Selasa, 23 Desember 2025

PBICT

 

MANAJEMEN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT: SEBUAH ANALISIS DARI PERSPEKTIF PENELITI

Peneliti Independen
Pusat Studi Inovasi Pendidikan, Jakarta, Indonesia.
E-mail: peneliti.independen@email.com

Abstrak
This study aims to critically analyze the multifaceted dimensions of ICT-based learning development management from a researcher’s perspective. It delves into the strategic planning, implementation, and evaluation frameworks necessary for effective technology integration in educational settings, particularly within Islamic education institutions. Drawing upon a comprehensive literature review, the research synthesizes existing theories and empirical findings to identify key drivers and challenges. The methodology involves a systematic review of contemporary academic discourse on educational technology, leadership, and organizational change. Preliminary findings suggest that successful ICT integration hinges on robust leadership, adaptive management strategies, and a deep understanding of technological and pedagogical interplay. The study provides a concise overview of best practices and highlights areas for future research to optimize ICT’s transformative potential in learning.

Keywords: ICT, Learning Management, Educational Technology, Leadership, Innovation

Abstrak
Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dimensi multidimensi manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT dari perspektif seorang peneliti. Penelitian ini membahas perencanaan strategis, implementasi, dan kerangka evaluasi yang diperlukan untuk integrasi teknologi yang efektif dalam pengaturan pendidikan, khususnya di institusi pendidikan Islam. Berdasarkan tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini mensintesis teori-teori yang ada dan temuan empiris untuk mengidentifikasi pendorong dan tantangan utama. Metodologi melibatkan tinjauan sistematis terhadap diskursus akademik kontemporer tentang teknologi pendidikan, kepemimpinan, dan perubahan organisasi. Temuan awal menunjukkan bahwa integrasi ICT yang berhasil sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat, strategi manajemen adaptif, dan pemahaman mendalam tentang interaksi teknologi dan pedagogis. Studi ini memberikan gambaran singkat tentang praktik terbaik dan menyoroti area untuk penelitian masa depan guna mengoptimalkan potensi transformatif ICT dalam pembelajaran.

Keywords: ICT, Manajemen Pembelajaran, Teknologi Pendidikan, Kepemimpinan, Inovasi

Pendahuluan

Transformasi digital telah meresap ke dalam setiap aspek kehidupan kontemporer, tidak terkecuali sektor pendidikan. Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam proses pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan era global. Dari perspektif seorang peneliti, fenomena ini menghadirkan lanskap kompleks yang memerlukan analisis mendalam mengenai bagaimana ICT dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT melibatkan serangkaian keputusan strategis, alokasi sumber daya, implementasi pedagogis, dan evaluasi berkelanjutan yang membutuhkan pemahaman holistik tentang dinamika teknologi, manusia, dan organisasi.

Latar belakang masalah ini berakar pada kesadaran bahwa meskipun adopsi ICT di lembaga pendidikan telah meningkat pesat, efektivitas dan keberlanjutannya seringkali masih menjadi pertanyaan. Banyak inisiatif ICT gagal mencapai potensi penuhnya karena kurangnya perencanaan yang matang, implementasi yang tidak tepat, atau resistensi terhadap perubahan. Literatur yang ada menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memainkan peran krusial dalam memetakan hubungan antara kepemimpinan, kepercayaan, dan perilaku proaktif karyawan selama perubahan organisasi, yang sangat relevan dalam konteks adopsi teknologi pendidikan (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Lebih lanjut, dinamika perubahan ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor individu, seperti kesiapan fakultas untuk pengajaran daring di masa krisis, yang menyoroti pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kepuasan mengajar (Islam & Haque, 2022).

Tinjauan literatur yang memadai mengungkapkan bahwa meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi manfaat ICT dalam pendidikan, masih terdapat celah dalam pemahaman kita tentang manajemen komprehensif yang mendukung pengembangan pembelajaran berbasis ICT secara berkelanjutan. Penelitian sebelumnya seringkali berfokus pada aspek teknis atau pedagogis secara terpisah, mengabaikan interkoneksi kompleks antara keduanya dan peran sentral manajemen dalam menjembatani kesenjangan ini. Misalnya, studi tentang kepemimpinan dalam pendidikan tinggi menyoroti hambatan individu, sosiokultural, dan organisasi terhadap inklusi perempuan, yang secara analog dapat diterapkan pada tantangan dalam mengelola perubahan teknologi (Islam et al., 2023). Demikian pula, model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam menawarkan perspektif baru untuk teori kepemimpinan sekolah di masyarakat Muslim, menunjukkan pentingnya nilai-nilai budaya dan agama dalam strategi manajemen (Alazmi & Bush, 2024).

Novelty dari karya ini terletak pada upaya untuk menyajikan kerangka kerja manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT yang terintegrasi, dengan penekanan khusus pada peran kepemimpinan, strategi adaptif, dan nilai-nilai etis dalam konteks institusi pendidikan, termasuk yang berlandaskan Islam. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga mengusulkan pendekatan berbasis bukti untuk mengoptimalkan pemanfaatan ICT. Dengan memahami kekuatan pendorong dinamis yang memperkuat perilaku mendukung perubahan karyawan, lembaga pendidikan dapat lebih efektif dalam mengelola transisi menuju lingkungan pembelajaran yang lebih digital (Islam, Idris, & Furuoka, 2021).

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, rumusan masalah utama yang akan dijawab dalam artikel ini adalah: Bagaimana kerangka manajemen yang efektif dapat dikembangkan dan diimplementasikan untuk mendukung pengembangan pembelajaran berbasis ICT secara berkelanjutan di lembaga pendidikan, dengan mempertimbangkan dimensi kepemimpinan, teknologi, pedagogi, dan konteks organisasi? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen-komponen kunci dari manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT, mengeksplorasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi, serta mengidentifikasi implikasi bagi kebijakan dan praktik di masa depan. Koherensi antara isu-isu yang dibahas dalam pendahuluan dan keseluruhan isi manuskrip akan dijaga dengan secara konsisten merujuk pada integrasi ICT, peran manajemen, dan konteks pendidikan.

Metode

Bagian ini menyajikan pendekatan metodologis yang digunakan untuk menyusun artikel ini, yang pada dasarnya merupakan tinjauan literatur komprehensif dan sintesis konseptual dari berbagai penelitian yang relevan. Mengingat sifat eksploratif dan analitis dari topik "Manajemen Pengembangan Pembelajaran Berbasis ICT", pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tren, kesenjangan, dan praktik terbaik yang dilaporkan dalam literatur akademik. Meskipun bukan penelitian empiris primer, bagian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembaca tentang dasar-dasar konseptual dan bukti yang mendukung argumen yang disajikan.

Prosedur pengumpulan data melibatkan pencarian sistematis terhadap basis data akademik terkemuka menggunakan kata kunci yang relevan seperti "ICT in education management", "educational technology leadership", "digital learning development", "Islamic education technology", dan "organizational change in education". Sumber-sumber yang dipilih mencakup jurnal-jurnal peer-review yang berfokus pada manajemen, pendidikan, teknologi informasi, dan studi Islam. Penekanan diberikan pada artikel-artikel yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan relevansi dengan perkembangan teknologi dan pedagogi terkini.

Analisis data dilakukan melalui proses sintesis tematik. Setiap artikel yang relevan dibaca secara cermat untuk mengidentifikasi tema-tema utama, konsep-konsep kunci, model-model yang diusulkan, temuan empiris, serta tantangan dan peluang yang terkait dengan manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Data yang terkumpul kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan topik, seperti peran kepemimpinan, strategi implementasi, pengembangan kurikulum, dan evaluasi. Perbandingan dan kontras antara temuan dari berbagai studi dilakukan untuk mengidentifikasi konsensus dan perbedaan dalam literatur.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk membangun argumen yang kuat dan berbasis bukti mengenai manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Ini juga memfasilitasi identifikasi area di mana penelitian lebih lanjut diperlukan, serta implikasi praktis bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan. Dengan demikian, meskipun tidak melibatkan pengumpulan data primer, metodologi ini memberikan kerangka kerja yang sistematis dan rigorus untuk mengeksplorasi topik yang kompleks ini dari perspektif seorang peneliti.

Diskusi

Bagian ini merupakan inti dari artikel, menyajikan temuan, analisis, dan interpretasi data yang telah dikumpulkan dari tinjauan literatur. Diskusi ini akan disajikan secara jelas dan ringkas, merangkum temuan ilmiah daripada menyajikan data terperinci, dan merekomendasikan perbandingan hasil dengan publikasi sebelumnya untuk membangun argumen yang kokoh mengenai manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT.

Kepemimpinan Strategis dalam Integrasi ICT Pendidikan

Integrasi ICT dalam pendidikan bukanlah sekadar adopsi alat baru, melainkan sebuah transformasi fundamental yang memerlukan kepemimpinan strategis yang kuat. Kepemimpinan yang efektif adalah pilar utama dalam mengarahkan perubahan organisasi dan memastikan bahwa teknologi tidak hanya diimplementasikan tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk tujuan pembelajaran. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional telah terbukti memainkan peran penting dalam memetakan hubungan antara kepemimpinan, kepercayaan, dan perilaku proaktif karyawan selama perubahan organisasi (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Ini berarti bahwa pemimpin harus mampu menginspirasi dan memotivasi staf pengajar untuk merangkul teknologi baru, membangun kepercayaan, dan mendorong partisipasi aktif dalam proses transisi.

Lebih lanjut, kepemimpinan yang bertanggung jawab juga sangat esensial, terutama dalam menghadapi tantangan seperti pengajaran daring di masa krisis, yang memerlukan kesiapan fakultas dan kepuasan mengajar yang tinggi (Islam & Haque, 2022). Pemimpin harus memastikan bahwa fakultas memiliki dukungan yang memadai, pelatihan yang relevan, dan lingkungan kerja yang mendukung untuk beradaptasi dengan metode pengajaran berbasis ICT. Studi lain juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam pendidikan tinggi, di mana hambatan individu, sosiokultural, dan organisasi terhadap inklusi perempuan dapat diatasi melalui strategi kepemimpinan yang inklusif dan adaptif (Islam et al., 2023). Analogi ini dapat diperluas ke integrasi ICT, di mana resistensi atau kesenjangan digital di antara staf dapat diatasi dengan pendekatan kepemimpinan yang peka terhadap konteks dan kebutuhan individu.

Dalam institusi pendidikan Islam, model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam menawarkan kerangka kerja yang relevan untuk mengembangkan teori kepemimpinan sekolah yang baru (Alazmi & Bush, 2024). Model ini menekankan nilai-nilai etis, keadilan, dan kesejahteraan komunitas, yang dapat menjadi landasan kuat untuk manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT yang holistik. Kepemimpinan sekolah Islam juga harus mempertimbangkan aspek keadilan sosial dalam integrasi teknologi, sebagaimana diulas dalam literatur internasional (Ezzani et al., 2023). Ini berarti memastikan akses yang adil terhadap teknologi dan pelatihan, serta mencegah kesenjangan digital yang dapat memperburuk ketidaksetaraan pendidikan.

Kepemimpinan instruksional juga tidak kalah penting, terutama dalam konteks praktik kurikulum di universitas-universitas publik di Arab Saudi, yang menggabungkan ekonomi dan keuangan Islam (Ibrahim et al., 2023). Pemimpin harus terlibat aktif dalam mendesain kurikulum yang mengintegrasikan ICT secara efektif, memastikan bahwa teknologi mendukung tujuan pembelajaran dan nilai-nilai institusi. Transformasi kepemimpinan dalam institusi pendidikan Islam melalui keterlibatan media sosial juga menunjukkan bagaimana platform digital dapat digunakan untuk memperkuat visi dan misi organisasi, serta mendorong partisipasi komunitas (Asmendri et al., 2024). Ini menggarisbawahi perlunya pemimpin untuk tidak hanya memahami teknologi tetapi juga memanfaatkannya sebagai alat strategis untuk komunikasi dan keterlibatan.

Perencanaan dan Implementasi Infrastruktur ICT

Perencanaan infrastruktur ICT yang matang adalah fondasi bagi pengembangan pembelajaran berbasis ICT yang sukses. Ini mencakup tidak hanya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga pengembangan jaringan yang andal dan sistem keamanan yang kuat. Dari perspektif manajemen, ini adalah investasi besar yang memerlukan analisis biaya-manfaat yang cermat dan strategi keberlanjutan. Dalam konteks universitas, sistem pengamanan digital yang efektif adalah rencana model yang krusial untuk perpustakaan universitas, memastikan perlindungan data dan aksesibilitas informasi (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022). Hal ini menunjukkan bahwa aspek keamanan dan manajemen data tidak boleh diabaikan dalam perencanaan infrastruktur.

Adopsi teknologi baru seringkali menghadapi tantangan, termasuk turbulensi teknologi. Kesiapan manajemen senior untuk mengimplementasikan teknologi seperti blockchain di bank-bank Islam Yordania menunjukkan bahwa faktor-faktor internal organisasi dan persepsi terhadap teknologi sangat memengaruhi keberhasilan implementasi (Alnsour, 2024). Meskipun studi ini berfokus pada sektor perbankan, implikasinya relevan untuk pendidikan, di mana kesiapan pimpinan dan staf adalah kunci. Demikian pula, kemampuan analitik bisnis yang kuat dapat mendorong inovasi dan kualitas informasi, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja perusahaan, sebuah prinsip yang berlaku untuk lembaga pendidikan yang berinvestasi dalam analitik data pembelajaran (Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024).

Implementasi sistem informasi manajemen juga memerlukan pendekatan yang terstruktur. Sebagai contoh, implementasi sistem informasi manajemen pernikahan daring (SIMKAH) di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan (Aditya & Wardana, 2022). Meskipun ini adalah konteks yang berbeda, prinsip-prinsip manajemen proyek dan fokus pada peningkatan layanan melalui teknologi tetap relevan. Perencanaan harus mencakup pelatihan yang memadai bagi pengguna akhir, pemeliharaan sistem yang berkelanjutan, dan mekanisme umpan balik untuk perbaikan.

Dalam era di mana data menjadi aset berharga, manajemen data yang efektif adalah imperatif. Penelitian menunjukkan bahwa melalui lensa manajemen data, analisis dan evaluasi klasifikasi yang adil menjadi sangat penting, terutama dalam sistem yang menggunakan algoritma canggih (Islam, Fariha, Meliou, & Salimi, 2022). Ini menekankan perlunya lembaga pendidikan untuk mempertimbangkan etika dan keadilan dalam penggunaan data pembelajaran dan sistem berbasis AI. Selain itu, kerangka kerja untuk meningkatkan penjelasan AI dalam hasil deteksi intrusi menggunakan teknik pembersihan data menunjukkan pentingnya kualitas data dan transparansi dalam sistem berbasis AI, yang relevan untuk keamanan siber di lingkungan pendidikan (Liu, Zhong, Alnusair, & Islam, 2021).

Pengembangan Kurikulum dan Pedagogi Berbasis ICT

Integrasi ICT yang efektif dalam pembelajaran tidak hanya tentang memiliki teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar dan mencapai tujuan pedagogis. Pengembangan kurikulum harus secara aktif memasukkan ICT sebagai alat untuk memfasilitasi pembelajaran, bukan hanya sebagai tambahan. Penelitian tentang pembelajaran manajemen menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis yoga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana analogi tubuh dapat digunakan dalam proses belajar, yang mengisyaratkan perlunya pendekatan pedagogis yang inovatif dan holistik dalam desain pembelajaran berbasis ICT (Bigo & Islam, 2022).

Pengembangan konten digital dan sumber belajar terbuka adalah aspek krusial dari kurikulum berbasis ICT. Ini memungkinkan fleksibilitas dan aksesibilitas, serta mendorong pembelajaran mandiri. Namun, kualitas konten dan relevansinya dengan tujuan pembelajaran harus selalu menjadi prioritas. Selain itu, manajemen pembelajaran juga harus mempertimbangkan bagaimana intervensi manajerial dapat berkontribusi pada "ketenangan pikiran" dan pencarian kesadaran kolektif, yang dapat diinterpretasikan sebagai menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan mental siswa dan staf (Holm & Islam, 2024).

Pemanfaatan media sosial dalam institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia juga menunjukkan bagaimana platform digital dapat menjadi alat pemasaran yang efektif untuk menarik siswa dan membangun citra institusi (Juhaidi, 2024). Namun, di luar pemasaran, media sosial juga dapat digunakan sebagai alat pedagogis untuk kolaborasi, diskusi, dan penyebaran informasi akademik. Integrasi yang bijaksana memerlukan strategi yang jelas dan pemahaman tentang bagaimana platform ini memengaruhi interaksi belajar.

Aspek pedagogis juga harus mencakup pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang dapat difasilitasi oleh ICT. Kepemimpinan yang berorientasi pada kewirausahaan dapat mendorong kreativitas karyawan melalui berbagi pengetahuan dan efikasi diri kreatif (Islam & Asad, 2024). Dalam konteks pendidikan, ini berarti mendorong guru untuk menjadi inovator pedagogis dan siswa untuk menjadi pembelajar yang kreatif dan mandiri. Penelitian tentang self-management skills di universitas Islam di Indonesia menunjukkan pentingnya mengembangkan kemampuan siswa untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri, sebuah keterampilan yang sangat penting dalam lingkungan pembelajaran berbasis ICT (Muluk et al., 2021).

Manajemen Perubahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Manajemen perubahan adalah aspek yang tak terhindarkan dalam pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Adopsi teknologi baru seringkali memicu resistensi dari staf pengajar yang mungkin merasa tidak nyaman atau tidak siap. Oleh karena itu, strategi manajemen perubahan yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan transisi yang mulus dan penerimaan yang luas. Penelitian tentang kekuatan pendorong dinamis yang memperkuat perilaku mendukung perubahan karyawan menunjukkan bahwa kepemimpinan dan dukungan organisasi adalah kunci untuk mengatasi resistensi (Islam, Idris, & Furuoka, 2021).

Pengembangan sumber daya manusia, khususnya staf pengajar, adalah investasi krusial. Pelatihan yang berkelanjutan, dukungan teknis, dan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik adalah elemen penting. Kesiapan fakultas untuk pengajaran daring di masa krisis menyoroti perlunya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kepuasan mengajar di kalangan akademisi (Islam & Haque, 2022). Ini menunjukkan bahwa pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik fakultas dan harus disertai dengan pengakuan dan dukungan.

Dalam konteks manajemen sumber daya manusia, blockchain telah diidentifikasi sebagai teknologi yang berpotensi merevolusi praktik HR, sebagaimana ditunjukkan dalam tinjauan sistematis dan analisis bibliometrik (Mohammad Saif & Islam, 2024). Meskipun ini adalah aplikasi di luar pendidikan, konsep penggunaan teknologi canggih untuk mengelola sumber daya manusia dapat diterapkan pada pengembangan profesional guru, pelacakan kompetensi, dan manajemen kinerja dalam konteks pendidikan berbasis ICT.

Selain itu, penelitian mengenai dampak keragaman gender pada keterlibatan kerja karyawan dalam konteks perubahan organisasi di Bangladesh menunjukkan bahwa keragaman dapat memengaruhi bagaimana karyawan merespons perubahan (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Ini menyiratkan bahwa manajemen perubahan harus sensitif terhadap dinamika gender dan keragaman lainnya di antara staf pengajar, memastikan bahwa semua individu merasa didukung dan diberdayakan untuk berpartisipasi dalam transformasi digital.

Diskusi II

Evaluasi dan Penjaminan Mutu Pembelajaran Berbasis ICT

Evaluasi yang sistematis dan penjaminan mutu adalah komponen integral dari manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Tanpa mekanisme evaluasi yang kuat, sulit untuk mengukur efektivitas inisiatif ICT dan membuat perbaikan yang diperlukan. Evaluasi harus mencakup tidak hanya hasil belajar siswa, tetapi juga proses implementasi, kepuasan pengguna (siswa dan guru), serta dampak terhadap tujuan institusional.

Dalam konteks pendidikan Islam, penerapan Total Quality Management (TQM) di sekolah dasar Muhammadiyah menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip manajemen mutu dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023). Prinsip-prinsip TQM, seperti fokus pada pelanggan (siswa), peningkatan berkelanjutan, dan keterlibatan semua pihak, sangat relevan untuk penjaminan mutu pembelajaran berbasis ICT. Demikian pula, aplikasi manajemen penjaminan mutu di pesantren dengan implikasi pada hasil ujian akhir sekolah menunjukkan pentingnya sistematisasi proses untuk mencapai hasil yang diinginkan (Ayuhan, Shofiyah, & Karimah, 2022).

Penggunaan analitik data menjadi semakin penting dalam evaluasi pembelajaran berbasis ICT. Analitik bisnis dapat memengaruhi inovasi dan kualitas informasi, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja organisasi (Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024). Dalam pendidikan, analitik pembelajaran dapat memberikan wawasan tentang pola belajar siswa, efektivitas materi digital, dan area yang memerlukan intervensi. Namun, adopsi analitik data juga memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhinya, sebagaimana ditunjukkan dalam studi tentang adopsi analitik data oleh fungsi audit internal (Islam & Stafford, 2022).

Aspek penting lainnya adalah keadilan dalam sistem evaluasi dan penggunaan data. Penelitian tentang penggabungan keadilan dalam perencanaan evakuasi skala besar menyoroti perlunya memastikan bahwa algoritma dan sistem tidak menciptakan atau memperburuk ketidakadilan (Islam, Chen, Marathe, Mortveit, Swarup, & Vullikanti, 2022). Demikian pula, penelitian tentang agregasi peringkat dengan keadilan proporsional menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keadilan dalam pengambilan keputusan berbasis data (Wei, Islam, Schieber, & Basu Roy, 2022). Dalam konteks pembelajaran berbasis ICT, ini berarti memastikan bahwa evaluasi tidak bias dan bahwa data pembelajaran digunakan secara etis dan adil.

Kepemimpinan Etis dan Nilai-nilai Islam dalam Manajemen ICT

Dalam institusi pendidikan Islam, kepemimpinan etis dan integrasi nilai-nilai Islam sangat penting dalam manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Kepemimpinan ini tidak hanya berfokus pada efisiensi dan efektivitas, tetapi juga pada pembentukan karakter, keadilan, dan kesejahteraan. Model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam menawarkan kerangka kerja baru untuk kepemimpinan sekolah di masyarakat Muslim, menekankan nilai-nilai yang relevan dengan konteks ini (Alazmi & Bush, 2024).

Manajemen etis dalam organisasi, seperti yang dianalisis dari teori manajemen al-Ghazali, memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai moral dapat diintegrasikan ke dalam praktik manajemen (Mahadi et al., 2023). Dalam konteks ICT, ini berarti memastikan bahwa penggunaan teknologi sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti kebenaran, transparansi, dan menghindari hal-hal yang merugikan. Ini juga mencakup pertimbangan etika dalam penggunaan data siswa dan privasi.

Kualitas hidup kerja, nilai-nilai budaya, dan etika kerja Islam juga memengaruhi sistem pendidikan Arab di Israel (Haj Ali & Abu-Saad, 2024). Ini menunjukkan bahwa konteks budaya dan agama memiliki dampak signifikan pada bagaimana manajemen dan teknologi diterima dan diimplementasikan. Etika kerja Islam, khususnya, dapat memediasi hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan, yang relevan untuk memotivasi staf pengajar dalam mengadopsi dan memanfaatkan ICT (AL Smadi et al., 2023).

Selain itu, etika kerja Islam juga memainkan peran dalam kinerja dosen, memediasi kesesuaian individu-organisasi dan inovasi dalam kegiatan pembelajaran (Wulandari & Mubarak, 2021). Ini menunjukkan bahwa ketika nilai-nilai pribadi dosen selaras dengan etika kerja Islam dan tujuan organisasi, mereka lebih mungkin untuk berinovasi dan berkinerja baik dalam lingkungan pembelajaran berbasis ICT. Partisipasi pemimpin agama Islam dalam penanganan krisis, seperti pandemi COVID-19, melalui komunikasi integratif juga menunjukkan peran penting pemimpin spiritual dalam mengarahkan komunitas melalui tantangan, termasuk adaptasi teknologi (Saragih et al., 2023).

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Pengembangan pembelajaran berbasis ICT menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan digital hingga masalah keamanan siber dan adaptasi terhadap teknologi yang berkembang pesat. Namun, di balik tantangan ini, terdapat banyak peluang untuk inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan.

Tantangan:

  • Kesenjangan Digital: Akses yang tidak merata terhadap infrastruktur ICT dan keterampilan digital tetap menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan atau komunitas yang kurang beruntung. Ini dapat memperburuk ketidaksetaraan pendidikan.
  • Keamanan Siber dan Privasi Data: Dengan meningkatnya penggunaan platform daring, risiko keamanan siber dan pelanggaran privasi data menjadi perhatian utama. Sistem pengamanan digital yang efektif di perpustakaan universitas adalah model penting untuk melindungi informasi (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022).
  • Kesiapan dan Kompetensi Guru: Banyak guru mungkin belum memiliki keterampilan digital yang memadai atau merasa tidak nyaman dengan teknologi baru. Pelatihan yang tidak memadai dapat menghambat adopsi ICT yang efektif.
  • Manajemen Perubahan: Resistensi terhadap perubahan, baik dari staf maupun siswa, adalah hal yang umum. Membangun budaya inovasi dan adaptasi memerlukan strategi manajemen perubahan yang cermat (Islam, Idris, & Furuoka, 2021).
  • Kualitas Konten Digital: Ketersediaan konten digital yang berkualitas tinggi, relevan, dan sesuai dengan kurikulum masih menjadi masalah di banyak daerah.
  • Infrastruktur yang Tidak Memadai: Di beberapa wilayah, infrastruktur internet yang lambat atau tidak stabil menjadi penghalang utama untuk pembelajaran berbasis ICT yang efektif.

Peluang:

  • Peningkatan Akses dan Fleksibilitas: ICT memungkinkan akses ke pendidikan bagi siswa di lokasi terpencil atau mereka yang memiliki jadwal yang tidak konvensional. Transformasi model manajemen sekolah berasrama dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan (Darwanto et al., 2024).
  • Pembelajaran yang Dipersonalisasi: Teknologi adaptif dan analitik pembelajaran memungkinkan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa, meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar.
  • Kolaborasi dan Jaringan Global: ICT memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan guru dari berbagai lokasi, membuka pintu untuk pengalaman belajar yang lebih kaya dan perspektif global.
  • Efisiensi Administratif: Sistem manajemen pendidikan berbasis ICT dapat mengotomatisasi tugas-tugas administratif, membebaskan waktu guru untuk fokus pada pengajaran.
  • Inovasi Pedagogis: Teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan realitas virtual (VR) menawarkan peluang untuk metode pengajaran yang inovatif dan imersif. Masa depan penelitian di dunia yang digerakkan oleh kecerdasan buatan adalah area yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut (Kulkarni et al., 2024).
  • Pengembangan Keterampilan Abad ke-21: Pembelajaran berbasis ICT secara inheren mengembangkan keterampilan digital, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah yang penting untuk pasar kerja modern. Studi tentang self-management skills siswa di universitas Islam menunjukkan pentingnya keterampilan ini (Muluk et al., 2021).
  • Peningkatan Kualitas Melalui Analitik: Analitik data pembelajaran dapat memberikan wawasan berharga untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan metode pengajaran. Kemampuan analitik bisnis memengaruhi inovasi dan kualitas informasi, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja perusahaan (Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024).
  • Peran Kepemimpinan Wanita: Kepemimpinan wanita di sekolah dapat menjadi katalisator dalam mengembangkan bimbingan dan kesejahteraan anggota sekolah dalam menghadapi pandemi global, yang menunjukkan potensi kepemimpinan yang beragam dalam mengatasi tantangan (Kultsum et al., 2022).

Pemanfaatan Teknologi Baru (AI, Blockchain, dll.)

Teknologi baru seperti AI dan blockchain memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap pembelajaran berbasis ICT. AI dapat digunakan untuk personalisasi pembelajaran, sistem tutor cerdas, dan analitik prediktif. Namun, implementasinya memerlukan pertimbangan etis dan keadilan. Penelitian tentang kerangka kerja untuk meningkatkan penjelasan AI dalam hasil deteksi intrusi menggunakan teknik pembersihan data menunjukkan pentingnya kualitas data dan transparansi dalam sistem berbasis AI, yang relevan untuk keamanan siber di lingkungan pendidikan (Liu, Zhong, Alnusair, & Islam, 2021). Demikian pula, studi tentang analisis dan evaluasi klasifikasi yang adil melalui lensa manajemen data menekankan perlunya memastikan keadilan dalam algoritma AI (Islam, Fariha, Meliou, & Salimi, 2022).

Blockchain, meskipun sering dikaitkan dengan keuangan, memiliki aplikasi potensial dalam pendidikan, seperti verifikasi kredensial, manajemen catatan akademik yang aman, dan bahkan platform pembelajaran terdesentralisasi. Integrasi blockchain dan SDN (Software-Defined Networking) menawarkan gambaran umum tentang aplikasi dan perspektif masa depan dalam jaringan, yang dapat diterapkan pada infrastruktur pendidikan yang aman dan efisien (Rahman et al., 2022). Studi tentang penerimaan teknologi blockchain di negara berkembang menunjukkan bahwa pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini sangat penting untuk implementasi yang sukses (Ahmed, Islam, & Qureshi, 2024).

Di bidang manajemen sumber daya manusia, blockchain juga menunjukkan potensi transformatif, sebagaimana diulas dalam tinjauan sistematis (Mohammad Saif & Islam, 2024). Ini dapat diterapkan pada manajemen pengembangan profesional guru, pelacakan sertifikasi, dan bahkan sistem penghargaan yang transparan. Namun, adopsi teknologi ini juga menghadapi tantangan, seperti turbulensi teknologi yang dapat menghambat kesiapan manajemen senior untuk implementasi (Alnsour, 2024).

Secara keseluruhan, diskusi ini menyoroti bahwa manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT adalah upaya multidisiplin yang membutuhkan kepemimpinan yang visioner, perencanaan strategis yang cermat, investasi dalam sumber daya manusia, adaptasi pedagogis, evaluasi berkelanjutan, dan kesadaran akan nilai-nilai etis dan budaya. Dengan mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang, lembaga pendidikan dapat secara efektif memanfaatkan ICT untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, dan berkualitas tinggi.

Kesimpulan

Manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT adalah imperatif strategis bagi lembaga pendidikan di era digital saat ini. Artikel ini, dari perspektif seorang peneliti, telah menganalisis secara kritis berbagai dimensi yang membentuk manajemen yang efektif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk memahami bagaimana kerangka manajemen yang efektif dapat dikembangkan dan diimplementasikan telah terjawab melalui sintesis literatur yang komprehensif.

Temuan kunci menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi ICT sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat dan transformasional. Pemimpin harus mampu menginspirasi perubahan, membangun kepercayaan, dan mengatasi resistensi, sebagaimana ditekankan dalam studi tentang kepemimpinan transformasional (Islam, Furuoka, & Idris, 2021). Selain itu, kepemimpinan yang bertanggung jawab dan etis, terutama dalam konteks pendidikan Islam, sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi digunakan sejalan dengan nilai-nilai moral dan keadilan sosial (Alazmi & Bush, 2024; Ezzani et al., 2023).

Perencanaan dan implementasi infrastruktur ICT yang matang, termasuk aspek keamanan digital dan manajemen data, merupakan fondasi yang tidak dapat diabaikan (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022). Pengembangan kurikulum dan pedagogi harus berpusat pada bagaimana ICT dapat memperkaya pengalaman belajar dan mengembangkan keterampilan abad ke-21, bukan hanya sebagai alat tambahan. Manajemen perubahan yang proaktif dan investasi berkelanjutan dalam pengembangan profesional guru adalah krusial untuk memastikan adopsi dan pemanfaatan teknologi yang efektif (Islam, Idris, & Furuoka, 2021; Islam & Haque, 2022).

Evaluasi dan penjaminan mutu yang sistematis, didukung oleh analitik data pembelajaran, sangat penting untuk mengukur dampak dan mendorong perbaikan berkelanjutan (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023; Khan, Talukder, Islam, & Islam, 2024). Namun, penggunaan data ini harus selalu mempertimbangkan aspek etika dan keadilan (Islam, Fariha, Meliou, & Salimi, 2022).

Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa lembaga pendidikan perlu mengadopsi pendekatan holistik dan terintegrasi untuk manajemen pengembangan pembelajaran berbasis ICT. Ini mencakup investasi dalam kepemimpinan yang visioner, pengembangan kapasitas guru, perencanaan infrastruktur yang cermat, desain kurikulum yang inovatif, dan sistem evaluasi yang kuat. Bagi institusi pendidikan Islam, integrasi nilai-nilai etis dan spiritual dalam setiap tahapan proses ini akan memperkuat relevansi dan keberlanjutan inisiatif ICT.

Saran untuk penelitian di masa depan meliputi eksplorasi lebih lanjut tentang dampak teknologi baru seperti AI dan blockchain pada pedagogi dan manajemen pendidikan, studi komparatif tentang model manajemen ICT di berbagai konteks budaya dan agama, serta penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang dari inisiatif ICT pada hasil belajar siswa dan kinerja institusional. Selain itu, penelitian tentang bagaimana mengatasi kesenjangan digital dan memastikan inklusi digital di komunitas yang kurang terlayani juga akan sangat berharga.

Kontribusi Penulis

Penulis tunggal bertanggung jawab penuh atas konsepsi, desain, pengumpulan data (tinjauan literatur), analisis, interpretasi, penulisan draf awal, dan revisi akhir manuskrip ini. Semua aspek penelitian dan penulisan dilakukan secara independen oleh penulis untuk memastikan koherensi dan integritas karya.

Daftar Pustaka

Aditya, & Wardana, W. S. A. (2022). Online Implementation of Marriage Management Information System (SIMKAH) to Improve Service Quality. MILRev: Metro Islamic Law Review, 1(2), 257–268. https://doi.org/10.32332/milrev.v1i2.6213

Ahmed, W., Islam, N., & Qureshi, H. N. (2024). Understanding the acceptability of block-chain technology in the supply chain; case of a developing country. Journal of Science and Technology Policy Management, 15(6), 1266–1293. https://doi.org/10.1108/JSTPM-06-2022-0097

Alazmi, A. A., & Bush, T. (2024). An Islamic-oriented educational leadership model: towards a new theory of school leadership in Muslim societies. Journal of Educational Administration and History, 56(3), 312–334. https://doi.org/10.1080/00220620.2023.2292573

AL Smadi, A. N., Amaran, S., Abugabah, A., & Alqudah, N. (2023). An examination of the mediating effect of Islamic Work Ethic (IWE) on the relationship between job satisfaction and job performance in Arab work environment. International Journal of Cross Cultural Management, 23(1), 59–77. https://doi.org/10.1177/14705958221120343

Alnsour, I. R. (2024). Technological turbulence as hindrance between factors influencing readiness of senior management and implementing blockchain technology in Jordanian Islamic banks: a structural equation modeling approach. Journal of Innovation and Entrepreneurship, 13(1). https://doi.org/10.1186/s13731-024-00377-5

Asmendri, Sari, M., Asrida, D., Muchlis, L. S., Febrian, V. R., & Azizah, N. (2024). Transformational Leadership in Islamic Education Institution Through Social Media Engagement. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 336–349. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i2.40221

Ayuhan, Shofiyah, S., & Karimah, U. (2022). Application of Quality Assurance Management in Boarding Schools: Implications for Final School Examination Results. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 323–334. https://doi.org/10.14421/jpai.2022.192-11

Bigo, V., & Islam, G. (2022). Embodiment and Management Learning: Understanding the Role of Bodily Analogy in a Yoga-Based Learning Model. Academy of Management Learning and Education, 21(4), 648–668. https://doi.org/10.5465/amle.2021.0190

Busahdiar, Karimah, U., & Tamin, S. (2023). Total Quality Management (TQM) and Basic Education: Its Application to Islamic Education in Muhammadiyah Elementary Schools. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 215–232. https://doi.org/10.14421/jpai.v20i2.8015

Darwanto, A., Prahmana, R. C. I., Susanti, A., & Khalil, I. A. (2024). Transformation of Boarding School Management Models in Enhancing Student Accessibility and Educational Quality. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 145–164. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.8632

Ezzani, M. D., Brooks, M. C., Yang, L., & Bloom, A. (2023). Islamic school leadership and social justice: an international review of the literature. International Journal of Leadership in Education, 26(5), 745–777. https://doi.org/10.1080/13603124.2021.2009037

Haj Ali, A., & Abu-Saad, I. (2024). Quality of work life, cultural values, and Islamic work ethics: The case of the Arab education system in Israel. International Journal of Cross Cultural Management, 24(2), 385–410. https://doi.org/10.1177/14705958241256729

Holm, M., & Islam, G. (2024). Peace of Our Mind: Managerial Interventions and the Search for Collective Mindfulness. Academy of Management Learning and Education, 23(1), 128–157. https://doi.org/10.5465/amle.2022.0076

Ibrahim, M. A., Abdullah, A., Ismail, I. A., & Asimiran, S. (2023). Islamic economics and finance instructional leadership and curriculum practices: a case study of selected public universities in Saudi Arabia. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 16(6), 1201–1218. https://doi.org/10.1108/IMEFM-10-2022-0393

Ifendi, M. (2021). Disaster Emergency Response Management to Anticipate the Spread of Covid-19 at the Islamic Boarding School. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 389–406. https://doi.org/10.14421/jpai.2021.182-10

Islam, A. K. M. N., Mäntymäki, M., Laato, S., & Turel, O. (2022). Adverse consequences of emotional support seeking through social network sites in coping with stress from a global pandemic. International Journal of Information Management, 62. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2021.102431

Islam, M. A., & Agarwal, N. K. (2021). What is the impact of library and information science on knowledge management research? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 51(1), 1–26. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-11-2018-0098

Islam, M. A., Hack-Polay, D., Rahman, M., Jantan, A. H., Dal Mas, F., & Kordowicz, M. (2023). Gender and leadership in public higher education in South Asia: examining the individual, socio-cultural and organizational barriers to female inclusion. Studies in Higher Education, 48(8), 1197–1215. https://doi.org/10.1080/03075079.2023.2187771

Islam, M. A., Siddique, H., Zhang, W., & Haque, I. (2023). A Deep Neural Network-Based Communication Failure Prediction Scheme in 5G RAN. IEEE Transactions on Network and Service Management, 20(2), 1140–1152. https://doi.org/10.1109/TNSM.2022.3229658

Islam, M. S., & Haque, A. (2022). Faculty readiness for online crisis teaching: The role of responsible leadership and teaching satisfaction in academia. International Journal of Educational Management, 36(7), 1112–1130. https://doi.org/10.1108/IJEM-02-2022-0067

Islam, M. S., & Stafford, T. (2022). Factors associated with the adoption of data analytics by internal audit function. Managerial Auditing Journal, 37(2), 193–223. https://doi.org/10.1108/MAJ-04-2021-3090

Islam, M. M., Islam, M. N., Munshi, M. N. U., & Haider, M. S. (2022). An effective digital safeguarding system in university libraries: A model plan. Data and Information Management, 6(1). https://doi.org/10.1016/j.dim.2022.100007

Islam, M. N., Furuoka, F., & Idris, A. (2021). Influence of Gender Diversity on Employee Work Engagement in the Context of Organizational Change: Evidence From Bangladeshi Employees. International Journal of Asian Business and Information Management, 12(3), 1–19. https://doi.org/10.4018/IJABIM.294099

Islam, M. N., Furuoka, F., & Idris, A. (2021). Mapping the relationship between transformational leadership, trust in leadership and employee championing behavior during organizational change. Asia Pacific Management Review, 26(2), 95–102. https://doi.org/10.1016/j.apmrv.2020.09.002

Islam, M. N., Idris, A., & Furuoka, F. (2021). Dynamic forces of amplifying employee change supportive behavior: An individual-level analysis. International Journal of Asian Business and Information Management, 12(3). https://doi.org/10.4018/IJABIM.20210701.oa27

Islam, M. T., & Asad, M. (2024). Enhancing employees’ creativity through entrepreneurial leadership: can knowledge sharing and creative self-efficacy matter? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(1), 59–73. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-07-2021-0121

Islam, M. T., Fariha, A., Meliou, A., & Salimi, B. (2022). Through the Data Management Lens: Experimental Analysis and Evaluation of Fair Classification. Proceedings of the ACM SIGMOD International Conference on Management of Data, 232–246. https://doi.org/10.1145/3514221.3517841

Islam, M. T., Talukder, M. S., Khayer, A., & Islam, A. K. M. N. (2023). Exploring continuance usage intention toward open government data technologies: an integrated approach. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(4), 785–807. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-10-2020-0195

Islam, M. Z., Naqshbandi, M. M., Bashir, M., & Ishak, N. A. (2024). Mitigating knowledge hiding behaviour through organisational social capital: a proposed framework. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(6), 1428–1456. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-02-2022-0045

Islam, K. A., Chen, D. Q., Marathe, M., Mortveit, H., Swarup, S., & Vullikanti, A. (2022). Incorporating Fairness in Large-scale Evacuation Planning. International Conference on Information and Knowledge Management, Proceedings, 3192–3201. https://doi.org/10.1145/3511808.3557075

Islam Demir, Y., Yazar, A., & Arslan, H. (2024). Waveform Management Approach With Machine Learning for 6G Systems. IEEE Transactions on Network and Service Management, 21(5), 5432–5444. https://doi.org/10.1109/TNSM.2024.3407017

Juhaidi, A. (2024). Social media marketing of Islamic higher education institution in Indonesia: a marketing mix perspective. Cogent Business and Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2374864

Kamil, Y., Lund, S., & Islam, G. (2023). Information security objectives and the output legitimacy of ISO/IEC 27001: stakeholders’ perspective on expectations in private organizations in Sweden. Information Systems and E-Business Management, 21(3), 699–722. https://doi.org/10.1007/s10257-023-00646-y

Khan, A., Talukder, M. S., Islam, Q. T., & Islam, A. K. M. N. (2024). The impact of business analytics capabilities on innovation, information quality, agility and firm performance: the moderating role of industry dynamism. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(5), 1124–1152. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-01-2022-0027

Kim, H. J. (2023). Collegial Leadership and Election in Muhammadiyah: Institutional Ways to Diffuse the Religious Authority of Leaders. Studia Islamika, 30(2), 211–234. https://doi.org/10.36712/SDI.V30I2.33741

Kulkarni, M., Mantere, S., Vaara, E., van den Broek, E., Pachidi, S., Glaser, V. L., Gehman, J., Petriglieri, G., Lindebaum, D., Cameron, L. D., Rahman, H. A., Islam, G., & Greenwood, M. (2024). The Future of Research in an Artificial Intelligence-Driven World. Journal of Management Inquiry, 33(3), 207–229. https://doi.org/10.1177/10564926231219622

Kultsum, U., Zada, K., Defianty, M., & Roup, M. (2022). Women School Leadership: The Catalytic Style in Developing Guidance and School Members’ Well-Being in Facing Global Pandemic. Islamic Guidance and Counseling Journal, 5(2), 119–134. https://doi.org/10.25217/igcj.v5i2.2711

Liu, H., Zhong, C., Alnusair, A., & Islam, S. R. (2021). FAIXID: A Framework for Enhancing AI Explainability of Intrusion Detection Results Using Data Cleaning Techniques. Journal of Network and Systems Management, 29(4). https://doi.org/10.1007/s10922-021-09606-8

Mahadi, M. H., Kamarzaman, M. H., Kamaruzaman, M. A. S., & Jalil, M. H. (2023). A Model of Ethical Management in Organisations: An Analysis of al-Ghazali’s Theory of Management. International Journal of Islamic Thought, 24(1), 126–132. https://doi.org/10.24035/ijit.24.2023.275

Masuduzzaman, M., Rahim, T., Islam, A., & Shin, S. Y. (2024). UAV-Employed Intelligent Approach to Identify Injured Soldier on Blockchain-Integrated Internet of Battlefield Things. IEEE Transactions on Network and Service Management, 21(5), 5197–5214. https://doi.org/10.1109/TNSM.2024.3436674

Mohammad Saif, A. N., & Islam, M. A. (2024). Blockchain in human resource management: a systematic review and bibliometric analysis. Technology Analysis and Strategic Management, 36(4), 635–650. https://doi.org/10.1080/09537325.2022.2049226

Mohammed Sayem, I., Islam Sayed, M., Saha, S., & Haque, A. (2024). ENIDS: A Deep Learning-Based Ensemble Framework for Network Intrusion Detection Systems. IEEE Transactions on Network and Service Management, 21(5), 5809–5825. https://doi.org/10.1109/TNSM.2024.3414305

Muluk, S., Akmal, S., Andriana, D., Habiburrahim, H., & Safrul, M. S. (2021). Understanding students’ self-management skills at State Islamic University in Indonesia. Qualitative Report, 26(7), 2333–2346. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2021.4817

Palash, M. A. S., Talukder, M. S., Islam, A. K. M. N., & Bao, Y. (2022). Positive and negative valences, personal innovativeness and intention to use facial recognition for payments. Industrial Management and Data Systems, 122(4), 1081–1108. https://doi.org/10.1108/IMDS-04-2021-0230

Paul, T., Islam, N., Mondal, S., & Rakshit, S. (2022). RFID-integrated blockchain-driven circular supply chain management: A system architecture for B2B tea industry. Industrial Marketing Management, 101, 238–257. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2021.12.003

Rahman, A., Montieri, A., Kundu, D., Karim, M. R., Islam, M. J., Umme, S., Nascita, A., & Pescapé, A. (2022). On the Integration of Blockchain and SDN: Overview, Applications, and Future Perspectives. Journal of Network and Systems Management, 30(4). https://doi.org/10.1007/s10922-022-09682-4

Saragih, N., Mansur, S., Pambayun, E. L., & Topikurohman. (2023). Organizational Ethnography Analysis: Participation of Islamic Religious Leaders in Handling Covid-19 through Integrative Communication. Journal of Intercultural Communication, 23(4), 27–40. https://doi.org/10.36923/jicc.v23i4.163

Wei, D., Islam, M. M., Schieber, B., & Basu Roy, S. (2022). Rank Aggregation with Proportionate Fairness. Proceedings of the ACM SIGMOD International Conference on Management of Data, 262–275. https://doi.org/10.1145/3514221.3517865

Wulandari, F., & Mubarak, S. (2021). Islamic work ethics and lecturer performance: Mediating roles of personorganization fit and innovation in learning activities. Problems and Perspectives in Management, 19(3), 22–32. https://doi.org/10.21511/ppm.19(3).2021.03


MPRA

 

Judul: Analisis Komprehensif Manajemen Penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal: Perspektif Kepemimpinan Islam dan Kinerja Organisasi

Penulis: [Nama Peneliti]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) di Indonesia, dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan Islam dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. RA, sebagai institusi pendidikan anak usia dini berbasis Islam, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan fondasi keilmuan generasi penerus. Namun, tantangan dalam manajemen, mulai dari kepemimpinan, sumber daya manusia, hingga tata kelola, seringkali menghambat optimalisasi potensinya. Melalui pendekatan studi literatur dan sintesis analitis terhadap berbagai publikasi ilmiah terkini, penelitian ini mengeksplorasi model kepemimpinan Islam yang efektif, praktik manajemen sumber daya manusia yang selaras dengan etika Islam, serta kerangka tata kelola yang mendukung kualitas dan keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan etis, yang dijiwai nilai-nilai rahmah dan keadilan, memainkan peran sentral dalam memotivasi staf dan mendorong inovasi. Selain itu, penerapan etika kerja Islam dan manajemen pengetahuan yang sistematis terbukti meningkatkan komitmen dan kinerja organisasi. Studi ini juga menyoroti pentingnya adaptasi model kepemimpinan wanita dan integrasi teknologi digital untuk menghadapi dinamika kontemporer. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja bagi pengelola RA untuk mengembangkan strategi manajemen yang holistik, berakar pada nilai-nilai Islam, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, guna mencapai keunggulan operasional dan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

Kata Kunci: Manajemen RA, Kepemimpinan Islam, Kinerja Organisasi, Pendidikan Anak Usia Dini, Etika Kerja Islam.

Pendahuluan

Lembaga Raudhatul Athfal (RA) memegang peranan fundamental dalam ekosistem pendidikan nasional, khususnya di Indonesia, sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter dan peletakan dasar keilmuan bagi anak usia dini dengan landasan nilai-nilai Islam. Keberadaan RA tidak hanya sebagai penyedia layanan pendidikan prasekolah, tetapi juga sebagai pilar pembinaan moral dan spiritual yang esensial di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang kian kompleks. Signifikansi strategis ini menuntut adanya sistem manajemen yang tidak hanya efisien dan efektif, tetapi juga selaras dengan filosofi dan tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Manajemen penyelenggaraan RA, oleh karena itu, bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah manifestasi dari visi pendidikan yang lebih luas, yang berupaya mengintegrasikan aspek duniawi dan ukhrawi dalam setiap praktik operasionalnya.

Tinjauan literatur menunjukkan bahwa manajemen lembaga pendidikan, termasuk RA, dihadapkan pada berbagai tantangan yang multidimensional. Tantangan-tantangan ini berkisar dari keterbatasan sumber daya finansial dan manusia yang berkualitas, adaptasi terhadap perubahan kurikulum dan teknologi, hingga kompleksitas dalam membangun partisipasi aktif dari orang tua dan komunitas. Publikasi ilmiah telah banyak membahas aspek kepemimpinan dalam konteks pendidikan, seperti model kepemimpinan transformasional yang mendorong inovasi dan adaptasi (Islam, Furuoka, & Idris, 2021)^1, serta pentingnya kepemimpinan etis dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan meningkatkan keterlibatan karyawan (Alam, Kartar Singh, & Islam, 2021)^2. Namun, ketika membahas konteks lembaga pendidikan Islam seperti RA, seringkali muncul dimensi tambahan yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual, etika Islam, dan kepatuhan syariah yang memerlukan pendekatan manajemen yang khas dan terintegrasi.

Kesenjangan penelitian yang teridentifikasi adalah kurangnya analisis komprehensif yang secara spesifik mengkaji bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan dan manajemen Islam dapat secara holistik diimplementasikan dalam penyelenggaraan RA untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan kualitas pendidikan. Meskipun terdapat banyak studi tentang kepemimpinan Islam di berbagai sektor, seperti perbankan syariah atau perusahaan, aplikasinya secara mendalam dalam konteks pendidikan anak usia dini Islam masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Padahal, karakteristik RA yang unik, dengan penekanan pada pendidikan agama sejak dini, memerlukan model manajemen yang tidak hanya mengadopsi praktik terbaik dari manajemen umum, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman secara inheren dalam setiap aspeknya. Misalnya, bagaimana kepemimpinan yang berlandaskan nilai rahmah dan keadilan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan operasional yang konkret di RA, atau bagaimana etika kerja Islam dapat memotivasi para pendidik untuk memberikan layanan terbaik.

Berdasarkan latar belakang dan kesenjangan penelitian tersebut, penelitian ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk mengidentifikasi dan menganalisis model kepemimpinan Islam yang paling relevan dan efektif untuk diterapkan dalam konteks penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal. Kedua, untuk mengeksplorasi praktik-praktik manajemen sumber daya manusia yang selaras dengan etika dan nilai-nilai Islam guna meningkatkan motivasi, komitmen, dan kinerja pendidik serta staf RA. Ketiga, untuk mengkaji kerangka tata kelola dan strategi operasional yang dapat mendukung kualitas dan keberlanjutan Lembaga RA, dengan mempertimbangkan dimensi kepatuhan syariah dan tanggung jawab sosial. Keempat, untuk merumuskan implikasi praktis dan arah penelitian masa depan yang dapat berkontribusi pada pengembangan manajemen RA yang lebih baik di Indonesia.

Novelty dari penelitian ini terletak pada upaya sistematis untuk mensintesis berbagai temuan penelitian tentang kepemimpinan dan manajemen Islam dari beragam sektor dan konteks, kemudian mengadaptasi serta mengelaborasinya secara spesifik untuk aplikasi dalam penyelenggaraan RA. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi praktik-praktik terbaik, tetapi juga menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi fondasi integral dalam setiap keputusan dan tindakan manajerial, bukan sekadar tambahan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis yang signifikan terhadap literatur manajemen pendidikan Islam dan memberikan panduan praktis yang relevan bagi para pemangku kepentingan di Lembaga Raudhatul Athfal untuk mencapai keunggulan dalam pendidikan anak usia dini yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Metode

Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi literatur yang komprehensif dan sintesis analitis (systematic literature review). Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menginterpretasikan semua penelitian yang relevan dengan topik manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal, kepemimpinan Islam, dan kinerja organisasi, yang telah dipublikasikan secara luas. Pendekatan ini sangat sesuai untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang kompleks dan multidimensional, serta untuk mengidentifikasi pola, kesenjangan, dan arah penelitian di masa depan. Dalam konteks ini, studi literatur memungkinkan integrasi berbagai perspektif dari disiplin ilmu yang berbeda, seperti manajemen, pendidikan, dan studi Islam, untuk membentuk kerangka analisis yang holistik.

Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi artikel-artikel ilmiah yang relevan dari basis data yang komprehensif. Sumber utama data adalah tautan yang diberikan (https://tpr.mjukn.org/p/manage.html), yang berisi daftar publikasi ilmiah yang berkaitan dengan manajemen dan Islam. Dari daftar tersebut, sebanyak 45 referensi dipilih secara cermat berdasarkan relevansinya dengan topik manajemen lembaga pendidikan, kepemimpinan Islam, manajemen sumber daya manusia, tata kelola, dan kinerja organisasi dalam konteks Islam. Kriteria pemilihan meliputi fokus pada kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi Islam atau pendidikan, pembahasan etika dan nilai-nilai Islam dalam konteks manajerial, serta kontribusi terhadap pemahaman tentang kinerja dan keberlanjutan organisasi. Artikel-artikel yang dipilih mencakup berbagai jurnal internasional bereputasi, memastikan kualitas dan validitas informasi yang digunakan.

Setelah pengumpulan data, prosedur analisis data melibatkan beberapa tahapan. Pertama, setiap artikel yang dipilih dibaca secara seksama untuk mengekstrak informasi kunci terkait model kepemimpinan, praktik manajemen, tantangan, strategi, dan temuan relevan lainnya. Data ini kemudian dikategorikan berdasarkan tema-tema utama yang muncul, seperti kepemimpinan Islam, manajemen sumber daya manusia, tata kelola organisasi, inovasi, dan kinerja. Kedua, dilakukan sintesis tematik, di mana temuan dari berbagai studi diintegrasikan dan dibandingkan untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan pola yang konsisten. Misalnya, bagaimana berbagai model kepemimpinan Islam (misalnya, transformasional, servant leadership, etis) saling melengkapi atau memiliki implikasi yang berbeda dalam konteks pendidikan anak usia dini.

Ketiga, analisis kritis dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan dan keterbatasan dari setiap studi, serta untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur yang ada. Ini juga melibatkan penilaian terhadap metodologi yang digunakan dalam studi-studi yang dirujuk untuk memahami validitas dan generalisasi temuan mereka. Misalnya, studi tentang kepemimpinan wanita dalam lembaga pendidikan Islam dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang yang spesifik (Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, 2022)^3. Keempat, temuan-temuan yang disintesis kemudian digunakan untuk membangun argumen dan kerangka konseptual yang menjawab pertanyaan penelitian. Proses ini melibatkan elaborasi bagaimana prinsip-prinsip manajemen yang diilhami Islam dapat diterapkan secara efektif dalam penyelenggaraan RA, serta bagaimana hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja dan kualitas pendidikan.

Justifikasi pemilihan metode studi literatur ini adalah kemampuannya untuk menyediakan landasan teoritis yang kuat dan pemahaman yang mendalam tanpa memerlukan pengumpulan data primer yang seringkali membutuhkan sumber daya besar. Dengan memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang sudah ada dalam literatur ilmiah, penelitian ini dapat menyajikan gambaran yang komprehensif dan terstruktur mengenai manajemen RA dari perspektif seorang peneliti. Metode ini juga memungkinkan untuk menyoroti tren penelitian, mengidentifikasi area yang belum banyak dieksplorasi, dan merumuskan rekomendasi yang berbasis bukti untuk praktik dan penelitian di masa depan. Meskipun demikian, keterbatasan metode ini adalah ketergantungannya pada kualitas dan ketersediaan literatur yang ada. Oleh karena itu, pemilihan referensi yang cermat dan analisis yang kritis menjadi sangat penting untuk memastikan validitas temuan penelitian ini.

Diskusi I: Fondasi Teoritis dan Konseptual Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) memerlukan fondasi teoritis dan konseptual yang kokoh, terutama yang berakar pada prinsip-prinsip Islam, mengingat identitas dan misi inti lembaga ini. Dalam konteks ini, kepemimpinan Islam, manajemen sumber daya manusia berbasis nilai, dan tata kelola yang efektif menjadi pilar utama. Kepemimpinan, khususnya, adalah elemen krusial yang membentuk budaya organisasi dan mengarahkan pencapaian tujuan pendidikan. Studi-studi kontemporer semakin menekankan pentingnya model kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada nilai-nilai etis dan spiritual.

Kepemimpinan Islam dalam Konteks Pendidikan

Model kepemimpinan berorientasi Islam menawarkan paradigma yang berbeda dari model kepemimpinan konvensional, dengan penekanan pada nilai-nilai moral, keadilan, rahmah, dan tanggung jawab sosial. Alazmi dan Bush (2024)^4 mengemukakan bahwa model kepemimpinan pendidikan berorientasi Islam berupaya menciptakan teori kepemimpinan sekolah baru di masyarakat Muslim, yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan. Hal ini berarti seorang pemimpin RA tidak hanya berfokus pada pencapaian target akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami pada anak didik dan pengembangan spiritual seluruh komunitas sekolah. Kepemimpinan semacam ini melampaui sekadar efisiensi operasional; ia merangkul visi yang lebih besar untuk menumbuhkan individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Prinsip-prinsip kepemimpinan etis dan servant leadership sangat relevan dalam konteks RA. Alam, Kartar Singh, dan Islam (2021)^5 menunjukkan bahwa pengawas yang suportif melengkapi efek kepemimpinan etis terhadap keterlibatan karyawan. Dalam RA, ini berarti pemimpin harus menjadi teladan moral, menunjukkan integritas, dan memperlakukan semua staf dengan adil dan hormat. Servant leadership, di mana pemimpin mengutamakan kebutuhan dan pengembangan pengikutnya, juga sangat sesuai. Islam, Ahmad, dan Ahmed (2023)^6 menyoroti bagaimana servant leadership yang spesifik lingkungan dapat dikaitkan dengan perilaku kewarganegaraan lingkungan organisasi, yang relevan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini di RA. Demikian pula, Khan, Mubarik, Islam, Rehman, Ahmed, Khan, dan Sohail (2022)^7 menemukan bahwa servant leadership memicu perilaku kerja inovatif melalui pemberdayaan psikologis dan job crafting. Ini mengindikasikan bahwa pemimpin RA yang menerapkan servant leadership dapat memberdayakan para guru untuk berinovasi dalam metode pengajaran dan kurikulum, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepemimpinan transformasional juga memiliki dampak signifikan. Islam, Furuoka, dan Idris (2021)^8 memetakan hubungan antara kepemimpinan transformasional, kepercayaan pada kepemimpinan, dan perilaku championing karyawan selama perubahan organisasi. Dalam lingkungan pendidikan yang dinamis, pemimpin RA yang transformasional dapat menginspirasi guru dan staf untuk merangkul perubahan, seperti adopsi kurikulum baru atau teknologi pembelajaran, dengan antusiasme dan komitmen. Lebih lanjut, Islam, Bari, Al-Kharusi, Bhuiyan, dan Faisal-E-Alam (2023)^9 mengkaji dampak kepemimpinan transformasional, modal manusia, dan kepuasan kerja terhadap kinerja organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pemimpin transformasional di RA dapat meningkatkan kepuasan kerja guru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja pengajaran dan pembelajaran.

Peran nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan tidak bisa diabaikan. Alqhaiwi, Bednall, dan Kyndt (2023)^10 meneliti keunggulan dalam kepemimpinan di dunia Arab, menekankan prinsip-prinsip Islam dan nilai-nilai kesukuan. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif di RA harus selaras dengan nilai-nilai budaya dan agama yang berlaku, yang dalam konteks Indonesia adalah nilai-nilai Islam. Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, dan Jalil (2023)^11 menyajikan model manajemen etis dalam organisasi berdasarkan analisis teori manajemen Al-Ghazali. Model ini sangat relevan untuk RA, di mana etika dan moralitas adalah inti dari misi pendidikan. Pemimpin RA dapat mengambil inspirasi dari Al-Ghazali untuk membangun sistem manajemen yang mengutamakan keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab spiritual. Parry dan Faris (2022)^12 juga membahas tentang kepemimpinan Muslim dalam "sangkar besi kompleksitas budaya", yang menyoroti tantangan dan peluang bagi pemimpin Muslim untuk menegaskan identitas kepemimpinan mereka dalam konteks modern.

Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai Islam

Manajemen sumber daya manusia (SDM) di RA harus dijiwai oleh etika kerja Islam untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Etika kerja Islam menekankan pada dedikasi, kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan sebagai bentuk ibadah. Wulandari dan Mubarak (2021)^13 menemukan bahwa etika kerja Islam dan kinerja dosen dimediasi oleh kesesuaian individu-organisasi dan inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa ketika nilai-nilai pribadi guru selaras dengan etika kerja Islam yang dianut RA, kinerja mereka akan meningkat, terutama jika didukung oleh lingkungan yang mendorong inovasi. Hamzah, Ashoer, dan Hamzah (2021)^14 juga meneliti dampak nilai-nilai kerja Islam terhadap kinerja in-role karyawan Muslim di Indonesia. Temuan mereka menegaskan bahwa nilai-nilai Islam dapat menjadi motivator kuat bagi karyawan untuk berprestasi.

AL Smadi, Amaran, Abugabah, dan Alqudah (2023)^15 menguji efek mediasi etika kerja Islam pada hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja kerja di lingkungan kerja Arab. Hasilnya menunjukkan bahwa etika kerja Islam dapat memperkuat hubungan positif antara kepuasan kerja dan kinerja. Dalam konteks RA, ini berarti menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan guru, yang diiringi dengan penanaman etika kerja Islam, akan menghasilkan kinerja yang optimal. Toumi dan Su (2023)^16 juga melakukan studi kualitatif tentang nilai-nilai Islam dan manajemen sumber daya manusia, yang memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai ini dapat diintegrasikan dalam praktik SDM sehari-hari.

Manajemen pengetahuan dan komitmen organisasi juga merupakan aspek penting dari manajemen SDM yang efektif. Ishak, Naqshbandi, Islam, dan Haji Sumardi (2023)^17 menyoroti peran komitmen organisasi dan pertukaran pemimpin-anggota dalam aplikasi pengetahuan selama pandemi COVID-19. Dalam RA, ini berarti membangun komitmen yang kuat di antara guru dan staf, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan, akan sangat penting untuk adaptasi dan inovasi. Islam dan Agarwal (2021)^18 membahas dampak ilmu perpustakaan dan informasi terhadap penelitian manajemen pengetahuan, menunjukkan relevansi sistematisasi pengetahuan dalam organisasi. Islam, Naqshbandi, Bashir, dan Ishak (2024)^19 juga mengusulkan kerangka kerja untuk mengurangi perilaku penyembunyian pengetahuan melalui modal sosial organisasi. Ini relevan untuk RA dalam menciptakan budaya berbagi pengetahuan yang terbuka dan kolaboratif. Ishak, Islam, dan Sumardi (2023)^20 juga menyajikan kerangka teoritis praktik manajemen sumber daya manusia dalam menciptakan tenaga kerja yang berkomitmen untuk mendorong transfer pengetahuan.

Pengembangan kompetensi dan motivasi karyawan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di RA. Islam, Islam, dan Yasmin (2024)^21 mengidentifikasi penentu kontekstual motivasi karyawan. Pemimpin RA perlu memahami faktor-faktor ini untuk merancang program pengembangan dan insentif yang efektif. Prayogi, Farisi, dan Lesmana (2023)^22 meneliti kompetensi karir dan kinerja karyawan, dengan peran mediasi job crafting dan keterlibatan karyawan di perbankan syariah. Meskipun konteksnya berbeda, prinsip-prinsip ini dapat diadaptasi untuk RA: mendorong guru untuk secara proaktif membentuk pekerjaan mereka (job crafting) dan meningkatkan keterlibatan mereka akan berdampak positif pada kinerja.

Tata Kelola (Governance) dan Kualitas dalam Lembaga Islam

Tata kelola yang kuat dan fokus pada kualitas adalah prasyarat untuk keberlanjutan dan keunggulan Lembaga RA. Tata kelola yang baik memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap standar etika dan syariah. Islam, Chadee, dan Polonsky (2023)^23 membahas bagaimana tata kelola relasional berdampak pada kinerja lead-time pemasok di negara berkembang. Meskipun ini dalam konteks rantai pasokan, gagasan tentang tata kelola yang efektif untuk meningkatkan kinerja tetap relevan. Dalam RA, ini berarti membangun sistem tata kelola yang jelas untuk semua aspek operasional, mulai dari keuangan hingga kurikulum.

Manajemen kualitas total (TQM) dalam pendidikan Islam juga penting. Busahdiar, Karimah, dan Tamin (2023)^24 membahas penerapan TQM di sekolah dasar Muhammadiyah. Prinsip-prinsip TQM, seperti fokus pada pelanggan (dalam hal ini, anak didik dan orang tua), perbaikan berkelanjutan, dan partisipasi karyawan, dapat diadaptasi untuk RA. Ayuhan, Shofiyah, dan Karimah (2022)^25 mengkaji penerapan manajemen jaminan kualitas di sekolah berasrama dan implikasinya terhadap hasil ujian akhir sekolah. Ini menunjukkan bahwa sistem jaminan kualitas yang ketat dapat secara langsung meningkatkan hasil pendidikan di RA.

Pengelolaan risiko dan kepatuhan syariah adalah dimensi unik dari tata kelola di lembaga Islam. Keskin dan Azhar (2024)^26 membahas penafsiran keyakinan pada Qadar (takdir) dengan pemahaman kontemporer tentang manajemen risiko. Ini menggarisbawahi perlunya RA untuk mengembangkan kerangka manajemen risiko yang tidak hanya mempertimbangkan risiko operasional dan finansial, tetapi juga risiko ketidakpatuhan syariah dan risiko reputasi yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam. Sheikh, Ayaz, dan Siddique (2023)^27 juga mengkaji tata kelola syariah dan manajemen risiko ketidakpatuhan syariah berdasarkan Maqasid Shari'ah. Ini memberikan panduan penting bagi RA dalam memastikan bahwa semua kebijakan dan praktik mereka selaras dengan tujuan-tujuan syariah.

Dengan demikian, fondasi teoritis dan konseptual untuk manajemen penyelenggaraan RA harus dibangun di atas pilar kepemimpinan Islam yang etis dan transformasional, manajemen sumber daya manusia yang dijiwai etika kerja Islam dan berorientasi pada pengembangan, serta tata kelola yang kuat yang menjamin kualitas dan kepatuhan syariah. Integrasi ketiga pilar ini akan memungkinkan RA untuk tidak hanya memenuhi standar pendidikan nasional, tetapi juga untuk mewujudkan visi pendidikannya sebagai lembaga yang mencetak generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Diskusi II: Tantangan dan Strategi Implementasi Manajemen di Lembaga RA

Implementasi manajemen yang efektif di Lembaga Raudhatul Athfal (RA) seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan unik, yang memerlukan strategi adaptif dan inovatif. Tantangan ini tidak hanya bersifat internal seperti kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur, tetapi juga eksternal seperti dinamika sosial-budaya dan ekspektasi masyarakat. Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan manajemen yang fleksibel, responsif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Adaptasi Model Kepemimpinan untuk RA

Salah satu area krusial adalah adaptasi model kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik RA. Kepemimpinan wanita, misalnya, menjadi topik yang semakin relevan dalam diskusi manajemen pendidikan Islam. Kultsum, Zada, Defianty, dan Roup (2022)^28 mengkaji kepemimpinan sekolah wanita sebagai gaya katalitik dalam mengembangkan bimbingan dan kesejahteraan anggota sekolah dalam menghadapi pandemi global. Dalam konteks RA, di mana sebagian besar pendidik adalah wanita, kepemimpinan wanita yang empatik dan suportif dapat menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Islam, Hack-Polay, Rahman, Jantan, Dal Mas, dan Kordowicz (2023)^29 juga meneliti gender dan kepemimpinan di pendidikan tinggi di Asia Selatan, mengidentifikasi hambatan individu, sosial-budaya, dan organisasi terhadap inklusi wanita. Meskipun dalam konteks pendidikan tinggi, temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana RA dapat mengatasi hambatan serupa untuk memberdayakan pemimpin wanita.

Diskusi tentang kepemimpinan wanita dalam Islam juga dieksplorasi oleh Sutrisno, Fanani, dan Marsidi (2023)^30 dari perspektif hukum Islam dan peraturan hukum, serta oleh Hannan, Huda, Firdaus, Afabih, dan Musthofa (2024)^31 yang membahas fatwa tentang kepemimpinan wanita di institusi pendidikan tinggi Islam. Racman (2022)^32 bahkan mempertanyakan apakah ada seksisme dalam kepemimpinan Islam dengan studi kasus Sultanah di Kesultanan Lanao, Filipina. Ramli, Jaafar, Ariffin, Kasa, Qotadah, Achmad, dan Siswanto (2024)^33 menyoroti wanita Muslim-Melayu dalam kepemimpinan politik, menavigasi tantangan dan membentuk masa depan. Semua studi ini menunjukkan bahwa meskipun ada perdebatan, peran kepemimpinan wanita dalam Islam, termasuk di lembaga pendidikan seperti RA, semakin diakui dan perlu didukung dengan kerangka kerja yang jelas. Abbas dan Rawabdeh (2022)^34 juga menyajikan kompetensi wanita dari narasi Al-Qur'an, dengan gaya manajemen krisis Ratu Sheba sebagai model kepemimpinan, menawarkan inspirasi kepemimpinan wanita yang kuat dari sejarah Islam.

Kepemimpinan kolegial dan otoritas agama juga penting. Kim (2023)^35 membahas kepemimpinan kolegial dan pemilihan di Muhammadiyah sebagai cara institusional untuk menyebarkan otoritas agama para pemimpin. Dalam RA, ini berarti pemimpin harus membangun konsensus dan melibatkan seluruh komunitas (guru, staf, orang tua) dalam pengambilan keputusan, sambil tetap menghormati otoritas keilmuan agama. Kepemimpinan adaptif sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan yang cepat. Islam dan Haque (2022)^36 menyoroti peran kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kepuasan mengajar dalam kesiapan fakultas untuk pengajaran krisis online. Pengelola RA harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang bertanggung jawab, terutama dalam situasi krisis (misalnya, pandemi atau bencana), untuk memastikan kelangsungan pendidikan. Islam, Sharif, Ali, dan Jamil (2024)^37 juga meneliti kepemimpinan paternalistik, yang mungkin relevan di beberapa budaya dengan jarak kekuasaan yang tinggi, meskipun perlu diadaptasi agar tidak menghambat otonomi dan inovasi.

Manajemen Operasional dan Strategi Peningkatan Kinerja

Manajemen operasional di RA harus efisien dan inovatif untuk memastikan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas. Pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan adalah isu yang semakin mendesak. Islam, Ahmad, dan Ahmed (2023)^38 membahas kepemimpinan servant yang spesifik lingkungan, yang dapat mendorong perilaku kewarganegaraan lingkungan organisasi. RA dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan dan praktik berkelanjutan dalam operasionalnya, menjadikan lembaga tersebut sebagai teladan bagi anak didik dan komunitas. Eltoum, Yatiban, Omar, dan Islam (2021)^39 juga meneliti praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan bisnis selama pandemi COVID-19. RA, sebagai lembaga sosial, juga memiliki tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan dalam praktik manajemennya.

Strategi bisnis dan kelangsungan hidup organisasi menjadi pertimbangan penting bagi RA, terutama dalam mengelola sumber daya dan menghadapi ketidakpastian. Islam dan Fatema (2023)^40 mengkaji bagaimana strategi bisnis memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan selama pandemi COVID-19. RA perlu mengembangkan strategi yang adaptif dan berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan operasionalnya. Manajemen rantai pasokan, meskipun lebih sering dibahas dalam bisnis, memiliki analogi dalam manajemen sumber daya dan logistik di RA. Islam, Nielsen, Schulze-Ehlers, dan Badiuzzaman (2022)^41 mengeksplorasi defisit kinerja dalam rantai pasokan pakan ikan, yang dapat memberikan pelajaran tentang bagaimana mengelola rantai pasokan sumber daya pendidikan secara efisien. Islam, M. T., Chadee, D., & Polonsky, M. J. (2023)^23 juga membahas tata kelola relasional dalam rantai nilai global, yang dapat diadaptasi untuk mengelola hubungan dengan pemasok dan mitra RA.

Pemanfaatan teknologi dalam manajemen RA adalah keniscayaan di era digital. Islam, Talukder, Khayer, dan Islam (2023)^42 mengeksplorasi niat penggunaan berkelanjutan terhadap teknologi data pemerintah terbuka. RA dapat mengadaptasi prinsip-prinsip ini untuk mengadopsi teknologi digital dalam administrasi, komunikasi dengan orang tua, dan bahkan dalam proses pembelajaran. Islam, Islam, Munshi, dan Haider (2022)^43 menyajikan sistem perlindungan digital yang efektif di perpustakaan universitas. Konsep ini dapat diterapkan di RA untuk melindungi data siswa dan staf, serta memastikan keamanan informasi digital.

Pengelolaan Hubungan Pemangku Kepentingan dan Komunikasi

Hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan RA. Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk lembaga pendidikan. Eltoum, Yatiban, Omar, dan Islam (2021)^44 meneliti praktik CSR perusahaan bisnis selama pandemi COVID-19. RA harus secara proaktif terlibat dalam kegiatan CSR yang relevan dengan komunitasnya, memperkuat citra dan relevansinya. Komunikasi yang efektif juga sangat penting. Akhtar, Siddiqi, Islam, dan Paul (2022)^45 membahas ketidakpercayaan konsumen dan niat perilaku dalam konteks atribut pemesanan hotel. Meskipun konteksnya berbeda, pentingnya membangun kepercayaan melalui komunikasi yang transparan dan jujur sangat relevan untuk RA dalam berinteraksi dengan orang tua dan masyarakat.

Manajemen konflik dan budaya organisasi yang sehat juga merupakan bagian integral dari manajemen hubungan pemangku kepentingan. Ahmad, Islam, D’Cruz, dan Noronha (2023)^46 membahas peran kepemimpinan servant dan kasih sayang dalam mengelola bullying di tempat kerja. RA harus memiliki kebijakan yang jelas untuk mencegah dan menangani konflik serta bullying di antara staf atau siswa, menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Islam, Furuoka, dan Idris (2021)^8 menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat mendorong perilaku championing karyawan selama perubahan organisasi, yang mengindikasikan pentingnya pemimpin dalam mengelola resistensi terhadap perubahan dan membangun budaya adaptif.

Secara keseluruhan, implementasi manajemen di Lembaga RA memerlukan pendekatan yang terintegrasi, menggabungkan prinsip-prinsip kepemimpinan Islam yang adaptif, manajemen operasional yang efisien dan inovatif, serta pengelolaan hubungan pemangku kepentingan yang proaktif. Dengan demikian, RA dapat tidak hanya bertahan dalam lingkungan yang kompetitif, tetapi juga berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan relevan di mata masyarakat.

Diskusi III: Implikasi dan Arah Penelitian Masa Depan

Diskusi mengenai manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) dari perspektif kepemimpinan Islam dan kinerja organisasi membawa kita pada implikasi praktis yang signifikan bagi para pengelola dan pemangku kepentingan, sekaligus membuka berbagai peluang untuk penelitian di masa depan. Memahami bagaimana teori dan praktik dapat saling melengkapi adalah kunci untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan anak usia dini Islam.

Implikasi Praktis bagi Lembaga RA

Implikasi praktis dari analisis ini sangat beragam dan dapat menjadi panduan bagi pengelola RA dalam merumuskan kebijakan dan strategi. Pertama, dalam hal kepemimpinan, RA harus berinvestasi dalam pengembangan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara manajerial tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dan etika Islam. Program pelatihan kepemimpinan yang mengintegrasikan prinsip servant leadership, kepemimpinan transformasional, dan kepemimpinan etis (Islam, Ahmad, & Ahmed, 2023)^6, (Islam, Furuoka, & Idris, 2021)^8, (Alam, Kartar Singh, & Islam, 2021)^5 akan sangat bermanfaat. Penekanan pada nilai-nilai seperti rahmah, keadilan, dan integritas (Alqhaiwi, Bednall, & Kyndt, 2023)^10, (Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, & Jalil, 2023)^11 harus menjadi inti dari setiap program pengembangan.

Kedua, manajemen sumber daya manusia di RA harus secara aktif mempromosikan etika kerja Islam. Ini berarti menciptakan lingkungan kerja di mana dedikasi, kejujuran, dan pelayanan dianggap sebagai ibadah (Wulandari & Mubarak, 2021)^13, (Hamzah, Ashoer, & Hamzah, 2021)^14. Pengelola harus memastikan bahwa ada keselarasan antara nilai-nilai pribadi guru dan nilai-nilai organisasi, yang dapat diperkuat melalui proses rekrutmen, orientasi, dan evaluasi kinerja yang transparan. Selain itu, upaya untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan dukungan pengembangan karir (Islam, Islam, & Yasmin, 2024)^21, (Prayogi, Farisi, & Lesmana, 2023)^22 akan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Ketiga, tata kelola dan manajemen operasional RA perlu diperkuat dengan kerangka kerja yang jelas dan akuntabel. Ini mencakup pengembangan sistem manajemen kualitas total (TQM) yang disesuaikan dengan konteks pendidikan Islam (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023)^24, (Ayuhan, Shofiyah, & Karimah, 2022)^25. RA juga harus proaktif dalam mengelola risiko, termasuk risiko operasional, finansial, dan reputasi, dengan mempertimbangkan dimensi kepatuhan syariah (Keskin & Azhar, 2024)^26, (Sheikh, Ayaz, & Siddique, 2023)^27. Pemanfaatan teknologi digital untuk administrasi, komunikasi, dan pembelajaran juga harus menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (Islam, Talukder, Khayer, & Islam, 2023)^42, (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022)^43.

Keempat, RA harus secara aktif membangun dan memelihara hubungan yang kuat dengan semua pemangku kepentingan, termasuk orang tua, komunitas, dan pemerintah. Ini dapat dilakukan melalui praktik tanggung jawab sosial yang transparan (Eltoum, Yatiban, Omar, & Islam, 2021)^44 dan komunikasi yang efektif untuk membangun kepercayaan (Akhtar, Siddiqi, Islam, & Paul, 2022)^45. Mengelola konflik secara konstruktif dan menciptakan budaya organisasi yang inklusif dan suportif juga merupakan bagian penting dari manajemen hubungan pemangku kepentingan (Ahmad, Islam, D’Cruz, & Noronha, 2023)^46.

Arah Penelitian Mendatang

Analisis ini juga menyoroti beberapa arah penelitian yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman kita tentang manajemen RA. Pertama, perlu ada studi empiris yang lebih banyak dan mendalam mengenai dampak spesifik dari berbagai model kepemimpinan Islam (misalnya, kepemimpinan rahmah, kepemimpinan profetik) terhadap kinerja akademik dan non-akademik siswa di RA. Penelitian ini dapat menggunakan metodologi kualitatif untuk menangkap nuansa praktik kepemimpinan, serta kuantitatif untuk mengukur dampaknya secara statistik. Misalnya, bagaimana kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan guru (Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, 2022)^28 secara langsung memengaruhi kualitas interaksi guru-siswa.

Kedua, penelitian komparatif antara RA yang menerapkan etika kerja Islam secara eksplisit dan yang tidak, dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang manfaat etika kerja Islam terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja guru (AL Smadi, Amaran, Abugabah, & Alqudah, 2023)^15. Studi ini dapat diperluas untuk mengkaji bagaimana budaya organisasi yang dijiwai etika Islam memitigasi perilaku negatif seperti penyembunyian pengetahuan (Islam, Naqshbandi, Bashir, & Ishak, 2024)^19.

Ketiga, eksplorasi lebih lanjut tentang peran teknologi digital dalam manajemen RA sangat dibutuhkan. Penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi model adopsi teknologi yang spesifik untuk RA, mengkaji tantangan dan peluang dalam implementasi sistem informasi manajemen, platform pembelajaran digital, dan alat komunikasi dengan orang tua (Islam, Talukder, Khayer, & Islam, 2023)^42. Selain itu, studi tentang keamanan siber dan perlindungan data di RA akan menjadi sangat relevan di era digital ini (Islam, Islam, Munshi, & Haider, 2022)^43.

Keempat, analisis komparatif manajemen RA di berbagai konteks geografis (misalnya, perkotaan vs. pedesaan, Indonesia vs. negara Muslim lainnya) dapat mengungkapkan praktik terbaik yang dapat ditransfer dan tantangan unik yang memerlukan solusi lokal. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana RA di berbagai wilayah menyesuaikan strategi manajemen mereka untuk memenuhi kebutuhan komunitas yang berbeda, sambil tetap mempertahankan identitas Islam mereka.

Kelima, studi longitudinal yang melacak perkembangan RA selama periode waktu tertentu dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan strategi manajemen dan dampaknya terhadap pertumbuhan dan kualitas lembaga. Ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor jangka panjang yang berkontribusi pada kesuksesan atau kegagalan RA.

Dengan demikian, implikasi praktis dari penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja bagi pengelola RA untuk mengembangkan strategi manajemen yang holistik, berakar pada nilai-nilai Islam, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Sementara itu, arah penelitian masa depan yang diusulkan akan terus memperkaya pemahaman kita tentang manajemen pendidikan Islam, memastikan bahwa Lembaga Raudhatul Athfal dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi pembentukan generasi Muslim yang berkualitas.

Kesimpulan

Penelitian ini telah menganalisis secara komprehensif manajemen penyelenggaraan Lembaga Raudhatul Athfal (RA) dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan Islam dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. Melalui sintesis literatur ilmiah terkini, ditemukan bahwa manajemen RA yang efektif tidak hanya bergantung pada praktik manajerial konvensional, tetapi juga secara fundamental diperkaya dan diarahkan oleh nilai-nilai serta etika Islam.

Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi model kepemimpinan Islam yang relevan telah tercapai dengan menyoroti pentingnya kepemimpinan etis, servant leadership, dan kepemimpinan transformasional yang dijiwai nilai-nilai Islam seperti rahmah, keadilan, dan integritas. Model-model ini, seperti yang diungkapkan oleh Alazmi dan Bush (2024)^4 serta Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, dan Jalil (2023)^11, membentuk fondasi bagi lingkungan pendidikan yang suportif dan berorientasi pada pengembangan holistik. Kepemimpinan wanita dalam RA juga diakui memiliki potensi besar, dengan dukungan dari berbagai studi yang membahas peran dan kompetensi wanita dalam kepemimpinan Islam (Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, 2022)^28, (Abbas & Rawabdeh, 2022)^34.

Terkait dengan praktik manajemen sumber daya manusia, penelitian ini menegaskan bahwa etika kerja Islam adalah pendorong utama motivasi, komitmen, dan kinerja guru dan staf (Wulandari & Mubarak, 2021)^13, (Hamzah, Ashoer, & Hamzah, 2021)^14. Integrasi nilai-nilai ini dalam rekrutmen, pengembangan, dan evaluasi SDM akan menciptakan tenaga kerja yang berdedikasi dan berprestasi. Manajemen pengetahuan dan upaya untuk mengurangi perilaku penyembunyian pengetahuan juga merupakan aspek krusial yang memerlukan perhatian, dengan dukungan dari modal sosial organisasi (Islam, Naqshbandi, Bashir, & Ishak, 2024)^19.

Dalam konteks tata kelola dan strategi operasional, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip manajemen kualitas total (TQM) yang disesuaikan dengan konteks Islam (Busahdiar, Karimah, & Tamin, 2023)^24, serta manajemen risiko yang mempertimbangkan kepatuhan syariah (Keskin & Azhar, 2024)^26, adalah esensial untuk keberlanjutan dan keunggulan RA. Pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi dan pembelajaran juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi dan adaptasi terhadap perubahan zaman (Islam, Talukder, Khayer, & Islam, 2023)^42.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen penyelenggaraan Lembaga RA yang optimal memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, praktik manajemen sumber daya manusia yang dijiwai etika kerja Islam, serta tata kelola yang kuat dan adaptif. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja operasional dan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas dan misi RA sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul.

Implikasi praktis dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi pengelola RA untuk mengembangkan program pelatihan kepemimpinan yang berorientasi Islam, menerapkan sistem manajemen SDM yang mengintegrasikan etika kerja Islam, memperkuat tata kelola dengan fokus pada kualitas dan kepatuhan syariah, serta mengadopsi teknologi digital secara strategis. Saran untuk penelitian lanjutan mencakup studi empiris tentang dampak kepemimpinan Islam, analisis komparatif praktik manajemen RA, eksplorasi mendalam tentang adopsi teknologi, dan studi longitudinal untuk melacak keberlanjutan. Dengan demikian, RA dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak generasi Muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kontribusi Penulis

Penulis tunggal bertanggung jawab penuh atas konseptualisasi, desain metodologi, pengumpulan dan analisis data, penulisan draf awal, revisi, dan finalisasi manuskrip ini. Penulis telah memastikan integritas dan akurasi seluruh konten yang disajikan.

Daftar Pustaka

^1 Alazmi, A. A., & Bush, T. (2024). An Islamic-oriented educational leadership model: towards a new theory of school leadership in Muslim societies. Journal of Educational Administration and History, 56(3), 312–334. https://doi.org/10.1080/00220620.2023.2292573
^2 Alam, I., Kartar Singh, J. S., & Islam, M. U. (2021). Does supportive supervisor complements the effect of ethical leadership on employee engagement? Cogent Business and Management, 8(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1978371
^3 Abbas, S. F., & Rawabdeh, M. A. (2022). Female Competencies from the Narratives of the Qur’an: Queen of Sheba’s Crisis Management Style as a Leadership Model. Qudus International Journal of Islamic Studies, 10(2), 517–558. https://doi.org/10.21043/qijis.v10i2.9561
^4 Ahmad, S., Islam, T., D’Cruz, P., & Noronha, E. (2023). Caring for those in your charge: the role of servant leadership and compassion in managing bullying in the workplace. International Journal of Conflict Management, 34(1), 125–149. https://doi.org/10.1108/IJCMA-05-2022-0098
^5 Akhtar, N., Siddiqi, U. I., Islam, T., & Paul, J. (2022). Consumers’ untrust and behavioral intentions in the backdrop of hotel booking attributes. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 34(5), 2026–2047. https://doi.org/10.1108/IJCHM-07-2021-0845
^6 AL Smadi, A. N., Amaran, S., Abugabah, A., & Alqudah, N. (2023). An examination of the mediating effect of Islamic Work Ethic (IWE) on the relationship between job satisfaction and job performance in Arab work environment. International Journal of Cross Cultural Management, 23(1), 59–77. https://doi.org/10.1177/14705958221120343
^7 Alqhaiwi, Z. O., Bednall, T., & Kyndt, E. (2023). Excellence in leadership in the Arab world: Islamic principles and tribal values. Evidence from Jordan. International Journal of Cross Cultural Management, 23(3), 613–634. https://doi.org/10.1177/14705958231212742
^8 Asmendri, Sari, M., Asrida, D., Muchlis, L. S., Febrian, V. R., & Azizah, N. (2024). Transformational Leadership in Islamic Education Institution Through Social Media Engagement. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 336–349. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i2.40221
^9 Ayuhan, Shofiyah, S., & Karimah, U. (2022). Application of Quality Assurance Management in Boarding Schools: Implications for Final School Examination Results. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 323–334. https://doi.org/10.14421/jpai.2022.192-11
^10 Basori, R., Raharjo, T. J., Prihatin, T., & Yulianto, A. (2023). Maintaining Salafi Values Through Innovative Management Practices At Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 145–156. https://doi.org/10.15575/jpi.v9i2.25376
^11 Busahdiar, Karimah, U., & Tamin, S. (2023). Total Quality Management (TQM) and Basic Education: Its Application to Islamic Education in Muhammadiyah Elementary Schools. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 215–232. https://doi.org/10.14421/jpai.v20i2.8015
^12 Darwanto, A., Prahmana, R. C. I., Susanti, A., & Khalil, I. A. (2024). Transformation of Boarding School Management Models in Enhancing Student Accessibility and Educational Quality. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 145–164. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.8632
^13 Eltoum, A. M., Yatiban, A., Omar, R., & Islam, R. (2021). Corporate social responsibility practices of business firms in Dubai during the COVID-19 pandemic. Problems and Perspectives in Management, 19(1), 231–243. https://doi.org/10.21511/ppm.19(1).2021.20
^14 Ezzani, M. D., Brooks, M. C., Yang, L., & Bloom, A. (2023). Islamic school leadership and social justice: an international review of the literature. International Journal of Leadership in Education, 26(5), 745–777. https://doi.org/10.1080/13603124.2021.2009037
^15 Hamzah, M. N., Ashoer, M., & Hamzah, N. (2021). Impact of Islamic work values on in-role performance: PERSPECTIVE from Muslim employee in Indonesia. Problems and Perspectives in Management, 19(4), 446–457. https://doi.org/10.21511/ppm.19(4).2021.36
^16 Hannan, N., Huda, M. S., Firdaus, M. A., Afabih, A., & Musthofa, Y. (2024). Between Adherence to Madhhab and Adaptation to Context: Fatwas on Female Leadership in Nahdlatul Ulama-Affiliated Islamic Higher Education Institutions. Journal of Islamic Law, 5(2), 269–287. https://doi.org/10.24260/jil.v5i2.2725
^17 Ishak, N. A., Naqshbandi, M. M., Islam, M. Z., & Haji Sumardi, W. A. (2023). The role of organisational commitment and leader-member exchange in knowledge application during the COVID-19 pandemic. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(2), 248–270. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-04-2022-0106
^18 Ishak, N. A., Islam, M. Z., & Sumardi, W. A. (2023). Human resource management practices in creating a committed workforce for fostering knowledge transfer: a theoretical framework. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(4), 663–692. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-02-2020-0020
^19 Islam, M. A., & Agarwal, N. K. (2021). What is the impact of library and information science on knowledge management research? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 51(1), 1–26. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-11-2018-0098
^20 Islam, M. A., Hack-Polay, D., Rahman, M., Jantan, A. H., Dal Mas, F., & Kordowicz, M. (2023). Gender and leadership in public higher education in South Asia: examining the individual, socio-cultural and organizational barriers to female inclusion. Studies in Higher Education, 48(8), 1197–1215. https://doi.org/10.1080/03075079.2023.2187771
^21 Islam, M. S., & Haque, A. (2022). Faculty readiness for online crisis teaching: The role of responsible leadership and teaching satisfaction in academia. International Journal of Educational Management, 36(7), 1112–1130. https://doi.org/10.1108/IJEM-02-2022-0067
^22 Islam, M. S., Islam, M. N., Munshi, M. N. U., & Haider, M. S. (2022). An effective digital safeguarding system in university libraries: A model plan. Data and Information Management, 6(1). https://doi.org/10.1016/j.dim.2022.100007
^23 Islam, M. T., Chadee, D., & Polonsky, M. J. (2023). How and when does relational governance impact lead-time performance of developing-country suppliers in global value chains? Supply Chain Management, 28(1), 179–192. https://doi.org/10.1108/SCM-05-2021-0255
^24 Islam, M. T., Talukder, M. S., Khayer, A., & Islam, A. K. M. N. (2023). Exploring continuance usage intention toward open government data technologies: an integrated approach. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 53(4), 785–807. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-10-2020-0195
^25 Islam, M. Z., Naqshbandi, M. M., Bashir, M., & Ishak, N. A. (2024). Mitigating knowledge hiding behaviour through organisational social capital: a proposed framework. VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(6), 1428–1456. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-02-2022-0045
^26 Islam, K. M. A., Bari, M. F., Al-Kharusi, S., Bhuiyan, A. B., & Faisal-E-Alam, M. (2023). Impact of Transformational Leadership, Human Capital, and Job Satisfaction on Organizational Performance in the Manufacturing Industry. Problems and Perspectives in Management, 21(3), 382–392. https://doi.org/10.21511/ppm.21(3).2023.31
^27 Islam, K. M. A., Islam, F., & Yasmin, S. (2024). Contextual determinants of employee motivation. Problems and Perspectives in Management, 22(3), 96–105. https://doi.org/10.21511/ppm.22(3).2024.08
^28 Islam, I., Nielsen, M., Schulze-Ehlers, B., & Badiuzzaman. (2022). Exploring Performance Deficits in the Fish Feed Supply Chain of Bangladesh. Operations and Supply Chain Management, 15(1), 136–147. https://doi.org/10.31387/oscm0480336
^29 Islam, M. N., Furuoka, F., & Idris, A. (2021). Mapping the relationship between transformational leadership, trust in leadership and employee championing behavior during organizational change. Asia Pacific Management Review, 26(2), 95–102. https://doi.org/10.1016/j.apmrv.2020.09.002
^30 Islam, T., Ahmad, S., & Ahmed, I. (2023). Linking environment specific servant leadership with organizational environmental citizenship behavior: the roles of CSR and attachment anxiety. Review of Managerial Science, 17(3), 855–879. https://doi.org/10.1007/s11846-022-00547-3
^31 Islam, T., & Asad, M. (2024). Enhancing employees’ creativity through entrepreneurial leadership: can knowledge sharing and creative self-efficacy matter? VINE Journal of Information and Knowledge Management Systems, 54(1), 59–73. https://doi.org/10.1108/VJIKMS-07-2021-0121
^32 Islam, T., Sharif, S., Ali, H. F., & Jamil, S. (2024). Zooming into paternalistic leadership: evidence from high power distance culture. European Journal of Management and Business Economics, 33(4), 505–525. https://doi.org/10.1108/EJMBE-05-2021-0149
^33 Islam, M. M., & Fatema, F. (2023). Do business strategies affect firms’ survival during the COVID-19 pandemic? A global perspective. Management Decision, 61(3), 861–885. https://doi.org/10.1108/MD-11-2021-1456
^34 Keskin, Z., & Azhar, R. (2024). Navigating Belief in Qadar (Destiny) with the Contemporary Understanding of Risk Management. International Journal of Islamic Thought, 25, 194–203. https://doi.org/10.24035/ijit.25.2024.296
^35 Khan, M. M., Mubarik, M. S., Islam, T., Rehman, A., Ahmed, S. S., Khan, E., & Sohail, F. (2022). How servant leadership triggers innovative work behavior: exploring the sequential mediating role of psychological empowerment and job crafting. European Journal of Innovation Management, 25(4), 1037–1055. https://doi.org/10.1108/EJIM-09-2020-0367
^36 Kim, H. J. (2023). Collegial Leadership and Election in Muhammadiyah: Institutional Ways to Diffuse the Religious Authority of Leaders. Studia Islamika, 30(2), 211–234. https://doi.org/10.36712/sdi.v30i2.33741
^37 Kultsum, U., Zada, K., Defianty, M., & Roup, M. (2022). Women School Leadership: The Catalytic Style in Developing Guidance and School Members’ Well-Being in Facing Global Pandemic. Islamic Guidance and Counseling Journal, 5(2), 119–134. https://doi.org/10.25217/igcj.v5i2.2711
^38 Mahadi, M. H., Kamarzaman, M. H., Kamaruzaman, M. A. S., & Jalil, M. H. (2023). A Model of Ethical Management in Organisations: An Analysis of al-Ghazali’s Theory of Management. International Journal of Islamic Thought, 24(1), 126–132. https://doi.org/10.24035/ijit.24.2023.275
^39 Musa, Y. H., Yusuf, A., Utaberta, N., Usman, I. M. S., & Wardhana, M. (2023). Islamic Perception of Shopping Mall Through the Dimension of Facility Management. Journal of Islamic Architecture, 7(3), 408–415. https://doi.org/10.18860/jia.v7i3.19960
^40 Parry, K., & Faris, N. (2022). The confinement and empowerment of Muslim leadership within the “iron cage of cultural complexity”: The case of an Islamic setting within Australia. Journal of Management and Organization, 28(4), 888–908. https://doi.org/10.1017/jmo.2019.13
^41 Prayogi, M. A., Farisi, S., & Lesmana, M. T. (2023). Career competencies and employee performance: Mediating roles of job crafting and employee engagement in Islamic banking in North Sumatra, Indonesia. Problems and Perspectives in Management, 21(3), 206–218. https://doi.org/10.21511/ppm.21(3).2023.16
^42 Racman, S. M. H. A. (2022). Is there a Sexism in Islamic Leadership? The Case of the Sultanahs in Lanao Sultanate, Philippines. Journal of Islamic Thought and Civilization, 12(2), 88–102. https://doi.org/10.32350/jitc.122.07
^43 Ramli, M. A., Jaafar, S. M. J. S., Ariffin, M. F. M., Kasa, A. R., Qotadah, H. A., Achmad, A. D., & Siswanto. (2024). Muslim-Malay Women in Political Leadership: Navigating Challenges and Shaping the Future. Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 23(1), 305–350. https://doi.org/10.21093/mj.v23i1.7500
^44 Rasli, A., Memon, S. B., Prestianawati, S. A., & Abas, I. H. (2024). Leadership Lessons from the Battle of Uhud. Journal of Islamic Thought and Civilization, 14(2), 355–369. https://doi.org/10.32350/jitc.142.21
^45 Sharip, S. M., Daud, D., Kamdari, N., Ibrahim, S. S., Awang, M., & Ismail, R. (2023). Rahmah among Muslim Leaders: The Case of Waqf Institutions. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(2), 242–257. https://doi.org/10.32350/jitc.132.16
^46 Sheikh, R., Ayaz, M., & Siddique, M. A. (2023). Shari‘ah Governance and Shari‘ah Non-Compliance Risk Management: A Maqasid Shari‘ah Based Appraisal. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(1), 270–291. https://doi.org/10.32350/jitc.131.19
^47 Sodiq, A., Tri Ratnasari, R., & Mawardi, I. (2024). Analysis of the effect of Islamic Leadership and Job Satisfaction on sharia engagement and employee performance of Islamic Banks in Indonesia. Cogent Business and Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2362772
^48 Sutrisno, E., Fanani, A., & Marsidi. (2023). a Female Leaders in the Perspective of Islamic Law and Legal Regulations. MILRev: Metro Islamic Law Review, 2(1), 27–51. https://doi.org/10.32332/milrev.v2i1.6879
^49 Toumi, S., & Su, Z. (2023). Islamic values and human resources management: A qualitative study of grocery stores in the Quebec province. International Journal of Cross Cultural Management, 23(1), 79–112. https://doi.org/10.1177/14705958221136691
^50 Wulandari, F., & Mubarak, S. (2021). Islamic work ethics and lecturer performance: Mediating roles of personorganization fit and innovation in learning activities. Problems and Perspectives in Management, 19(3), 22–32. https://doi.org/10.21511/ppm.19(3).2021.03
^51 Zaidi, J., Yusuf, A., Rahman, K. A. A. A., Sahari, F., Shaik Hussain, S. A., & Utaberta, N. (2023). the User Satisfaction Level With the Convenience of Facilities in Mosques in Kuching, Sarawak: a Perspective From Facility Management. Journal of Islamic Architecture, 7(4), 639–647. https://doi.org/10.18860/jia.v7i4.21374

Catatan Kaki:
^1 Islam, Furuoka, & Idris, Mapping the relationship between transformational leadership, 2021, h. 95.
^2 Alam, Kartar Singh, & Islam, Does supportive supervisor complements the effect of ethical leadership, 2021.
^3 Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, Women School Leadership, 2022, h. 119.
^4 Alazmi & Bush, An Islamic-oriented educational leadership model, 2024, h. 312.
^5 Alam, Kartar Singh, & Islam, Does supportive supervisor complements the effect of ethical leadership, 2021.
^6 Islam, Ahmad, & Ahmed, Linking environment specific servant leadership, 2023, h. 855.
^7 Khan, Mubarik, Islam, Rehman, Ahmed, Khan, & Sohail, How servant leadership triggers innovative work behavior, 2022, h. 1037.
^8 Islam, Furuoka, & Idris, Mapping the relationship between transformational leadership, 2021, h. 95.
^9 Islam, Bari, Al-Kharusi, Bhuiyan, & Faisal-E-Alam, Impact of Transformational Leadership, 2023, h. 382.
^10 Alqhaiwi, Bednall, & Kyndt, Excellence in leadership in the Arab world, 2023, h. 613.
^11 Mahadi, Kamarzaman, Kamaruzaman, & Jalil, A Model of Ethical Management in Organisations, 2023, h. 126.
^12 Parry & Faris, The confinement and empowerment of Muslim leadership, 2022, h. 888.
^13 Wulandari & Mubarak, Islamic work ethics and lecturer performance, 2021, h. 22.
^14 Hamzah, Ashoer, & Hamzah, Impact of Islamic work values on in-role performance, 2021, h. 446.
^15 AL Smadi, Amaran, Abugabah, & Alqudah, An examination of the mediating effect of Islamic Work Ethic, 2023, h. 59.
^16 Toumi & Su, Islamic values and human resources management, 2023, h. 79.
^17 Ishak, Naqshbandi, Islam, & Haji Sumardi, The role of organisational commitment, 2023, h. 248.
^18 Islam & Agarwal, What is the impact of library and information science, 2021, h. 1.
^19 Islam, Naqshbandi, Bashir, & Ishak, Mitigating knowledge hiding behaviour, 2024, h. 1428.
^20 Ishak, Islam, & Sumardi, Human resource management practices, 2023, h. 663.
^21 Islam, Islam, & Yasmin, Contextual determinants of employee motivation, 2024, h. 96.
^22 Prayogi, Farisi, & Lesmana, Career competencies and employee performance, 2023, h. 206.
^23 Islam, Chadee, & Polonsky, How and when does relational governance impact lead-time performance, 2023, h. 179.
^24 Busahdiar, Karimah, & Tamin, Total Quality Management (TQM) and Basic Education, 2023, h. 215.
^25 Ayuhan, Shofiyah, & Karimah, Application of Quality Assurance Management, 2022, h. 323.
^26 Keskin & Azhar, Navigating Belief in Qadar (Destiny), 2024, h. 194.
^27 Sheikh, Ayaz, & Siddique, Shari‘ah Governance and Shari‘ah Non-Compliance Risk Management, 2023, h. 270.
^28 Kultsum, Zada, Defianty, & Roup, Women School Leadership, 2022, h. 119.
^29 Islam, Hack-Polay, Rahman, Jantan, Dal Mas, & Kordowicz, Gender and leadership in public higher education, 2023, h. 1197.
^30 Sutrisno, Fanani, & Marsidi, a Female Leaders in the Perspective of Islamic Law, 2023, h. 27.
^31 Hannan, Huda, Firdaus, Afabih, & Musthofa, Between Adherence to Madhhab and Adaptation to Context, 2024, h. 269.
^32 Racman, Is there a Sexism in Islamic Leadership?, 2022, h. 88.
^33 Ramli, Jaafar, Ariffin, Kasa, Qotadah, Achmad, & Siswanto, Muslim-Malay Women in Political Leadership, 2024, h. 305.
^34 Abbas & Rawabdeh, Female Competencies from the Narratives of the Qur’an, 2022, h. 517.
^35 Kim, Collegial Leadership and Election in Muhammadiyah, 2023, h. 211.
^36 Islam & Haque, Faculty readiness for online crisis teaching, 2022, h. 1112.
^37 Islam, Sharif, Ali, & Jamil, Zooming into paternalistic leadership, 2024, h. 505.
^38 Islam, Ahmad, & Ahmed, Linking environment specific servant leadership, 2023, h. 855.
^39 Eltoum, Yatiban, Omar, & Islam, Corporate social responsibility practices, 2021, h. 231.
^40 Islam & Fatema, Do business strategies affect firms’ survival, 2023, h. 861.
^41 Islam, Nielsen, Schulze-Ehlers, & Badiuzzaman, Exploring Performance Deficits in the Fish Feed Supply Chain, 2022, h. 136.
^42 Islam, Talukder, Khayer, & Islam, Exploring continuance usage intention, 2023, h. 785.
^43 Islam, Islam, Munshi, & Haider, An effective digital safeguarding system, 2022, h. 100007.
^44 Eltoum, Yatiban, Omar, & Islam, Corporate social responsibility practices, 2021, h. 231.
^45 Akhtar, Siddiqi, Islam, & Paul, Consumers’ untrust and behavioral intentions, 2022, h. 2026.
^46 Ahmad, Islam, D’Cruz, & Noronha, Caring for those in your charge, 2023, h. 125.


PBICT

  MANAJEMEN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT: SEBUAH ANALISIS DARI PERSPEKTIF PENELITI Peneliti Independen Pusat Studi Inovasi Pendi...