pendidikan Islam seperti RA, seringkali muncul dimensi tambahan yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual, etika Islam, dan kepatuhan syariah yang memerlukan pendekatan manajemen yang khas dan terintegrasi.
Kesenjangan penelitian yang teridentifikasi adalah kurangnya analisis komprehensif yang secara spesifik mengkaji bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan dan manajemen Islam dapat secara holistik diimplementasikan dalam penyelenggaraan RA untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan kualitas pendidikan. Meskipun terdapat banyak studi tentang kepemimpinan Islam di berbagai sektor, seperti perbankan syariah atau perusahaan, aplikasinya secara mendalam dalam konteks pendidikan anak usia dini Islam masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Padahal, karakteristik RA yang unik, dengan penekanan pada pendidikan agama sejak dini, memerlukan model manajemen yang tidak hanya mengadopsi praktik terbaik dari manajemen umum, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman secara inheren dalam setiap aspeknya. Misalnya, bagaimana kepemimpinan yang berlandaskan nilai rahmah dan keadilan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan operasional yang konkret di RA, atau bagaimana etika kerja Islam dapat memotivasi para pendidik untuk memberikan layanan terbaik.
Berdasarkan latar belakang dan kesenjangan penelitian tersebut, penelitian ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk mengidentifikasi dan menganalisis model kepemimpinan Islam yang paling relevan dan efektif untuk diterapkan dalam konteks penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal. Kedua, untuk mengeksplorasi praktik-praktik manajemen sumber daya manusia yang selaras dengan etika dan nilai-nilai Islam guna meningkatkan motivasi, komitmen, dan kinerja pendidik serta staf RA. Ketiga, untuk mengkaji kerangka tata kelola dan strategi operasional yang dapat mendukung kualitas dan keberlanjutan Lembaga RA, dengan mempertimbangkan dimensi kepatuhan syariah dan tanggung jawab sosial. Keempat, untuk merumuskan implikasi praktis dan arah penelitian masa depan yang dapat berkontribusi pada pengembangan manajemen RA yang lebih baik di Indonesia.
Novelty dari penelitian ini terletak pada upaya sistematis untuk mensintesis berbagai temuan penelitian tentang kepemimpinan dan manajemen Islam dari beragam sektor dan konteks, kemudian mengadaptasi serta mengelaborasinya secara spesifik untuk aplikasi dalam penyelenggaraan RA. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi praktik-praktik terbaik, tetapi juga menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi fondasi integral dalam setiap keputusan dan tindakan manajerial, bukan sekadar tambahan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis yang signifikan terhadap literatur manajemen pendidikan Islam dan memberikan panduan praktis yang relevan bagi para pemangku kepentingan di Lembaga Raudhatul Athfal untuk mencapai keunggulan dalam pendidikan anak usia dini yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Metode
Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi literatur yang komprehensif dan sintesis analitis (systematic literature review). Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menginterpretasikan semua penelitian yang relevan dengan topik manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal, kepemimpinan Islam, dan kinerja organisasi, yang telah dipublikasikan secara luas. Pendekatan ini sangat sesuai untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang kompleks dan multidimensional, serta untuk mengidentifikasi pola, kesenjangan, dan arah penelitian di masa depan. Dalam konteks ini, studi literatur memungkinkan integrasi berbagai perspektif dari disiplin ilmu yang berbeda, seperti manajemen, pendidikan, dan studi Islam, untuk membentuk kerangka analisis yang holistik.
Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi artikel-artikel ilmiah yang relevan dari basis data yang komprehensif. Sumber utama data adalah tautan yang diberikan (https://tpr.mjukn.org/p/manage.html), yang berisi daftar publikasi ilmiah yang berkaitan dengan manajemen dan Islam. Dari daftar tersebut, sebanyak 45 referensi dipilih secara cermat berdasarkan relevansinya dengan topik manajemen lembaga pendidikan, kepemimpinan Islam, manajemen sumber daya manusia, tata kelola, dan kinerja organisasi dalam konteks Islam. Kriteria pemilihan meliputi fokus pada kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi Islam atau pendidikan, pembahasan etika dan nilai-nilai Islam dalam konteks manajerial, serta kontribusi terhadap pemahaman tentang kinerja dan keberlanjutan organisasi. Artikel-artikel yang dipilih mencakup berbagai jurnal internasional bereputasi, memastikan kualitas dan validitas informasi yang digunakan.
Setelah pengumpulan data, prosedur analisis data melibatkan beberapa tahapan. Pertama, setiap artikel yang dipilih dibaca secara seksama untuk mengekstrak informasi kunci terkait model kepemimpinan, praktik manajemen, tantangan, strategi, dan temuan relevan lainnya. Data ini kemudian dikategorikan berdasarkan tema-tema utama yang muncul, seperti kepemimpinan Islam, manajemen sumber daya manusia, tata kelola organisasi, inovasi, dan kinerja. Kedua, dilakukan sintesis tematik, di mana temuan dari berbagai studi diintegrasikan dan dibandingkan untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan pola yang konsisten. Misalnya, bagaimana berbagai model kepemimpinan Islam (misalnya, transformasional, servant leadership, etis) saling melengkapi atau memiliki implikasi yang berbeda dalam konteks pendidikan anak usia dini.
Ketiga, analisis kritis dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan dan keterbatasan dari setiap studi, serta untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur yang ada. Ini juga melibatkan penilaian terhadap metodologi yang digunakan dalam studi-studi yang dirujuk untuk memahami validitas dan generalisasi temuan mereka. Misalnya, studi tentang kepemimpinan wanita dalam lembaga pendidikan Islam dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang yang spesifik (Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, 2022)^3. Keempat, temuan-temuan yang disintesis kemudian digunakan untuk membangun argumen dan kerangka konseptual yang menjawab pertanyaan penelitian. Proses ini melibatkan elaborasi bagaimana prinsip-prinsip manajemen yang diilhami Islam dapat diterapkan secara efektif dalam penyelenggaraan RA, serta bagaimana hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja dan kualitas pendidikan.
Justifikasi pemilihan metode studi literatur ini adalah kemampuannya untuk menyediakan landasan teoritis yang kuat dan pemahaman yang mendalam tanpa memerlukan pengumpulan data primer yang seringkali membutuhkan sumber daya besar. Dengan memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang sudah ada dalam literatur ilmiah, penelitian ini dapat menyajikan gambaran yang komprehensif dan terstruktur mengenai manajemen RA dari perspektif seorang peneliti. Metode ini juga memungkinkan untuk menyoroti tren penelitian, mengidentifikasi area yang belum banyak dieksplorasi, dan merumuskan rekomendasi yang berbasis bukti untuk praktik dan penelitian di masa depan. Meskipun demikian, keterbatasan metode ini adalah ketergantungannya pada kualitas dan ketersediaan literatur yang ada. Oleh karena itu, pemilihan referensi yang cermat dan analisis yang kritis menjadi sangat penting untuk memastikan validitas temuan penelitian ini.
Diskusi I: Fondasi Teoritis dan Konseptual Manajemen Lembaga Pendidikan Islam
Manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) memerlukan fondasi teoritis dan konseptual yang kokoh, terutama yang berakar pada prinsip-prinsip Islam, mengingat identitas dan misi inti lembaga ini. Dalam konteks ini, kepemimpinan Islam, manajemen sumber daya manusia berbasis nilai, dan tata kelola yang efektif menjadi pilar utama. Kepemimpinan, khususnya, adalah elemen krusial yang membentuk budaya organisasi dan mengarahkan pencapaian tujuan pendidikan. Studi-studi kontemporer semakin menekankan pentingnya model kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada nilai-nilai etis dan spiritual.
Kepemimpinan Islam dalam Konteks Pendidikan
Model kepemimpinan berorientasi Islam menawarkan paradigma yang berbeda dari model kepemimpinan konvensional, dengan penekanan pada nilai-nilai moral, keadilan, rahmah, dan tanggung jawab sosial. Alazmi dan Bush (2024)^4 mengemukakan bahwa model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam berupaya menciptakan teori kepemimpinan sekolah baru di masyarakat Muslim, yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan. Hal ini berarti seorang pemimpin RA tidak hanya berfokus pada pencapaian target akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami pada anak didik dan pengembangan spiritual seluruh komunitas sekolah. Kepemimpinan semacam ini melampaui sekadar efisiensi operasional; ia merangkul visi yang lebih besar untuk menumbuhkan individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Prinsip-prinsip kepemimpinan etis dan servant leadership sangat relevan dalam konteks RA. Alam, Kartar Singh, dan Islam (2021)^5 menunjukkan bahwa pengawas yang suportif melengkapi efek kepemimpinan etis terhadap keterlibatan karyawan. Dalam RA, ini berarti pemimpin harus menjadi teladan moral, menunjukkan integritas, dan memperlakukan semua staf dengan adil dan hormat. Servant leadership, di mana pemimpin mengutamakan kebutuhan dan pengembangan pengikutnya, juga sangat sesuai. Islam, Ahmad, dan Ahmed (2023)^6 menyoroti bagaimana servant leadership yang spesifik lingkungan dapat dikaitkan dengan perilaku kewarganegaraan lingkungan organisasi, yang relevan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini di RA. Demikian pula, Khan, Mubarik, Islam, Rehman, Ahmed, Khan, dan Sohail (2022)^7 menemukan bahwa servant leadership memicu perilaku kerja inovatif melalui pemberdayaan psikologis dan job crafting. Ini mengindikasikan bahwa pemimpin RA yang menerapkan servant leadership dapat memberdayakan para guru untuk berinovasi dalam metode pengajaran dan kurikulum, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepemimpinan transformasional juga memiliki dampak signifikan. Islam, Furuoka, dan Idris (2021)^8 memetakan hubungan antara kepemimpinan transformasional, kepercayaan pada kepemimpinan, dan perilaku championing karyawan selama perubahan organisasi. Dalam lingkungan pendidikan yang dinamis, pemimpin RA yang transformasional dapat menginspirasi guru dan staf untuk merangkul perubahan, seperti adopsi kurikulum baru atau teknologi pembelajaran, dengan antusiasme dan komitmen. Lebih lanjut, Islam, Bari, Al-Kharusi, Bhuiyan, dan Faisal-E-Alam (2023)^9 mengkaji dampak kepemimpinan transformasional, modal manusia, dan kepuasan kerja terhadap kinerja organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pemimpin transformasional di RA dapat meningkatkan kepuasan kerja guru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja pengajaran dan pembelajaran.
Peran nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan tidak bisa diabaikan. Alqhaiwi, Bednall, dan Kyndt (2023)^10 meneliti keunggulan dalam kepemimpinan di dunia Arab, menekankan prinsip-prinsip Islam dan nilai-nilai kesukuan. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif di RA harus selaras dengan nilai-nilai budaya dan agama yang berlaku, yang dalam konteks Indonesia adalah nilai-nilai Islam. Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, dan Jalil (2023)^11 menyajikan model manajemen etis dalam organisasi berdasarkan analisis teori manajemen Al-Ghazali. Model ini sangat relevan untuk RA, di mana etika dan moralitas adalah inti dari misi pendidikan. Pemimpin RA dapat mengambil inspirasi dari Al-Ghazali untuk membangun sistem manajemen yang mengutamakan keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab spiritual. Parry dan Faris (2022)^12 juga membahas tentang kepemimpinan Muslim dalam "sangkar besi kompleksitas budaya", yang menyoroti tantangan dan peluang bagi pemimpin Muslim untuk menegaskan identitas kepemimpinan mereka dalam konteks modern.
Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai Islam
Manajemen sumber daya manusia (SDM) di RA harus dijiwai oleh etika kerja Islam untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Etika kerja Islam menekankan pada dedikasi, kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan sebagai bentuk ibadah. Wulandari dan Mubarak (2021)^13 menemukan bahwa etika kerja Islam dan kinerja dosen dimediasi oleh kesesuaian individu-organisasi dan inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa ketika nilai-nilai pribadi guru selaras dengan etika kerja Islam yang dianut RA, kinerja mereka akan meningkat, terutama jika didukung oleh lingkungan yang mendorong inovasi. Hamzah, Ashoer, dan Hamzah (2021)^14 juga meneliti dampak nilai-nilai kerja Islam terhadap kinerja in-role karyawan Muslim di Indonesia. Temuan mereka menegaskan bahwa nilai-nilai Islam dapat menjadi motivator kuat bagi karyawan untuk berprestasi.
AL Smadi, Amaran, Abugabah, dan Alqudah (2023)^15 menguji efek mediasi etika kerja Islam pada hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja kerja di lingkungan kerja Arab. Hasilnya menunjukkan bahwa etika kerja Islam dapat memperkuat hubungan positif antara kepuasan kerja dan kinerja. Dalam konteks RA, ini berarti menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan guru, yang diiringi dengan penanaman etika kerja Islam, akan menghasilkan kinerja yang optimal. Toumi dan Su (2023)^16 juga melakukan studi kualitatif tentang nilai-nilai Islam dan manajemen sumber daya manusia, yang memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai ini dapat diintegrasikan dalam praktik SDM sehari-hari.
Manajemen pengetahuan dan komitmen organisasi juga merupakan aspek penting dari manajemen SDM yang efektif. Ishak, Naqshbandi, Islam, dan Haji Sumardi (2023)^17 menyoroti peran komitmen organisasi dan pertukaran pemimpin-anggota dalam aplikasi pengetahuan selama pandemi COVID-19. Dalam RA, ini berarti membangun komitmen yang kuat di antara guru dan staf, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan, akan sangat penting untuk adaptasi dan inovasi. Islam dan Agarwal (2021)^18 membahas dampak ilmu perpustakaan dan informasi terhadap penelitian manajemen pengetahuan, menunjukkan relevansi sistematisasi pengetahuan dalam organisasi. Islam, Naqshbandi, Bashir, dan Ishak (2024)^19 juga mengusulkan kerangka kerja untuk mengurangi perilaku penyembunyian pengetahuan melalui modal sosial organisasi. Ini relevan untuk RA dalam menciptakan budaya berbagi pengetahuan yang terbuka dan kolaboratif. Ishak, Islam, dan Sumardi (2023)^20 juga menyajikan kerangka teoritis praktik manajemen sumber daya manusia dalam menciptakan tenaga kerja yang berkomitmen untuk mendorong transfer pengetahuan.
Pengembangan kompetensi dan motivasi karyawan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di RA. Islam, Islam, dan Yasmin (2024)^21 mengidentifikasi penentu kontekstual motivasi karyawan. Pemimpin RA perlu memahami faktor-faktor ini untuk merancang program pengembangan dan insentif yang efektif. Prayogi, Farisi, dan Lesmana (2023)^22 meneliti kompetensi karir dan kinerja karyawan, dengan peran mediasi job crafting dan keterlibatan karyawan di perbankan syariah. Meskipun konteksnya berbeda, prinsip-prinsip ini dapat diadaptasi untuk RA: mendorong guru untuk secara proaktif membentuk pekerjaan mereka (job crafting) dan meningkatkan keterlibatan mereka akan berdampak positif pada kinerja.
Tata Kelola (Governance) dan Kualitas dalam Lembaga Islam
Tata kelola yang kuat dan fokus pada kualitas adalah prasyarat untuk keberlanjutan dan keunggulan Lembaga RA. Tata kelola yang baik memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap standar etika dan syariah. Islam, Chadee, dan Polonsky (2023)^23 membahas bagaimana tata kelola relasional berdampak pada kinerja lead-time pemasok di negara berkembang. Meskipun ini dalam konteks rantai pasokan, gagasan tentang tata kelola yang efektif untuk meningkatkan kinerja tetap relevan. Dalam RA, ini berarti membangun sistem tata kelola yang jelas untuk semua aspek operasional, mulai dari keuangan hingga kurikulum.
Manajemen kualitas total (TQM) dalam pendidikan Islam juga penting. Busahdiar, Karimah, dan Tamin (2023)^24 membahas penerapan TQM di sekolah dasar Muhammadiyah. Prinsip-prinsip TQM, seperti fokus pada pelanggan (dalam hal ini, anak didik dan orang tua), perbaikan berkelanjutan, dan partisipasi karyawan, dapat diadaptasi untuk RA. Ayuhan, Shofiyah, dan Karimah (2022)^25 mengkaji penerapan manajemen jaminan kualitas di sekolah berasrama dan implikasinya terhadap hasil ujian akhir sekolah. Ini menunjukkan bahwa sistem jaminan kualitas yang ketat dapat secara langsung meningkatkan hasil pendidikan di RA.
Pengelolaan risiko dan kepatuhan syariah adalah dimensi unik dari tata kelola di lembaga Islam. Keskin dan Azhar (2024)^26 membahas penafsiran keyakinan pada Qadar (takdir) dengan pemahaman kontemporer tentang manajemen risiko. Ini menggarisbawahi perlunya RA untuk mengembangkan kerangka manajemen risiko yang tidak hanya mempertimbangkan risiko operasional dan finansial, tetapi juga risiko ketidakpatuhan syariah dan risiko reputasi yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam. Sheikh, Ayaz, dan Siddique (2023)^27 juga mengkaji tata kelola syariah dan manajemen risiko ketidakpatuhan syariah berdasarkan Maqasid Shari'ah. Ini memberikan panduan penting bagi RA dalam memastikan bahwa semua kebijakan dan praktik mereka selaras dengan tujuan-tujuan syariah.
Dengan demikian, fondasi teoritis dan konseptual untuk manajemen penyelenggaraan RA harus dibangun di atas pilar kepemimpinan Islam yang etis dan transformasional, manajemen sumber daya manusia yang dijiwai etika kerja Islam dan berorientasi pada pengembangan, serta tata kelola yang kuat yang menjamin kualitas dan kepatuhan syariah. Integrasi ketiga pilar ini akan memungkinkan RA untuk tidak hanya memenuhi standar pendidikan nasional, tetapi juga untuk mewujudkan visi pendidikannya sebagai lembaga yang mencetak generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual.
Diskusi II: Tantangan dan Strategi Implementasi Manajemen di Lembaga RA
Implementasi manajemen yang efektif di Lembaga Raudhatul Athfal (RA) seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan unik, yang memerlukan strategi adaptif dan inovatif. Tantangan ini tidak hanya bersifat internal seperti kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur, tetapi juga eksternal seperti dinamika sosial-budaya dan ekspektasi masyarakat. Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan manajemen yang fleksibel, responsif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Adaptasi Model Kepemimpinan untuk RA
Salah satu area krusial adalah adaptasi model kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik RA. Kepemimpinan wanita, misalnya, menjadi topik yang semakin relevan dalam diskusi manajemen pendidikan Islam. Kultsum, Zada, Defianty, dan Roup (2022)^28 mengkaji kepemimpinan sekolah wanita sebagai gaya katalitik dalam mengembangkan bimbingan dan kesejahteraan anggota sekolah dalam menghadapi pandemi global. Dalam konteks RA, di mana sebagian besar pendidik adalah wanita, kepemimpinan wanita yang empatik dan suportif dapat menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Islam, Hack-Polay, Rahman, Jantan, Dal Mas, dan Kordowicz (2023)^29 juga meneliti gender dan kepemimpinan di pendidikan tinggi di Asia Selatan, mengidentifikasi hambatan individu, sosial-budaya, dan organisasi terhadap inklusi wanita. Meskipun dalam konteks pendidikan tinggi, temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana RA dapat mengatasi hambatan serupa untuk memberdayakan pemimpin wanita.
Diskusi tentang kepemimpinan wanita dalam Islam juga dieksplorasi oleh Sutrisno, Fanani, dan Marsidi (2023)^30 dari perspektif hukum Islam dan peraturan hukum, serta oleh Hannan, Huda, Firdaus, Afabih, dan Musthofa (2024)^31 yang membahas fatwa tentang kepemimpinan wanita di institusi pendidikan tinggi Islam. Racman (2022)^32 bahkan mempertanyakan apakah ada seksisme dalam kepemimpinan Islam dengan studi kasus Sultanah di Kesultanan Lanao, Filipina. Ramli, Jaafar, Ariffin, Kasa, Qotadah, Achmad, dan Siswanto (2024)^33 menyoroti wanita Muslim-Melayu dalam kepemimpinan politik, menavigasi tantangan dan membentuk masa depan. Semua studi ini menunjukkan bahwa meskipun ada perdebatan, peran kepemimpinan wanita dalam Islam, termasuk di lembaga pendidikan seperti RA, semakin diakui dan perlu didukung dengan kerangka kerja yang jelas. Abbas dan Rawabdeh (2022)^34 juga menyajikan kompetensi wanita dari narasi Al-Qur'an, dengan gaya manajemen krisis Ratu Sheba sebagai model kepemimpinan, menawarkan inspirasi kepemimpinan wanita yang kuat dari sejarah Islam.
Kepemimpinan kolegial dan otoritas agama juga penting. Kim (2023)^35 membahas kepemimpinan kolegial dan pemilihan di Muhammadiyah sebagai cara institusional untuk menyebarkan otoritas agama para pemimpin. Dalam RA, ini berarti pemimpin harus membangun konsensus dan melibatkan seluruh komunitas (guru, staf, orang tua) dalam pengambilan keputusan, sambil tetap menghormati otoritas keilmuan agama. Kepemimpinan adaptif sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan yang cepat. Islam dan Haque (2022)^36 menyoroti peran kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kepuasan mengajar dalam kesiapan fakultas untuk pengajaran krisis online. Pengelola RA harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang bertanggung jawab, terutama dalam situasi krisis (misalnya, pandemi atau bencana), untuk memastikan kelangsungan pendidikan. Islam, Sharif, Ali, dan Jamil (2024)^37 juga meneliti kepemimpinan paternalistik, yang mungkin relevan di beberapa budaya dengan jarak kekuasaan yang tinggi, meskipun perlu diadaptasi agar tidak menghambat otonomi dan inovasi.
Manajemen Operasional dan Strategi Peningkatan Kinerja
Manajemen operasional di RA harus efisien dan inovatif untuk memastikan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas. Pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan adalah isu yang semakin mendesak. Islam, Ahmad, dan Ahmed (2023)^38 membahas kepemimpinan servant yang spesifik lingkungan, yang dapat mendorong perilaku kewarganegaraan lingkungan organisasi. RA dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan dan praktik berkelanjutan dalam operasionalnya, menjadikan lembaga tersebut sebagai teladan bagi anak didik dan komunitas. Eltoum, Yatiban, Omar, dan Islam (2021)^39 juga meneliti praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan bisnis selama pandemi COVID-19. RA, sebagai lembaga sosial, juga memiliki tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan dalam praktik manajemennya.
Strategi bisnis dan kelangsungan hidup organisasi menjadi pertimbangan penting bagi RA, terutama dalam mengelola sumber daya dan menghadapi ketidakpastian. Islam dan Fatema (2023)^40 mengkaji bagaimana strategi bisnis memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan selama pandemi COVID-19. RA perlu mengembangkan strategi yang adaptif dan berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan operasionalnya. Manajemen rantai pasokan, meskipun lebih sering dibahas dalam bisnis, memiliki analogi dalam manajemen sumber daya dan logistik di RA. Islam, Nielsen, Schulze-Ehlers, dan Badiuzzaman (2022)^41 mengeksplorasi defisit kinerja dalam rantai pasokan pakan ikan, yang dapat memberikan pelajaran tentang bagaimana mengelola rantai pasokan sumber daya pendidikan secara efisien. Islam, M. T., Chadee, D., & Polonsky, M. J. (2023)^23 juga membahas tata kelola relasional dalam rantai nilai global, yang dapat diadaptasi untuk mengelola hubungan dengan pemasok dan mitra RA.
Pemanfaatan teknologi dalam manajemen RA adalah keniscayaan di era digital. Islam, Talukder, Khayer, dan Islam (2023)^42 mengeksplorasi niat penggunaan berkelanjutan terhadap teknologi data pemerintah terbuka. RA dapat mengadaptasi prinsip-prinsip ini untuk mengadopsi teknologi digital dalam administrasi, komunikasi dengan orang tua, dan bahkan dalam proses pembelajaran. Islam, Islam, Munshi, dan Haider (2022)^43 menyajikan sistem perlindungan digital yang efektif di perpustakaan universitas. Konsep ini dapat diterapkan di RA untuk melindungi data siswa dan staf, serta memastikan keamanan informasi digital.
Pengelolaan Hubungan Pemangku Kepentingan dan Komunikasi
Hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan RA. Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk lembaga pendidikan. Eltoum, Yatiban, Omar, dan Islam (2021)^44 meneliti praktik CSR perusahaan bisnis selama pandemi COVID-19. RA harus secara proaktif terlibat dalam kegiatan CSR yang relevan dengan komunitasnya, memperkuat citra dan relevansinya. Komunikasi yang efektif juga sangat penting. Akhtar, Siddiqi, Islam, dan Paul (2022)^45 membahas ketidakpercayaan konsumen dan niat perilaku dalam konteks atribut pemesanan hotel. Meskipun konteksnya berbeda, pentingnya membangun kepercayaan melalui komunikasi yang transparan dan jujur sangat relevan untuk RA dalam berinteraksi dengan orang tua dan masyarakat.
Manajemen konflik dan budaya organisasi yang sehat juga merupakan bagian integral dari manajemen hubungan pemangku kepentingan. Ahmad, Islam, D’Cruz, dan Noronha (2023)^46 membahas peran kepemimpinan servant dan kasih sayang dalam mengelola bullying di tempat kerja. RA harus memiliki kebijakan yang jelas untuk mencegah dan menangani konflik serta bullying di antara staf atau siswa, menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Islam, Furuoka, dan Idris (2021)^8 menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat mendorong perilaku championing karyawan selama perubahan organisasi, yang mengindikasikan pentingnya pemimpin dalam mengelola resistensi terhadap perubahan dan membangun budaya adaptif.
Secara keseluruhan, implementasi manajemen di Lembaga RA memerlukan pendekatan yang terintegrasi, menggabungkan prinsip-prinsip kepemimpinan Islam yang adaptif, manajemen operasional yang efisien dan inovatif, serta pengelolaan hubungan pemangku kepentingan yang proaktif. Dengan demikian, RA dapat tidak hanya bertahan dalam lingkungan yang kompetitif, tetapi juga berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan relevan di mata masyarakat.
Diskusi III: Implikasi dan Arah Penelitian Masa Depan
Diskusi mengenai manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) dari perspektif kepemimpinan Islam dan kinerja organisasi membawa kita pada implikasi praktis yang signifikan bagi para pengelola dan pemangku kepentingan, sekaligus membuka berbagai peluang untuk penelitian di masa depan. Memahami bagaimana teori dan praktik dapat saling melengkapi adalah kunci untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan anak usia dini Islam.
Implikasi Praktis bagi Lembaga RA
Implikasi praktis dari analisis ini sangat beragam dan dapat menjadi panduan bagi pengelola RA dalam merumuskan kebijakan dan strategi. Pertama, dalam hal kepemimpinan, RA harus berinvestasi dalam pengembangan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara manajerial tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dan etika Islam. Program pelatihan kepemimpinan yang mengintegrasikan prinsip servant leadership, kepemimpinan transformasional, dan kepemimpinan etis (Islam, Ahmad, & Ahmed, 2023)^6, (Islam, Furuoka, & Idris, 2021)^8, (Alam, Kartar Singh, & Islam, 2021)^5 akan sangat bermanfaat. Penekanan pada nilai-nilai seperti rahmah, keadilan, dan integritas (Alqhaiwi, Bednall, & Kyndt, 2023)^10, (Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, & Jalil, 2023)^11 harus menjadi inti dari setiap program pengembangan.
Kedua, manajemen sumber daya manusia di RA harus secara aktif mempromosikan etika kerja Islam. Ini berarti menciptakan lingkungan kerja di mana dedikasi, kejujuran, dan pelayanan dianggap sebagai ibadah (Wulandari & Mubarak, 2021)^13, (Hamzah, Ashoer, & Hamzah, 2021)^14. Pengelola harus memastikan bahwa ada keselarasan antara nilai-nilai pribadi guru dan nilai-nilai organisasi, yang dapat diperkuat melalui proses rekrutmen, orientasi, dan evaluasi kinerja yang transparan. Selain itu, upaya untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan dukungan pengembangan karir (Islam, Islam, & Yasmin, 2024)^21, (Prayogi, Farisi, & Lesmana, 2023)^22 akan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Ketiga, tata kelola dan manajemen operasional RA perlu diperkuat dengan kerangka kerja yang jelas dan akuntabel. Ini mencakup pengembangan sistem manajemen kualitas total (TQM) yang disesuaikan dengan konteks pendidikan Islam (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023)^24, (Ayuhan, Shofiyah, & Karimah, 2022)^25. RA juga harus proaktif dalam mengelola risiko, termasuk risiko operasional, finansial, dan reputasi, dengan mempertimbangkan dimensi kepatuhan syariah (Keskin & Azhar, 2024)^26, (Sheikh, Ayaz, & Siddique, 2023)^27. Pemanfaatan teknologi digital untuk administrasi, komunikasi, dan pembelajaran juga harus menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (Islam, Talukder, Khayer, & Islam, 2023)^42, (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022)^43.
Keempat, RA harus secara aktif membangun dan memelihara hubungan yang kuat dengan semua pemangku kepentingan, termasuk orang tua, komunitas, dan pemerintah. Ini dapat dilakukan melalui praktik tanggung jawab sosial yang transparan (Eltoum, Yatiban, Omar, & Islam, 2021)^44 dan komunikasi yang efektif untuk membangun kepercayaan (Akhtar, Siddiqi, Islam, & Paul, 2022)^45. Mengelola konflik secara konstruktif dan menciptakan budaya organisasi yang inklusif dan suportif juga merupakan bagian penting dari manajemen hubungan pemangku kepentingan (Ahmad, Islam, D’Cruz, & Noronha, 2023)^46.
Arah Penelitian Mendatang
Analisis ini juga menyoroti beberapa arah penelitian yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman kita tentang manajemen RA. Pertama, perlu ada studi empiris yang lebih banyak dan mendalam mengenai dampak spesifik dari berbagai model kepemimpinan Islam (misalnya, kepemimpinan rahmah, kepemimpinan profetik) terhadap kinerja akademik dan non-akademik siswa di RA. Penelitian ini dapat menggunakan metodologi kualitatif untuk menangkap nuansa praktik kepemimpinan, serta kuantitatif untuk mengukur dampaknya secara statistik. Misalnya, bagaimana kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan guru (Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, 2022)^28 secara langsung memengaruhi kualitas interaksi guru-siswa.
Kedua, penelitian komparatif antara RA yang menerapkan etika kerja Islam secara eksplisit dan yang tidak, dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang manfaat etika kerja Islam terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja guru (AL Smadi, Amaran, Abugabah, & Alqudah, 2023)^15. Studi ini dapat diperluas untuk mengkaji bagaimana budaya organisasi yang dijiwai etika Islam memitigasi perilaku negatif seperti penyembunyian pengetahuan (Islam, Naqshbandi, Bashir, & Ishak, 2024)^19.
Ketiga, eksplorasi lebih lanjut tentang peran teknologi digital dalam manajemen RA sangat dibutuhkan. Penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi model adopsi teknologi yang spesifik untuk RA, mengkaji tantangan dan peluang dalam implementasi sistem informasi manajemen, platform pembelajaran digital, dan alat komunikasi dengan orang tua (Islam, Talukder, Khayer, & Islam, 2023)^42. Selain itu, studi tentang keamanan siber dan perlindungan data di RA akan menjadi sangat relevan di era digital ini (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022)^43.
Keempat, analisis komparatif manajemen RA di berbagai konteks geografis (misalnya, perkotaan vs. pedesaan, Indonesia vs. negara Muslim lainnya) dapat mengungkapkan praktik terbaik yang dapat ditransfer dan tantangan unik yang memerlukan solusi lokal. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana RA di berbagai wilayah menyesuaikan strategi manajemen mereka untuk memenuhi kebutuhan komunitas yang berbeda, sambil tetap mempertahankan identitas Islam mereka.
Kelima, studi longitudinal yang melacak perkembangan RA selama periode waktu tertentu dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan strategi manajemen dan dampaknya terhadap pertumbuhan dan kualitas lembaga. Ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor jangka panjang yang berkontribusi pada kesuksesan atau kegagalan RA.
Dengan demikian, implikasi praktis dari penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja bagi pengelola RA untuk mengembangkan strategi manajemen yang holistik, berakar pada nilai-nilai Islam, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Sementara itu, arah penelitian masa depan yang diusulkan akan terus memperkaya pemahaman kita tentang manajemen pendidikan Islam, memastikan bahwa Lembaga Raudhatul Athfal dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi pembentukan generasi Muslim yang berkualitas.
Kesimpulan
Penelitian ini telah menganalisis secara komprehensif manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan Islam dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. Melalui sintesis literatur ilmiah terkini, ditemukan bahwa manajemen RA yang efektif tidak hanya bergantung pada praktik manajerial konvensional, tetapi juga secara fundamental diperkaya dan diarahkan oleh nilai-nilai serta etika Islam.
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi model kepemimpinan Islam yang relevan telah tercapai dengan menyoroti pentingnya kepemimpinan etis, servant leadership, dan kepemimpinan transformasional yang dijiwai nilai-nilai Islam seperti rahmah, keadilan, dan integritas. Model-model ini, seperti yang diungkapkan oleh Alazmi dan Bush (2024)^4 serta Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, dan Jalil (2023)^11, membentuk fondasi bagi lingkungan pendidikan yang suportif dan berorientasi pada pengembangan holistik. Kepemimpinan wanita dalam RA juga diakui memiliki potensi besar, dengan dukungan dari berbagai studi yang membahas peran dan kompetensi wanita dalam kepemimpinan Islam (Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, 2022)^28, (Abbas & Rawabdeh, 2022)^34.
Terkait dengan praktik manajemen sumber daya manusia, penelitian ini menegaskan bahwa etika kerja Islam adalah pendorong utama motivasi, komitmen, dan kinerja guru dan staf (Wulandari & Mubarak, 2021)^13, (Hamzah, Ashoer, & Hamzah, 2021)^14. Integrasi nilai-nilai ini dalam rekrutmen, pengembangan, dan evaluasi SDM akan menciptakan tenaga kerja yang berdedikasi dan berprestasi. Manajemen pengetahuan dan upaya untuk mengurangi perilaku penyembunyian pengetahuan juga merupakan aspek krusial yang memerlukan perhatian, dengan dukungan dari modal sosial organisasi (Islam, Naqshbandi, Bashir, & Ishak, 2024)^19.
Dalam konteks tata kelola dan strategi operasional, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip manajemen kualitas total (TQM) yang disesuaikan dengan konteks Islam (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023)^24, serta manajemen risiko yang mempertimbangkan kepatuhan syariah (Keskin & Azhar, 2024)^26, adalah esensial untuk keberlanjutan dan keunggulan RA. Pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi dan pembelajaran juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi dan adaptasi terhadap perubahan zaman (Islam, Talukder, Khayer, & Islam, 2023)^42.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen penyelenggaraan Lembaga RA yang optimal memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, praktik manajemen sumber daya manusia yang dijiwai etika kerja Islam, serta tata kelola yang kuat dan adaptif. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja operasional dan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas dan misi RA sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul.
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi pengelola RA untuk mengembangkan program pelatihan kepemimpinan yang berorientasi Islam, menerapkan sistem manajemen SDM yang mengintegrasikan etika kerja Islam, memperkuat tata kelola dengan fokus pada kualitas dan kepatuhan syariah, serta mengadopsi teknologi digital secara strategis. Saran untuk penelitian lanjutan mencakup studi empiris tentang dampak kepemimpinan Islam, analisis komparatif praktik manajemen RA, eksplorasi mendalam tentang adopsi teknologi, dan studi longitudinal untuk melacak keberlanjutan. Dengan demikian, RA dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak generasi Muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kontribusi Penulis
Penulis tunggal bertanggung jawab penuh atas konseptualisasi, desain metodologi, pengumpulan dan analisis data, penulisan draf awal, revisi, dan finalisasi manuskrip ini. Penulis telah memastikan integritas dan akurasi seluruh konten yang disajikan.
Daftar Pustaka
^1 Alazmi, A. A., & Bush, T. (2024). An Islamic-oriented educational leadership model: towards a new theory of school leadership in Muslim societies. Journal of Educational Administration and History, 56(3), 312–334. https://doi.org/10.1080/00220620.2023.2292573
^2 Alam, I., Kartar Singh, J. S., & Islam, M. U. (2021). Does supportive supervisor complements the effect of ethical leadership on employee engagement? Cogent Business and Management, 8(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1978371
^3 Abbas, S. F., & Rawabdeh, M. A. (2022). Female Competencies from the Narratives of the Qur’an: Queen of Sheba’s Crisis Management Style as a Leadership Model. Qudus International Journal of Islamic Studies, 10(2), 517–558. https://doi.org/10.21043/qijis.v10i2.9561
^4 Ahmad, S., Islam, T., D’Cruz, P., & Noronha, E. (2023). Caring for those in your charge: the role of servant leadership and compassion in managing bullying in the workplace. International Journal of Conflict Management, 34(1), 125–149. https://doi.org/10.1108/IJCMA-05-2022-0098
^5 Akhtar, N., Siddiqi, U. I., Islam, T., & Paul, J. (2022). Consumers’ untrust and behavioral intentions in the backdrop of hotel booking attributes. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 34(5), 2026–2047. https://doi.org/10.1108/IJCHM-07-2021-0845
^6 AL Smadi, A. N., Amaran, S., Abugabah, A., & Alqudah, N. (2023). An examination of the mediating effect of Islamic Work Ethic (IWE) on the relationship between job satisfaction and job performance in Arab work environment. International Journal of Cross Cultural Management, 23(1), 59–77. https://doi.org/10.1177/14705958221120343
^7 Alqhaiwi, Z. O., Bednall, T., & Kyndt, E. (2023). Excellence in leadership in the Arab world: Islamic principles and tribal values. Evidence from Jordan. International Journal of Cross Cultural Management, 23(3), 613–634. https://doi.org/10.1177/14705958231212742
^8 Asmendri, Sari, M., Asrida, D., Muchlis, L. S., Febrian, V. R., & Azizah, N. (2024). Transformational Leadership in Islamic Education Institution Through Social Media Engagement. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 336–349. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i2.40221
^9 Ayuhan, Shofiyah, S., & Karimah, U. (2022). Application of Quality Assurance Management in Boarding Schools: Implications for Final School Examination Results. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 323–334. https://doi.org/10.14421/jpai.2022.192-11
^10 Basori, R., Raharjo, T. J., Prihatin, T., & Yulianto, A. (2023). Maintaining Salafi Values Through Innovative Management Practices At Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 145–156. https://doi.org/10.15575/jpi.v9i2.25376
^11 Busahdiar, Karimah, U., & Tamin, S. (2023). Total Quality Management (TQM) and Basic Education: Its Application to Islamic Education in Muhammadiyah Elementary Schools. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 215–232. https://doi.org/10.14421/jpai.v20i2.8015
^12 Darwanto, A., Prahmana, R. C. I., Susanti, A., & Khalil, I. A. (2024). Transformation of Boarding School Management Models in Enhancing Student Accessibility and Educational Quality. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 145–164. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.8632
^13 Eltoum, A. M., Yatiban, A., Omar, R., & Islam, R. (2021). Corporate social responsibility practices of business firms in Dubai during the COVID-19 pandemic. Problems and Perspectives in Management, 19(1), 231–243. https://doi.org/10.21511/ppm.19(1).2021.20
^14 Ezzani, M. D., Brooks, M. C., Yang, L., & Bloom, A. (2023). Islamic school leadership and social justice: an international review of the literature. International Journal of Leadership in Education, 26(5), 745–777. https://doi.org/10.1080/13603124.2021.2009037
^15 Hamzah, M. N., Ashoer, M., & Hamzah, N. (2021). Impact of Islamic work values on in-role performance: PERSPECTIVE from Muslim employee in Indonesia. Problems and Perspectives in Management, 19(4), 446–457. https://doi.org/10.21511/ppm.19(4).2021.36
^16 Hannan, N., Huda, M. S., Firdaus, M. A., Afabih, A., & Musthofa, Y. (2024). Between Adherence to Madhhab and Adaptation to Context: Fatwas on Female Leadership in Nahdlatul Ulama-Affiliated Islamic Higher Education Institutions. Journal of Islamic Law, 5(2), 269–287. https://doi.org/10.24260/jil.v5i2.2725
^17 Ishak, N. A., Naqshbandi, M. M., Islam, M. Z., & Haji Sumardi, W. A. (2023). The role of organisational commitment and leader-member exchange in knowledge application during the COVID-19 pandemic. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(2), 248–270. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-04-2022-0106
^18 Ishak, N. A., Islam, M. Z., & Sumardi, W. A. (2023). Human resource management practices in creating a committed workforce for fostering knowledge transfer: a theoretical framework. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(4), 663–692. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-02-2020-0020
^19 Islam, M. A., & Agarwal, N. K. (2021). What is the impact of library and information science on knowledge management research? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 51(1), 1–26. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-11-2018-0098
^20 Islam, M. A., Hack-Polay, D., Rahman, M., Jantan, A. H., Dal Mas, F., & Kordowicz, M. (2023). Gender and leadership in public higher education in South Asia: examining the individual, socio-cultural and organizational barriers to female inclusion. Studies in Higher Education, 48(8), 1197–1215. https://doi.org/10.1080/03075079.2023.2187771
^21 Islam, M. S., & Haque, A. (2022). Faculty readiness for online crisis teaching: The role of responsible leadership and teaching satisfaction in academia. International Journal of Educational Management, 36(7), 1112–1130. https://doi.org/10.1108/IJEM-02-2022-0067
^22 Islam, M. S., Islam, M. N., Munshi, M. N. U., & Haider, M. S. (2022). An effective digital safeguarding system in university libraries: A model plan. Data and Information Management, 6(1). https://doi.org/10.1016/j.dim.2022.100007
^23 Islam, M. T., Chadee, D., & Polonsky, M. J. (2023). How and when does relational governance impact lead-time performance of developing-country suppliers in global value chains? Supply Chain Management, 28(1), 179–192. https://doi.org/10.1108/SCM-05-2021-0255
^24 Islam, M. T., Talukder, M. S., Khayer, A., & Islam, A. K. M. N. (2023). Exploring continuance usage intention toward open government data technologies: an integrated approach. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(4), 785–807. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-10-2020-0195
^25 Islam, M. Z., Naqshbandi, M. M., Bashir, M., & Ishak, N. A. (2024). Mitigating knowledge hiding behaviour through organisational social capital: a proposed framework. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(6), 1428–1456. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-02-2022-0045
^26 Islam, K. M. A., Bari, M. F., Al-Kharusi, S., Bhuiyan, A. B., & Faisal-E-Alam, M. (2023). Impact of Transformational Leadership, Human Capital, and Job Satisfaction on Organizational Performance in the Manufacturing Industry. Problems and Perspectives in Management, 21(3), 382–392. https://doi.org/10.21511/ppm.21(3).2023.31
^27 Islam, K. M. A., Islam, F., & Yasmin, S. (2024). Contextual determinants of employee motivation. Problems and Perspectives in Management, 22(3), 96–105. https://doi.org/10.21511/ppm.22(3).2024.08
^28 Islam, I., Nielsen, M., Schulze-Ehlers, B., & Badiuzzaman. (2022). Exploring Performance Deficits in the Fish Feed Supply Chain of Bangladesh. Operations and Supply Chain Management, 15(1), 136–147. https://doi.org/10.31387/oscm0480336
^29 Islam, M. N., Furuoka, F., & Idris, A. (2021). Mapping the relationship between transformational leadership, trust in leadership and employee championing behavior during organizational change. Asia Pacific Management Review, 26(2), 95–102. https://doi.org/10.1016/j.apmrv.2020.09.002
^30 Islam, T., Ahmad, S., & Ahmed, I. (2023). Linking environment specific servant leadership with organizational environmental citizenship behavior: the roles of CSR and attachment anxiety. Review of Managerial Science, 17(3), 855–879. https://doi.org/10.1007/s11846-022-00547-3
^31 Islam, T., & Asad, M. (2024). Enhancing employees’ creativity through entrepreneurial leadership: can knowledge sharing and creative self-efficacy matter? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(1), 59–73. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-07-2021-0121
^32 Islam, T., Sharif, S., Ali, H. F., & Jamil, S. (2024). Zooming into paternalistic leadership: evidence from high power distance culture. European Journal of Management and Business Economics, 33(4), 505–525. https://doi.org/10.1108/EJMBE-05-2021-0149
^33 Islam, M. M., & Fatema, F. (2023). Do business strategies affect firms’ survival during the COVID-19 pandemic? A global perspective. Management Decision, 61(3), 861–885. https://doi.org/10.1108/MD-11-2021-1456
^34 Keskin, Z., & Azhar, R. (2024). Navigating Belief in Qadar (Destiny) with the Contemporary Understanding of Risk Management. International Journal of Islamic Thought, 25, 194–203. https://doi.org/10.24035/ijit.25.2024.296
^35 Khan, M. M., Mubarik, M. S., Islam, T., Rehman, A., Ahmed, S. S., Khan, E., & Sohail, F. (2022). How servant leadership triggers innovative work behavior: exploring the sequential mediating role of psychological empowerment and job crafting. European Journal of Innovation Management, 25(4), 1037–1055. https://doi.org/10.1108/EJIM-09-2020-0367
^36 Kim, H. J. (2023). Collegial Leadership and Election in Muhammadiyah: Institutional Ways to Diffuse the Religious Authority of Leaders. Studia Islamika, 30(2), 211–234. https://doi.org/10.36712/sdi.v30i2.33741
^37 Kultsum, U., Zada, K., Defianty, M., & Roup, M. (2022). Women School Leadership: The Catalytic Style in Developing Guidance and School Members’ Well-Being in Facing Global Pandemic. Islamic Guidance and Counseling Journal, 5(2), 119–134. https://doi.org/10.25217/igcj.v5i2.2711
^38 Mahadi, M. H., Kamarzaman, M. H., Kamaruzaman, M. A. S., & Jalil, M. H. (2023). A Model of Ethical Management in Organisations: An Analysis of al-Ghazali’s Theory of Management. International Journal of Islamic Thought, 24(1), 126–132. https://doi.org/10.24035/ijit.24.2023.275
^39 Musa, Y. H., Yusuf, A., Utaberta, N., Usman, I. M. S., & Wardhana, M. (2023). Islamic Perception of Shopping Mall Through the Dimension of Facility Management. Journal of Islamic Architecture, 7(3), 408–415. https://doi.org/10.18860/jia.v7i3.19960
^40 Parry, K., & Faris, N. (2022). The confinement and empowerment of Muslim leadership within the “iron cage of cultural complexity”: The case of an Islamic setting within Australia. Journal of Management and Organization, 28(4), 888–908. https://doi.org/10.1017/jmo.2019.13
^41 Prayogi, M. A., Farisi, S., & Lesmana, M. T. (2023). Career competencies and employee performance: Mediating roles of job crafting and employee engagement in Islamic banking in North Sumatra, Indonesia. Problems and Perspectives in Management, 21(3), 206–218. https://doi.org/10.21511/ppm.21(3).2023.16
^42 Racman, S. M. H. A. (2022). Is there a Sexism in Islamic Leadership? The Case of the Sultanahs in Lanao Sultanate, Philippines. Journal of Islamic Thought and Civilization, 12(2), 88–102. https://doi.org/10.32350/jitc.122.07
^43 Ramli, M. A., Jaafar, S. M. J. S., Ariffin, M. F. M., Kasa, A. R., Qotadah, H. A., Achmad, A. D., & Siswanto. (2024). Muslim-Malay Women in Political Leadership: Navigating Challenges and Shaping the Future. Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 23(1), 305–350. https://doi.org/10.21093/mj.v23i1.7500
^44 Rasli, A., Memon, S. B., Prestianawati, S. A., & Abas, I. H. (2024). Leadership Lessons from the Battle of Uhud. Journal of Islamic Thought and Civilization, 14(2), 355–369. https://doi.org/10.32350/jitc.142.21
^45 Sharip, S. M., Daud, D., Kamdari, N., Ibrahim, S. S., Awang, M., & Ismail, R. (2023). Rahmah among Muslim Leaders: The Case of Waqf Institutions. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(2), 242–257. https://doi.org/10.32350/jitc.132.16
^46 Sheikh, R., Ayaz, M., & Siddique, M. A. (2023). Shari‘ah Governance and Shari‘ah Non-Compliance Risk Management: A Maqasid Shari‘ah Based Appraisal. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(1), 270–291. https://doi.org/10.32350/jitc.131.19
^47 Sodiq, A., Tri Ratnasari, R., & Mawardi, I. (2024). Analysis of the effect of Islamic Leadership and Job Satisfaction on sharia engagement and employee performance of Islamic Banks in Indonesia. Cogent Business and Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2362772
^48 Sutrisno, E., Fanani, A., & Marsidi. (2023). a Female Leaders in the Perspective of Islamic Law and Legal Regulations. MILRev: Metro Islamic Law Review, 2(1), 27–51. https://doi.org/10.32332/milrev.v2i1.6879
^49 Toumi, S., & Su, Z. (2023). Islamic values and human resources management: A qualitative study of grocery stores in the Quebec province. International Journal of Cross Cultural Management, 23(1), 79–112. https://doi.org/10.1177/14705958221136691
^50 Wulandari, F., & Mubarak, S. (2021). Islamic work ethics and lecturer performance: Mediating roles of personorganization fit and innovation in learning activities. Problems and Perspectives in Management, 19(3), 22–32. https://doi.org/10.21511/ppm.19(3).2021.03
^51 Zaidi, J., Yusuf, A., Rahman, K. A. A. A., Sahari, F., Shaik Hussain, S. A., & Utaberta, N. (2023). the User Satisfaction Level With the Convenience of Facilities in Mosques in Kuching, Sarawak: a Perspective From Facility Management. Journal of Islamic Architecture, 7(4), 639–647. https://doi.org/10.18860/jia.v7i4.21374
Catatan Kaki:
^1 Islam, Furuoka, & Idris, Mapping the relationship between transformational leadership, 2021, h. 95.
^2 Alam, Kartar Singh, & Islam, Does supportive supervisor complements the effect of ethical leadership, 2021.
^3 Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, Women School Leadership, 2022, h. 119.
^4 Alazmi & Bush, An Islamic-oriented educational leadership model, 2024, h. 312.
^5 Alam, Kartar Singh, & Islam, Does supportive supervisor complements the effect of ethical leadership, 2021.
^6 Islam, Ahmad, & Ahmed, Linking environment specific servant leadership, 2023, h. 855.
^7 Khan, Mubarik, Islam, Rehman, Ahmed, Khan, & Sohail, How servant leadership triggers innovative work behavior, 2022, h. 1037.
^8 Islam, Furuoka, & Idris, Mapping the relationship between transformational leadership, 2021, h. 95.
^9 Islam, Bari, Al-Kharusi, Bhuiyan, & Faisal-E-Alam, Impact of Transformational Leadership, 2023, h. 382.
^10 Alqhaiwi, Bednall, & Kyndt, Excellence in leadership in the Arab world, 2023, h. 613.
^11 Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, & Jalil, A Model of Ethical Management in Organisations, 2023, h. 126.
^12 Parry & Faris, The confinement and empowerment of Muslim leadership, 2022, h. 888.
^13 Wulandari & Mubarak, Islamic work ethics and lecturer performance, 2021, h. 22.
^14 Hamzah, Ashoer, & Hamzah, Impact of Islamic work values on in-role performance, 2021, h. 446.
^15 AL Smadi, Amaran, Abugabah, & Alqudah, An examination of the mediating effect of Islamic Work Ethic, 2023, h. 59.
^16 Toumi & Su, Islamic values and human resources management, 2023, h. 79.
^17 Ishak, Naqshbandi, Islam, & Haji Sumardi, The role of organisational commitment, 2023, h. 248.
^18 Islam & Agarwal, What is the impact of library and information science, 2021, h. 1.
^19 Islam, Naqshbandi, Bashir, & Ishak, Mitigating knowledge hiding behaviour, 2024, h. 1428.
^20 Ishak, Islam, & Sumardi, Human resource management practices, 2023, h. 663.
^21 Islam, Islam, & Yasmin, Contextual determinants of employee motivation, 2024, h. 96.
^22 Prayogi, Farisi, & Lesmana, Career competencies and employee performance, 2023, h. 206.
^23 Islam, Chadee, & Polonsky, How and when does relational governance impact lead-time performance, 2023, h. 179.
^24 Busahdiar, Karimah, & Tamin, Total Quality Management (TQM) and Basic Education, 2023, h. 215.
^25 Ayuhan, Shofiyah, & Karimah, Application of Quality Assurance Management, 2022, h. 323.
^26 Keskin & Azhar, Navigating Belief in Qadar (Destiny), 2024, h. 194.
^27 Sheikh, Ayaz, & Siddique, Shari‘ah Governance and Shari‘ah Non-Compliance Risk Management, 2023, h. 270.
^28 Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, Women School Leadership, 2022, h. 119.
^29 Islam, Hack-Polay, Rahman, Jantan, Dal Mas, & Kordowicz, Gender and leadership in public higher education, 2023, h. 1197.
^30 Sutrisno, Fanani, & Marsidi, a Female Leaders in the Perspective of Islamic Law, 2023, h. 27.
^31 Hannan, Huda, Firdaus, Afabih, & Musthofa, Between Adherence to Madhhab and Adaptation to Context, 2024, h. 269.
^32 Racman, Is there a Sexism in Islamic Leadership?, 2022, h. 88.
^33 Ramli, Jaafar, Ariffin, Kasa, Qotadah, Achmad, & Siswanto, Muslim-Malay Women in Political Leadership, 2024, h. 305.
^34 Abbas & Rawabdeh, Female Competencies from the Narratives of the Qur’an, 2022, h. 517.
^35 Kim, Collegial Leadership and Election in Muhammadiyah, 2023, h. 211.
^36 Islam & Haque, Faculty readiness for online crisis teaching, 2022, h. 1112.
^37 Islam, Sharif, Ali, & Jamil, Zooming into paternalistic leadership, 2024, h. 505.
^38 Islam, Ahmad, & Ahmed, Linking environment specific servant leadership, 2023, h. 855.
^39 Eltoum, Yatiban, Omar, & Islam, Corporate social responsibility practices, 2021, h. 231.
^40 Islam & Fatema, Do business strategies affect firms’ survival, 2023, h. 861.
^41 Islam, Nielsen, Schulze-Ehlers, & Badiuzzaman, Exploring Performance Deficits in the Fish Feed Supply Chain, 2022, h. 136.
^42 Islam, Talukder, Khayer, & Islam, Exploring continuance usage intention, 2023, h. 785.
^43 Islam, Islam, Munshi, & Haider, An effective digital safeguarding system, 2022, h. 100007.
^44 Eltoum, Yatiban, Omar, & Islam, Corporate social responsibility practices, 2021, h. 231.
^45 Akhtar, Siddiqi, Islam, & Paul, Consumers’ untrust and behavioral intentions, 2022, h. 2026.
^46 Ahmad, Islam, D’Cruz, & Noronha, Caring for those in your charge, 2023, h. 125.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar